Ucapan Hasto soal Algoritma Kunci Suara Ganjar Dinilai Mengada-ada

Jakarta, IDN Times - Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyebut ada algoritma yang mengunci suara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, untuk berada di posisi ketiga.
Pengamat politik, Jerry Massie, mengatakan pernyataan Hasto terlalu mengada-ada. Menurutnya, berdasarkan rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU), saat ini pasangan capres-cawapres nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul di 15 provinsi.
“Kalau saya melihat ini hanya mengada-ada saja bahwa pernyataan akibat kekecewaan dari kekalahan total kan, buat saya sih tidak perlu mengkambinghitamkan, atau jangan menuding KPU yang tidak-tidak,” kata Jerry dalam keteranganya, Rabu (13/3/2024).
1. Tudingan adanya dugaan kecurangan tak masuk akal

Ilustrasi (IDN Times/Aditya Pratama). Jerry mengatakan, tudingan adanya dugaan kecurangan tidak masuk akal. Sebab, kata dia, dalam proses pencoblosan, semua dilakukan secara terbuka dan ada saksi dari partai di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Menurut Direktur Eksecutif Political and Public Policy Studies (P3S) ini, sejumlah kepala negara lain juga ada yang sudah menyampaikan selamat kepada Prabowo atas perolehan suara yang diraih pada Pilpres 2024.
“Padahal kan sudah banyak kepala negara menyampaikan selamat. Sekarang hitungannya sudah sampai 80 persen lebih real count di KPU, itu tetap 58 persen, yang sering diulang-ulang oleh kubu 03 itu kecurangan di Malaysia, namun mereka juga melakukan pelanggaran juga kan, toh mereka pernah melakukan tindakan melanggar undang-undang pemilu,“ kata Jerry.
Dalam kesempatan itu, pakar komunikasi politik lulusan America Global University ini juga menyebut tidak perlu DPR RI melakukan hak angket mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024.
“Buat saya itu tidak ada gunanya, jadi hak angket ini bisa menjadi hak angket. Jadi buat saya dan secara esensi, substansi yang mengangkat kecurangan-kecurangan itu kan menurut survei PDIP dan PKB untuk legislatif banyak bermain serangan fajar. KPU juga harus menelusuri siapa yang serangan fajar dan boleh dibekukan walau pun sudah lolos,“ kata dia.
2. Ketua KPU bantah suara Ganjar-Mahfud dikunci 17 persen

Ketua KPU, Hasyim Asy'ari memimpin konferensi pers soal perkembangan penghitungan suara di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2024). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Sebelumnya, Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari membantah pernyataan mengenai adanya algoritma yang sengaja digunakan untuk mengunci suara Ganjar-Mahfud maksimal 17 persen.
Hasyim menegaskan, yang menentukan perolehan suara adalah para pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan, Rabu, 14 Februari 2024.
"KPU tidak pernah mematok suara si A, si B, dan seterusnya, partai ini partai itu sekian. Sejak awal itu gak ada karena pemungutan suara ini kan bersifat langsung," ujar Hasyim di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2024 malam, dikutip dari ANTARA.
3. KPU sebut perolehan suara paslon murni berasal dari penghitungan suara secara berjenjang dari TPS

Ketua KPU, Hasyim Asy'ari memimpin konferensi pers soal perkembangan penghitungan suara di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2024). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Hasyim mengatakan, KPU tidak bisa mengontrol jumlah pemilih yang hadir ke tempat pemungutan suara (TPS), apalagi perolehan suara yang merupakan hasil dari pencoblosan.
Oleh karena itu, menurut Hasyim, perolehan suara berupa suara maupun yang dikonversi ke persentase itu murni berasal dari penghitungan suara secara berjenjang dari TPS.
"Jadi, kalau ada informasi, kabar atau pernyataan seperti itu, KPU membantah ya bahwa KPU tidak pernah mematok, tidak pernah mengunci, tidak pernah menargetkan partai tertentu, pasangan calon tertentu, sejak awal harus suaranya sekian, tidak ada," katanya.
4. Sekjen PDIP sebut ada dugaan alogaritma untuk mengunci perolehan suara Ganjar-Mahfud maksimal 17 persen

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat berbicara di depan wartawan. (IDN Times/Aryodamar) Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristyanto mengatakan, ada algoritma yang menyebabkan suara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD maksimal 17 persen. Sistem tersebut terlihat tim Informasi Teknologi (IT) internal mereka.
"Kami banyak bertemu dengan pakar IT yang menemukan persoalan yang sangat fundamental, misalnya dimasukkannya suatu algoritma untuk nge-lock perolehan Pak Ganjar itu hanya maksimum 17 persen," katanya di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis, 7 Maret 2024.
Hasto juga menyebut terdapat program untuk mengunci autentifikasi terhadap multifaktor yang seharusnya diberikan akses hanya kepada orang-orang tertentu.
Calon wakil presiden nomor urut tiga Mahfud MD juga menegaskan pernyataan Hasto. Menurut dia, dugaan adanya penguncian suara tersebut bahkan sudah muncul sebelum pelaksanaan Pemilu 2024.
“Ya, biar saja diolah di masyarakat, itu kan juga sudah lama, sebelum pemilu kan juga sudah ada. Sebelum pemungutan suara isu itu sudah ada,” ungkap Mahfud di Jakarta, Jumat, 8 Maret 2024.
Mantan Menko Polhukam itu mengatakan isu perolehan suara pasangan Ganjar-Mahfud sejak sebelum Pemilu 2024 dikunci di angka yang sama.“Sudah dikunci sekian dan angkanya (perolehan suara) itu persis. Tinggal nanti pembuktiannya aja, nanti lihat saja," kata dia.






















