Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Agar Disiplin, Mahasiswa Tiongkok Wajib Latihan Militer

Agar Disiplin, Mahasiswa Tiongkok Wajib Latihan Militer
China Daily

Pelatihan militer di Tiongkok tak hanya ditujukan kepada calon tentara, tapi juga untuk para mahasiswa tahun pertama serta calon murid sekolah menengah atas. Selain bertujuan membuat mereka punya semangat patriotisme, praktik ini juga diklaim bisa mengembangkan jiwa disiplin.

Mereka dilatih oleh militer.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170930/wamil-mahasiswa-cina-01ac867f006bb45340f870d0ea51139a.jpg

The Economist melaporkan bahwa pemandangan di mana sekitar 2.000 mahasiswa dan mahasiswi berkumpul di satu tempat, berbaris rapi dengan panduan musik ala militer sembari melihat video tank dan helikopter diputar di sekitar mereka adalah hal biasa.

Tak jarang, mereka wajib berjaga tengah malam dan harus siap mengikuti apel pagi. Tak hanya itu, sejumlah mahasiswa diperbolehkan memegang senjata militer. Meski hanya beberapa dari mereka yang diizinkan untuk menggunakan senjata tersebut. Latihan-latihan militer itu berlangsung selama dua minggu hingga dua bulan.

Beberapa pihak, termasuk mahasiswa, mempertanyakan fungsi latihan militer itu.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170930/b083fe9fe7851b0869ff0b-edef9f1d228b7df1f7b8ff5a4b21d0b9.jpg

Menurut tulisan yang dipublikasikan di The Chronicle of Higher Education, pemerintah Tiongkok mewajibkan mahasiwa untuk mengikuti latihan militer awalnya adalah agar Angkatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) bisa merekrut peserta terbaik.

Namun, seiring berjalannya waktu, pemerintah juga ingin agar generasi muda punya rasa bangga terhadap negaranya.

Tai Ming Cheung yang merupakan pakar keamanan nasional Tiongkok berkata,"Zaman dulu itu untuk menerapkan disiplin dan PLA ingin merekrut mahasiswa terbaik, tapi sekarang lebih seperti bentuk pendidikan patriotik. Seringkali ini adalah sebuah kamp yang dilebih-lebihkan."

Beberapa mahasiswa mengaku latihannya sudah tidak sekeras zaman dulu. Mereka berkata kini lebih banyak belajar tentang pembangunan karakter yang menyerupai pendidikan Marxisme. "Kami harus melakukan hal-hal yang sama terus di kelas, sungguh tidak berguna," ucap salah satu mahasiswa.

"Ini bukan waktu yang mudah untuk kami. Cuacanya sangat panas, dan ada yang sampai jatuh pingsan," ujar mahasiswa lainnya. Steve Tsang, seorang profesor dari University of Nottingham, meyakini pemerintah ingin generasi loyal kepada Partai Komunis dengan cara memberikan latihan-latihan itu.

"Itu adalah kepanjangan tangan dari pendidikan ideologis yang digerakkan Tiongkok di universitas-universitas," tegasnya. Jadi, fokus latihan militer bukan lagi soal ketahanan fisik untuk berperang, melainkan agar mereka punya rasa patriotisme dan nasionalisme.

"Tiongkok sudah memiliki tentara terbesar di dunia dan tidak benar-benar menghadapi ancaman invasi dari negara lain. Jika kamu melatih banyak anak muda agar mereka bisa lari berkilo-kilometer dan bisa memegang senjata ketika tak ada ancaman penyerangan, maka itu sangat sia-sia."

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rosa Folia
EditorRosa Folia
Follow Us

Latest in News

See More

Profil Saiful Mujani, Ilmuwan Politik Indonesia dan Pendiri SMRC

06 Apr 2026, 21:35 WIBNews