Tak Ada Langit Biru di Kalimantan, Helikopter Berjibaku Padamkan Api

- Kabut asap karhutla menyelimuti Banjarbaru, Kalimantan Selatan, membuat langit menguning, matahari nyaris tak terlihat, dan pengendara menyalakan lampu depan pada pagi hari.
- Helikopter Black Hawk dikerahkan untuk water bombing di titik kebakaran, sementara armada udara juga disiagakan di Bandara Syamsudin Noor sebagai bagian penanganan karhutla.
- BNPB mencatat Kalimantan Tengah memiliki 8.049 titik panas dan 11.786 hektare belum padam; pemadaman gambut memerlukan pembasahan berulang karena api dapat membara bawah tanah.
Banjarbaru, IDN Times - Jarum jam menunjukkan pukul 08.30 WITA. Namun, matahari yang seharusnya menerangi bumi Kalimantan nyaris tak terlihat, tertutup asap pekat. Langit yang semestinya biru berubah kekuningan, sementara udara dipenuhi kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selama dua hari menjelajahi Banjarbaru, Kalimantan Selatan, IDN Times nyaris tak menemukan langit biru yang membentang. Asap seolah menyelimuti setiap sudut kota.
Jarak pandang yang terbatas membuat pengendara harus menyalakan lampu depan, meski hari telah terang. Di tengah kepungan asap, cahaya lampu menjadi penanda bagi pengendara untuk melihat jalan di hadapan mereka.
1. Helikopter lakukan water bombing di langit

Helicopters yang melakukan water bombing di langit Kalimantan Selatan, Minggu (25/10/2026)/ (IDN Times Dini Suciatiningrum) Pemandangan lain terlihat di langit Kalimantan. Sejumlah helikopter Black Hawk hilir mudik membawa kantong air untuk memadamkan api di titik-titik kebakaran. Pemandangan itu sekilas menyerupai operasi militer, tetapi kali ini yang dihadapi bukan musuh dalam peperangan, melainkan api yang melahap lahan.
Helikopter-helikopter tersebut juga terlihat berjejer di Bandara Syamsudin Noor. Kehadiran armada udara itu menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla yang masih berlangsung di Kalimantan Selatan.
2. Kalimantan Selatan mencatat 8.049 titik panas

Kondisi lahan gambut yang terbakar di Kalimantan Selatan, Minggu (25/10/2026)/ (IDN Times Dini Suciatiningrum) Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kalimantan Selatan tercatat 362 titik panas, luas terbakar 526 hektare, dan sekitar 317 hektare masih belum padam.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan berdasarkan pemantauan BNPB melalui sistem informasi geografis, hingga 24 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB tercatat 13.910 titik panas, luas terbakar sekitar 25.409 hektare, dan 17.942 hektare masih belum padam. Data ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan pemantauan.
"Kalimantan Tengah mencatat 8.049 titik panas, luas terbakar 13.944 hektare, dan sekitar 11.786 hektare masih belum padam. Dibandingkan hari sebelumnya, jumlah titik panas turun sekitar 52 persen dan luas yang belum padam turun sekitar 43 persen," ucap Berton, Sabtu (24/10/2026).
3. Api dapat membara di bawah permukaan tanah

Kondisi lahan gambut yang terbakar di Kalimantan Selatan, Minggu (25/10/2026)/ (IDN Times Dini Suciatiningrum) BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan di setiap wilayah berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan penanganan. Pemadaman darat dan dukungan udara terus dilakukan. Penanganan dilaksanakan melalui pengerahan personel gabungan, pemadaman darat, helikopter water bombing, pesawat patroli, serta Operasi Modifikasi Cuaca sesuai kondisi atmosfer.
"Khusus di lahan gambut, pemadaman darat dan pembasahan berulang tetap penting karena api dapat membara di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, keberhasilan tidak hanya diukur dari penurunan titik panas, tetapi juga dari berkurangnya luas kebakaran yang belum padam dan tidak munculnya kembali titik api," katanya.























