Terpantau Sepi, Rumah Dadan Hindayana Belum Digeledah Kejagung

- Rumah milik mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, tampak sepi dan kosong sejak ia berangkat menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci.
- Petugas keamanan memastikan rumah tersebut tetap steril dan diawasi ketat tanpa ada aktivitas atau kunjungan dari pihak luar selama ditinggalkan.
- Dadan telah dibawa Kejagung usai penggeledahan di kantor pusat BGN, namun rumah pribadinya di Bogor belum digeledah hingga kini.
Bogor, IDN Times – Rumah milik mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terpantau dalam kondisi sepi dan tidak menunjukkan adanya aktivitas menonjol. Suasana rumah terpantau lengang, setelah Dadan dibawa oleh para petugas Kejaksaan Agung (Kejagung) usai terjadi penggeledahan di Lantai 2 Ruang Pimpinan Kantor Pusat BGN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Berdasarkan keterangan dari warga dan petugas keamanan di lingkungan sekitar, rumah tersebut saat ini dalam keadaan kosong ditinggal penghuninya.
Aktivitas di dalam maupun di pekarangan rumah tersebut dilaporkan nihil sejak beberapa waktu lalu. Tetangga sekitar mengonfirmasi kekosongan ini terjadi karena mantan Kepala BGN tersebut sedang berada di luar untuk menjalankan ibadah haji.
Mengenai status sterilitas serta situasi terkini di sekitar area kediaman tersebut, seorang petugas keamanan permukiman, Hamzah (64), memberikan kesaksiannya di lapangan.
"Kondisi rumah kosong ini sudah berlangsung sejak beliau berangkat ke Tanah Suci. Terkait pertanyaan apakah ada kedatangan petugas atau perwakilan dari pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) ke lokasi ini, sejauh pemantauan kami belum pernah ada petugas yang datang ke sini," ujar Hamzah saat diwawancarai di lokasi, Rabu (3/6/2026).
1. Rumah kosong sejak pemilik berangkat ibadah Haji

Bangunan rumah milik mantan Kepala BGN tersebut tercatat sudah lama berdiri di lingkungan permukiman sebelum petugas keamanan setempat mulai berjaga di sana. Kondisi fisik rumah dipastikan kosong total karena pemiliknya sedang melaksanakan ibadah haji di Mekah dan hingga kini belum terlihat kembali ke rumah.
Hamzah menegaskan, saat bertolak ke Tanah Suci, pemilik rumah memilih langsung pergi begitu saja setelah berpamitan kepada petugas keamanan, dan tanpa menggelar acara syukuran atau pengajian di rumahnya.
"Terkait aktivitas sehari-hari pemilik rumah, yaitu Pak Dadan, beliau selama ini tergolong jarang bersosialisasi atau berinteraksi dengan warga maupun pihak keamanan di sini," ujar Hamzah.
2. Rutinitas kerja harian dan kepastian sterilitas area kediaman

Sebelum bertolak untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci, mantan kepala BGN tersebut dikenal rutin menempati rumah ini sebagai tempat tinggal utamanya sehari-hari. Dadan beraktivitas dengan normal, berkendara keluar untuk berangkat kerja pada pagi hari dan sering pulang malam.
Pihak keamanan kompleks menjamin, selama rumah tersebut ditinggalkan tanpa penghuni, pengawasan ketat terus dilakukan demi mencegah masuknya orang asing ke dalam area pekarangan.
"Sebelum ibadah haji, Pak Dadan ini sebenarnya rutin pulang ke rumah setiap hari. Selama rumah tersebut ditinggalkan dalam keadaan kosong, kami memastikan tidak ada orang asing atau pihak lain yang masuk ke dalam area pekarangan maupun rumah tersebut," ujar Hamzah.
3. Kejagung geledah rumah Dadan

Dadan saat ini sudah dibawa oleh para petugas Kejagung. Dia keluar dari Gedung Bundar Jampidsus Kejagung dengan mengenakan rompi pink khas tahanan Kejagung, bersama eks Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.
Meski sudah mengenakan rompi khas tahanan, rumah Dadan belum digeledah. Hingga saat ini, rumah Dadan dipastikan tetap berada dalam kondisi steril dan terbebas dari kunjungan tamu luar.
"Intinya, selama pemilik rumah berangkat haji, rumah tersebut dalam kondisi steril dan sama sekali tidak ada tamu yang berkunjung," kata Hamzah.















