Muhamad Al Fatih Jadi Nama Paling Pasaran Dipakai Generasi Alpha

- Dukcapil mencatat Muhamad Al Fatih sebagai nama terpopuler Generasi Alpha, dipakai 29.351 anak, disusul Siti Aisyah, Aisyah Ayudia, dan Muhamad Raka Azka P.
- Teguh Setyabudi menyebut nama bernuansa Jawa yang dahulu dominan perlahan tergantikan pada Generasi Alpha dan Beta, meski 55 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa.
- Nama bernuansa Islam banyak dipakai generasi muda, sejalan dengan 87 persen penduduk Indonesia beragama Islam; sementara tiap generasi sebelumnya memiliki pola nama populer berbeda.
Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan sejumlah nama yang banyak dipakai oleh Generasi Alpha. Adapun Generasi Alpha adalah mereka yang lahir pada 2013 hingga 2024.
Hal tersebut disampaikan, Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, dalam acara Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I Tahun 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan, nama yang paling banyak dipakai Generasi Alpha adalah Muhamad Al Fatih. Nama ini dipakai oleh 29.351 anak-anak. Kemudian posisi kedua ada Siti Aisyah dengan 15.441 pengguna nama, Aisyah Ayudia 14.143 pengguna, dan Muhamad Raka Azka P 11.468 pengguna.
1. Nama dengan unsur budaya mulai luntur

Teguh mengatakan, berdasarkan jumlah pengguna, nama dengan unsur Jawa memang cenderung banyak digunakan di Indonesia. Mengingat penduduk di Pulau Jawa mencapai persentase 55 persen dari total jumlah penduduk di Indonesia.
Meski begitu, nama-nama dengan unsur budaya Jawa yang sempat marak dipakai generasi Baby Boomer, Generasi X, Milenial, dan Generasi Z, perlahan mulai hilang.
"Nah, kalau lihat jumlah penduduk kita 291,1 juta jiwa, 55 persen lebih adalah di Pulau Jawa. Jadi tidak heran karena nama kan mencerminkan juga geografis. Penduduk-penduduk yang katakanlah namanya relatif ada unsur Jawa-nya, pasti mendominasi di Indonesia. Katakanlah Dwi, Umar, Aminah, Nurhayati, kemudian ada Slamet, Sutrisno, kemudian juga ini ada di Sutrisno, Mulyadi, Nurhayati, dan seterusnya," kata Teguh.
"Tapi saya tidak akan bicara di situ. Saya akan bicara di sini, di generasi Alpha. Ternyata Generasi Alpha, bahkan Beta juga, nama-nama lokal itu sudah mulai tergantikan. Sekarang mungkin untuk anak-anak yang usia 5 tahun, 10 tahun di Pulau Jawa katakanlah, sulit mencari yang namanya Joko. Iya, gak? Atau yang namanya Sutrisno atau Slamet. Ada gak yang kira-kira usia 8 tahun, usia namanya Slamet sekarang? Ada tapi mungkin sangat sedikit. Tergantikan sekarang," sambung dia.
2. Nama dengan unsur Islam banyak dipakai di Indonesia karena penduduk mayoritas muslim

Teguh mengatakan, nama dengan unsur Islam justru jadi yang paling banyak dipakai oleh generasi muda saat ini. Salah satunya dipengaruhi oleh mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam.
"Ini sekitar 87 persen penduduk kita adalah Muslim, jadi tidak heran kalau kita melihat secara nasional, ini mencerminkan juga kan, nama-nama yang kadang ada unsur. Kalau di Bali ya pastinya beda, di NTT beda, di tapi kalau secara nasional, kalau Muhammad banyak. Banyak sekali. Tapi ada Al Fatih, Rafa, Azka. Perempuan, banyak Siti Aisyah, Aisyah, Ayudia, dan sebagainya. Beda kalau di Bali, di Manado, atau Sulawesi Utara, NTT, Papua, ya," kata dia.
3. Daftar nama yang banyak dipakai setiap generasi terdahulu

Setiap generasi memiliki nama yang paling banyak digunakan. Berikut daftarnya!
Generasi Baby Boomer (62-80 tahun: 1946-1964):
Laki-laki:
Slamet (38.262)
Sutrisno (28.311)
Perempuan:
Aminah (37.153)
Nurhayati (36.900)
Generasi X (46-61 tahun: 1965-1980)
Laki-laki:
Sutrisno (65.737)
Mulyadi (52.325)
Perempuan
Nurhayati (105.618)
Sulastri (85.550)
Generasi Milenial (30-45 tahun: 1981-1996)
Laki-laki
Herman (44.421)
Sutrisno (42.300)
Perempuan
Nurhayati (89.799)
Sri Wahyuni (80.567)
Generasi Z (14-29 tahun: 1997-2012)
Laki-laki
Ardiansyah (18.211)
Aldi (17.996)
Perempuan
Sri Wahyuni (26.541)
Siti Aisyah (25.046)



















