TNI AD Bangun 719 Sumur Bor Pascabencana di Sumut, Aceh, dan Sumbar

- Sebaran sumur bor terbanyak di Aceh, Sumut dan Sumbar.
- TNI AD juga bangun MCK di Sumut, Aceh, dan Sumbar.
- Biaya membuat sumur bor berkisar Rp100 juta sampai Rp150 juta.
Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Darat (AD) membangun sebanyak 719 sumur bor pascabencana di Sumatra Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatra Barat (Sumbar).
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono.
1. Sebaran sumur bor, terbanyak di Aceh

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Kadispenad, jumlah sumur bor paling banyak di Aceh, dengan sebaran berada 618 titik. Dari total tersebut, 611 titik di antaranya sudah selesai. Sementara 3 titik masih proses dan 4 titik berstatus persiapan.
Kemudian sumur bor di Sumut berjumlah 50 titik. Dengan rincian 29 titik selesai, 11 titik proses, dan 10 titik persiapan. Lalu di Sumbar berjumlah 51 titik. Di antaranya, baru 8 titik yang selesai, 2 titik proses, dan 41 titik persiapan.
2. TNI AD juga bangun MCK

Mandi Cuci Kakus atau MCK merupakan salah satu sarana fasilitas umum yang digunakan masyarakat untuk keperluan mandi, mencuci, dan buang air. MCK terbanyak berada di Sumut dengan 132 unit. 91 unit di antaranya sudah selesai, 4 unit proses dan 37 unit persiapan.
Selanjutnya di Aceh, total 80 unit MCK. Kadispenad menyebut, 34 unit MCK sudah selesai, 12 unit proses, dan 34 unit persiapan. Di Sumbar, TNI AD membangun 46 unit MCK, dengan rincian 6 unit selesai, 8 unit proses, 32 unit persiapan.
3. Biaya membuat sumur bor berkisar Rp100 juta sampai Rp150 juta

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto menjelaskan, biaya yang dibutuhkan untuk membangun sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 meter berkisar Rp100 juta sampai Rp150 juta. Hal tersebut disampaikan Suharyanto saat menjawab pertanyaan Prabowo dalam rapat bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga usai meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban bencana di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).
"Ada beberapa skema, untuk yang dibangun Polri itu kedalaman 20-30 meter, airnya hanya untuk membersihkan. Kemudian yang dibangun Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat, kami yang membiayai, itu kedalamannya 100 sampai 200 meter, itu yang untuk minum. Jadi semuanya sudah dilaksanakan, memang masih kurang, Bapak. Ini dilaksanakan terus. Tapi untuk sehari-hari saya rasa cukup karena mobil tangki air juga terus tiap hari berjalan, Bapak," ucap Suharyanto.
Prabowo pun bertanya berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 meter.
"Rp100 juta sampai Rp150 juta, Bapak," jawab Suharyanto. Dia pun menjelaskan, dengan kisaran harga tersebut, sudah termasuk instalasi air, tangki air, dan bisa langsung diambil oleh masyarakat.


















