Comscore Tracker

Dirjen EBTKE Tinjau Langsung Progres PLTP Sokoria agar Sesuai Jadwal

Rencananya, PLTP Sokoria beroperasi pada Januari 2020

Ende, IDN Times - Dirjen EBTKE, FX Sutijastoto, meninjau langsung wilayah kerja panas bumi Sokoria yang berlokasi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (14/9). Hal tersebut guna memastikan kesiapan dan progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sokoria on track dan sesuai jadwal. Pengembangan PLTP Sokoria yang berkapasitas 30 MW merupakan salah satu proyek strategis nasional dan menjadi bagian Program 35.000 MW maupun Fast Track Programme (FTP) 10.000 MW Tahap II.

“Kita ke sini dalam rangka memastikan PLTP Sokoria COD (Commercial Operation Date) tepat waktu sesuai jadwal. Rencananya 25 Januari 2020 karena di sini (Kabupaten Ende) kan perlu listrik. Setelah dilihat, saya optimistis Sokoria ini bisa beroperasi sesuai target,” ungkap Dirjen Toto, sapaan akrab FX Sutijastoto. 

Tak hanya Dirjen EBTKE, turut hadir pada kunjungan kerja tersebut ialah Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Bupati Ende, Djafar Achmad, serta perwakilan dari PT PLN (Persero).

Pengembangan PLTP Sokoria dilaksanakan secara bertahap dengan total kapasitas 30 MW sebagai berikut.

Dirjen EBTKE Tinjau Langsung Progres PLTP Sokoria agar Sesuai JadwalIDN Times/EBTKE

1. PT SGI telah melaksanakan kegiatan pengeboran 5 sumur eksplorasi yang dipusatkan di lokasi prospek Sokoria-Mutubusa

Dirjen EBTKE Tinjau Langsung Progres PLTP Sokoria agar Sesuai JadwalIDN Times/EBTKE

PT Sokoria Geothermal Indonesia (SGI) merupakan special purpose company (SPC) yang dibentuk oleh konsorsium yang terdiri atas KS Orka Renewables Pte Ltd (Singapura) dengan saham 95%, PT Bakrie Power (Indonesia) dengan saham 3%, dan PT Energy Management Indonesia (Persero) (Indonesia) dengan saham 2%.

Saat ini, pihak pengembang PLTP, yaitu PT SGI, telah melaksanakan kegiatan pengeboran 5 sumur eksplorasi yang dipusatkan di lokasi prospek Sokoria-Mutubusa (MTB). Adapun rencana biaya untuk pengembangan proyek PLTP Sokoria hingga 30 MW mencapai US$212,85 juta dengan cakupan wilayah kerja seluas 42.570 hektare (ha).

2. Ditjen EBTKE akan mengembangkan Kabupaten Ende dan Ngada sehingga bisa menjadi Flores Geothermal Island

Dirjen EBTKE Tinjau Langsung Progres PLTP Sokoria agar Sesuai Jadwalflickr/ Gabriel ^(oo)^, creative commons

Target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan bonus produksi wilayah kerja panas bumi (WKP) Sokoria, dengan asumsi 5 MW mencapai US$199.000/tahun (iuran tetap eksploitasi), USD 110.292/tahun untuk royalti/iuran operasi produksi, dan US$22.058/tahun untuk bonus produksi (0,5% gross revenue dengan asumsi pembangkitan listrik 5 MW).

Tak hanya menyumbang penerimaan negara, melalui WKP, Sokoria juga telah direalisasikan kegiatan Community Development (Comdev) sebesar US$387.937 untuk 2017-2018. Pada 2019, rencana Comdev mencapai angka US$205.150 dengan kegiatan antara lain meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal dan peluang bisnis bagi kontraktor dan pemasok lokal, serta menambah program jangka panjang dengan fokus membantu mata pencarian masyarakat lokal.

“Pembangunan PLTP ini perlu sinergi dari beberapa pihak, mulai dari pengembang hingga pemerintah daerah. Ke depannya, Kabupaten Ende dan Ngada kita kembangkan sehingga bisa menjadi Flores Geothermal Island,” pungkas Dirjen Toto.

Topic:

  • Marwan Fitranansya

Berita Terkini Lainnya