Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

TNI Bagikan 1.800 Alat Tulis bagi Siswa Aceh di Awal Tahun Ajaran Baru

TNI, Banjir Sumatra
TNI distribusikan 1.800 peralatan sekolah bagi pelajar di Aceh karena sudah masuk tahun ajaran baru 2025/2026. (Dokumentasi Puspen TNI)
Intinya sih...
  • TNI bagikan 1.800 alat tulis bagi siswa Aceh
  • Kodim 0111/Bireuen salurkan 452 paket bantuan kepada anak-anak
  • Sekolah yang rusak berat paling banyak di Sumatra Barat
  • Sebanyak 22 kabupaten atau kota memperpanjang status tanggap darurat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tahun ajaran baru resmi dimulai pada Senin (5/1/2026) di semua sekolah di Tanah Air. Namun, masih ada 54 sekolah yang tersebar di tiga provinsi di Pulau Sumatra yang menggelar kegiatan belajar mengajar di tempat pengungsian.

Meski begitu, senyum bahagia kembali belajar tidak hilang dari siswa-siswa di Aceh. Apalagi mereka mendapat pasokan 1.800 paket peralatan sekolah dari TNI bagi anak-anak korban banjir di wilayah Provinsi Aceh sejak Minggu kemarin.

"Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke sejumlah titik pengungsian yang tersebar di Kabupaten Pidie Jaya, Bireun, dan Aceh Utara. Paket bantuan berisi perlengkapan sekolah dasar yang dibutuhkan oleh anak-anak agar tetap dapat belajar meskipun berada dalam kondisi darurat," ujar Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah di dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (6/1/2026).

Ia menambahkan, untuk pembagian peralatan sekolah di Kabupaten Pidie Jaya, titik distribusi berada di Kodim 0102/Pidie. "Mereka menyalurkan 836 paket alat sekolah ke dua titik pengungsian yakni Masjid Attaqwa di Desa Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu dengan jumlah 430 anak. Peralatan sekolah juga dibagikan ke Desa Pante Geulima, Kecamatan Meureudu dengan jumlah 406 anak," tutur dia.

Seluruh paket tersebut berhasil disalurkan kepada anak-anak terdampak banjir.

1. Kodim 0111/Bireuen salurkan 452 paket bantuan kepada anak-anak

TNI, banjir Sumatra
TNI distribusikan 1.800 peralatan sekolah bagi pelajar di Aceh karena sudah masuk tahun ajaran baru 2025/2026. (Dokumentasi Puspen TNI)

Lebih lanjut, Aulia mengatakan, Kodim 0111/Bireuen menyalurkan 452 paket bantuan kepada anak-anak di titik pengungsian Desa Pante Lhong, Kabupaten Bireuen. "Di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 512 paket alat sekolah disiapkan untuk anak-anak di Desa Gedumbak, Kecamatan Langkahan. Tetapi, peralatan ini baru bisa didistribusikan pada hari Senin karena kondisi cuaca hujan lebat," kata Aulia.

Dia mengatakan, lewat kegiatan itu TNI ingin menunjukkan tidak hanya hadir sebagai garda terdepan pertahanan negara, tetapi juga jadi bagian dari solusi dan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa serta memberikan semangat baru bagi anak-anak korban bencana.

2. Sekolah yang rusak berat paling banyak di Sumatra Barat

Pratikno
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan (PMK), Pratikno. (Dokumentasi Kemenko PMK)

Soal jumlah sekolah yang masih menggelar kegiatan belajar mengajar di tempat pengungsian disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno. Puluhan sekolah tersebut mengalami kerusakan parah akibat bencana dan belum bisa direnovasi dalam waktu dekat. Meski begitu kegiatan belajar mengajar, kata Pratikno, tetap akan berjalan sesuai jadwal.

"Pelaksanaannya (kegiatan belajar mengajar) berbeda antar daerah dan dampaknya," ujar Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin 29 Desember 2025.

Mantan Menteri Sekretaris Negara itu kemudian memaparkan keadaan lokasi sekolah di tiga provinsi. Di Aceh, kata dia, ada 14 sekolah yang dalam kondisi benar-benar rusak berat, 21 sekolah rusak berat di Sumatra Barat, dan 19 sekolah di Sumatra Utara masih belum bisa dibersihkan.

"Jadi, pembelajaran tetap jalan, tapi model pembelajaran berbeda-beda. Kemendikdasmen sudah turun ke lapangan dan menjamin (meski pengajaran) di tenda darurat, proses pembelajaran akan berjalan semaksimal mungkin," katanya.

Selain tenda, Pratikno menyebut, sekolah darurat bakal digelar di puskesmas. Ia memberikan contoh sebuah puskesmas di Sumatra Barat yang berukuran cukup besar.

"Sehingga pelayanan kesehatan berbagi dengan pendidikan," tutur dia.

3. Sebanyak 22 kabupaten atau kota memperpanjang status tanggap darurat

Prajurit TNI AD, Banjir Sumatra
Prajurit Yonif TP 857/Gana Gajahsora (GG) Kodam Iskandar Muda tergabung di dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam melaksanakan pembersihan fasilitas umum pascabencana banjir. (Dokumentasi TNI AD)

Lebih lanjut, Pratikno mengatakan, ada 22 kabupaten atau kota di tiga provinsi yang memperpanjang status tanggap darurat. Ke-22 kabupaten itu meliput 11 kabupaten di Aceh, 8 kabupaten atau kota di Sumatra Barat, dan 3 kabupaten atau kota di Sumatra Utara.

"Perpanjangan status tanggap darurat itu dimaksudkan agar daerah benar-benar siap masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi," kata dia.

Sementara, telekomunikasi telah kembali normal di 14 kabupaten atau kota, dan masih ada sekitar 34 kabupaten atau kota yang sulit berkomunikasi ke luar wilayah bencana.

"Saat ini kami sudah mengirimkan 280 unit Starlink dan bersamaan dengan pemulihan jaringan telekomunikasi terus dilakukan," tutur dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Gibran Tinjau Sekolah Pascabanjir Balangan Kalimantan Selatan

08 Jan 2026, 23:35 WIBNews