“Mengakhiri agresi oleh musuh, jaminan konkret untuk mencegah terulangnya perang, tekad yang jelas, jaminan pembayaran kerusakan perang dan kompensasi, mengakhiri perang secara komprehensif di semua front, termasuk melawan semua kelompok perlawanan, pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz,” tulis Iran menyebutkan syaratnya mengutip akun X Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan (@IRaninSA).
5 Syarat Iran untuk Hentikan Perang, Tolak Proposal Trump

- Iran menolak proposal damai Donald Trump dan menetapkan lima syarat utama untuk menghentikan perang, termasuk penghentian agresi, jaminan keamanan, serta kompensasi kerusakan perang.
- Pemerintah Iran menegaskan hanya akan mengakhiri perang sesuai waktunya sendiri jika seluruh syarat terpenuhi, menolak pembatasan program nuklir dan pembukaan Selat Hormuz bersyarat dari AS.
- Eskalasi militer meningkat dengan serangan Iran ke beberapa target di Teluk Persia, sementara AS memperkuat kesiapan militernya dan menyatakan operasi hampir mencapai tujuan utama.
Jakarta, IDN Times - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Iran secara tegas menolak proposal damai dari Presiden Donald Trump.
Alih-alih menerima, Iran justru mengajukan lima syarat utama sebagai dasar penghentian perang. Iran bahkan menegaskan bahwa waktu berakhirnya perang akan ditentukan sepenuhnya oleh pihak Iran sendiri.
1. Lima syarat utama dari Iran

Iran menetapkan lima poin kunci sebagai syarat mutlak untuk menghentikan konflik. Syarat tersebut mencakup penghentian seluruh bentuk agresi, jaminan perang tidak akan terulang, hingga pembayaran ganti rugi perang kepada Iran.
2. Tolak proposal Trump

Pemerintah Iran menolak proposal gencatan senjata dari Trump yang mencakup pembatasan program nuklir dan pembukaan Selat Hormuz secara bersyarat. Bagi Iran, syarat tersebut tidak cukup menjamin keamanan jangka panjang.
Teheran bahkan menegaskan akan terus melancarkan serangan di kawasan tersebut.
"Iran akan mengakhiri perang pada waktu yang dipilihnya sendiri dan hanya jika kondisi yang telah ditetapkannya terpenuhi. Itu tidak akan memungkinkan Trump untuk menentukan waktu berakhirnya perang," menurut pernyataan Konsulat Jenderal Iran di Mumbai mengutip The Hill.
3. Eskalasi Militer dan kondisi terbaru

Sejauh ini, Iran telah menyerang Bandara Internasional Kuwait dan target lainnya di negara-negara Teluk Persia dan meluncurkan serangan udara ofensif di tengah jeda Presiden Trump pada hari Selasa atas serangan yang menargetkan infrastruktur energi Iran.
Iran mengatakan tuntutannya yang diajukan pada hari Rabu terpisah dari kondisi yang diajukan selama putaran kedua negosiasi di Jenewa pada 27 Februari 2026 lalu, sehari sebelum serangan dimulai, untuk membahas program nuklir negara itu. Pembicaraan dianggap progresif tetapi tidak menghasilkan kesepakatan.
Sementara itu, Amerika Serikat juga meningkatkan kesiapan militernya. Gedung Putih menyebut operasi militer hampir mencapai tujuan utama, namun tetap membuka opsi eskalasi. “Kami sangat dekat untuk mencapai tujuan utama operasi ini, dan misi militer ini terus berjalan tanpa henti,” ujar Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt.


















