Transjakarta Tak Sediakan Tempat Sampah di Halte Tuai Pro dan Kontra

- Seorang pengguna Transjakarta mengeluhkan tidak adanya tempat sampah di Halte Damai, dan pihak Transjakarta menjelaskan hal itu bagian dari uji coba program pengurangan sampah.
- Kebijakan tersebut memicu pro dan kontra di media sosial; sebagian mendukung langkah ramah lingkungan, sementara lainnya menilai budaya buang sampah warga belum siap.
- Transjakarta bersama DLH DKI Jakarta juga menyediakan dropbox e-waste di beberapa halte untuk menampung limbah elektronik agar dikelola secara aman dan bertanggung jawab.
Jakarta, IDN Times – Seorang pengguna Transjakarta mengeluhkan tidak tersedianya tempat sampah di Halte Damai, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Keluhan itu disampaikan melalui media sosial dan ditujukan kepada PT Transportasi Jakarta serta Pemprov DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Min @PT_Transjakarta halte damai kagak ada tempat sampah ya? bujug kita nyariin dr (kita mencarinya dari) ujung ke ujung kagak ada, bantu om @DKIJakarta @pramonoanung.” tulis akun @abdoelxxx pada Senin (23/2/2026).
1. Program kurangi sampah

Ia mengaku telah mencari tempat sampah dari ujung ke ujung halte, namun tidak menemukannya. Unggahan tersebut kemudian mendapat respons dari pihak Transjakarta yang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan.
"Selamat malam Kak. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, untuk perihal ini kami sedang melakukan program mengurangi sampah sehingga ada beberapa halte yang sedang dilakukan uji coba tidak disediakan tempat sampah. Terima kasih," tulis akun Transjakarta membalas pertanyaan warga.
2. Tuai pro dan kontra

Sontak jawaban Transakarta memicu perdebatan warganet. Ada yang mendukung ujicoba tersebut, namun ada juga yang melontarkan kritik karena masih ada tenant di halte Transjakarta.
“Tapi bener loh, Jepang negara yang minim sampah ternyata minim tempat sampah juga. Kalau jalan2 di jepang susah banget nemu tempat sampah. Alhasil sampah kita kumpulin di tas, ktmu tempat sampah baru buang.” tulis akun @KL****
“Baik, min. Ditunggu juga program pengurangan merchant makanan dan minuman di semua halte agar sekalian gak ada produksi sampah*,balas akun @N**
“Budaya buang sampah pada tempatnya di Jakarta masih kurang, min. Baiknya itu dulu didahulukan, nanti kalau sudah terbentuk kultur tersebut baru kurangi tempat sampah untuk mengurangi penumpukan sampahnya. Pola pikir pemangku kepentingannya kena nih.” imbuh akun @nf***
3. Transjamarat sediakan tempat sampah elektronik

Di sisi lain, Transjakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta juga mendorong pengelolaan sampah yang lebih terpilah, termasuk sampah elektronik atau e-waste. Barang-barang seperti telepon genggam (HP) bekas, komputer, charger, hingga headset termasuk dalam kategori sampah elektronik yang tidak boleh dibuang sembarangan karena mengandung bahan berbahaya.
Untuk memudahkan masyarakat, DLH DKI Jakarta menyediakan dropbox e-waste di sejumlah halte Transjakarta yang nantinya akan dibawa ke gudang DLH untuk dikelola secara khusus.
Adapun halte Transjakarta yang menyediakan dropbox e-waste antara lain Halte Kampung Melayu, Halte Cawang Sentral, Halte Pulo Gadung, Halte Flyover Pramuka, Halte Harmoni, Halte Kota, Halte Tegal Mampang, Halte Blok M, dan Halte Ragunan.
















