Warga Tarutung Curhat ke Bupati Masinton, Cari Keluarga Hilang Usai Banjir

- Tapanuli Tengah terparah di Sumut akibat banjir dan longsor, 47 jiwa meninggal dan belum ditemukan.
- Saluran komunikasi masih andalkan Starlink, akses darat tertutup, Bupati bagikan jalur alternatif.
- Banjir di tiga provinsi masih bencana daerah tingkat provinsi, Presiden Prabowo kirimkan bantuan besar.
Jakarta, IDN Times - Warga Desa Tarutung, Ebyn Hutauruk, tak dapat menahan tangis ketika mengetahui istri dan anaknya belum bisa ditemukan usai banjir hebat melanda Sumatra Utara sejak Selasa, 25 November 2025. Alhasil, ia memutuskan nekat berjalan kaki dari Sibolga menuju Tukka, Tapanuli Tengah.
Menurut penghitungan dari aplikasi Google Map, jarak yang ditempuh mencapai sekitar 12 kilometer. Ebyn tak memiliki opsi lain. Sebab, akses transportasi dari Sibolga menuju ke Tapanuli Tengah terputus akibat tertutup material longsor.
Di tengah upayanya mencari anggota keluarga, Ebyn tak sengaja bertemu dengan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu yang sedang meninjau lokasi untuk mengetahui kondisi pasca-dihantam banjir hebat.
"Istri saya gendong anak, sudah dua hari tidak bertemu," ujar Ebyn berurai air mata ketika ditemui Masinton.
Momen perjumpaan Masinton dan Ebyn itu direkam video dan diunggah ke akun media sosialnya pada Kamis, 27 November 2025. Konten tersebut pun viral di media sosial. Apalagi Ebyn berjalan kaki tanpa mengenakan alas kaki.
"Iya, saya bisa memahami. Telepon gak ada, listrik mati. Mudah-mudahan (keluarga) sehat ya," kata Masinton berusaha menenangkan Ebyn.
"Mereka sekarang di mana, Pak? Aduh, saya hanya ingin tahu saja, Pak," tanya Ebyn.
Masinton pun mengusulkan agar Ebyn menuju ke titik pengungsian terdekat di GOR. Di sana, ia bisa menanyakan kepada petugas. "Nanti koordinasi di sana supaya dibantu ya," kata Bupati dari PDI Perjuangan (PDIP) itu.
1. Tapanuli Tengah jadi daerah terparah di Sumut yang kena dampak bencana banjir

Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi daerah yang terparah kena dampak bencana banjir dan longsor di Sumut. Beberapa indikasinya yakni jumlah warga yang meninggal dan belum ditemukan paling banyak. Berdasarkan data BNPB, jumlah warga Tapanuli Tengah yang meninggal pada Jumat kemarin sudah mencapai 47 jiwa.
"Akses untuk bisa ke sana pun terputus. Itulah yang sekarang kami fokuskan," kata Suharyanto.
Ia mengatakan, saat ini satgas gabungan TNI dan Polri tengah membuka akses untuk bisa menuju ke Tapanuli Tengah. Suharyanto menyebut, kondisi jembatan terputus karena tertutup material longsor.
"Mungkin dalam kondisi hujan (warga) gak bisa bergerak, tapi kalau sudah kering, menggunakan alat berat, pelan-pelan bisa ditembus. Buktinya dengan naik sepeda motor dan jalan kaki bisa ke titik yang diharapkan," tutur dia.
2. Saluran komunikasi di Tapanuli Tengah masih andalkan Starlink

Ketika dikonfirmasi IDN Times mengenai akses jalan darat yang masih tertutup, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyebut, ada satu akses yang dapat dilalui. Informasi itu ia bagikan juga di akun media sosialnya.
"Diinformasikan akses sementara melalui jalur darat yang bisa ditempuh menuju ke Kabupaten Tapanuli Tengah yaitu dari Medan ke Sidikalang lalu menuju pinggir Kota Subussalaam (SPBU) belok kiri menuju ke arah Lipatkajang. Kemudian, masuk ke Tapanuli Tengah melalui Desa Saragih menuju ke Manduamas lalu Barus (jalur atas/lama)-Sorkam-Kolang-Sibolga-Pandan (Tapanuli Tengah)," kata Masinton melalui pesan pendek, Sabtu (29/11/2025).
Ia juga menyebut, saat ini saluran komunikasi masih terputus. "Belum (pulih untuk saluran komunikasi). Ini masih memakai Starlink terbatas di kantor," tutur dia.
Masinton juga membagikan nomor kontak posko bencana yang tersedia di Tapanuli Tengah yaitu 0812 90900 22.
3. BNPB sebut banjir di tiga provinsi masih berstatus bencana daerah tingkat provinsi

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto enggan menyampaikan pendapat lebih lanjut mengenai apakah perlu ditetapkan status bencana nasional dalam peristiwa banjir dan longsor di Pulau Sumatra. Saat ini peristiwa tersebut masih menjadi tanggung jawab masing-masing pemprov.
"Sekarang, statusnya masih bencana daerah tingkat provinsi. Karena tingkat provinsi maka pemerintah pusat melalui BNPB, TNI, Polri dan kementerian terkait tetap mendukung sekuat tenaga dan semaksimal mungkin," kata Jenderal bintang tiga di TNI Angkatan Darat (AD) itu, seperti dikutip dari akun YouTube BNPB pada hari ini.
Sebagai bukti, Presiden Prabowo Subianto juga mengerahkan agar dikirimkan bantuan dalam jumlah besar. Total ada empat pesawat angkut yang diperintahkan oleh Prabowo untuk mengangkut bantuan ke tiga provinsi di Sumatra.
"Kemudian, TNI dan Polri juga mengerahkan alutsista dalam jumlah besar. Kami pun juga mengerahkan kekuatan ke Sumatra. Apakah itu nantinya mau ditarik lagi, saya kembalikan kepada rekan-rekan media," tutur dia.

















