Australia Incar Kursi Anggota Tidak Tetap DK PBB 2029-2030

- Australia meluncurkan kampanye untuk kursi anggota tidak tetap DK PBB periode 2029-2030, menargetkan satu dari dua jatah kelompok WEOG setelah terakhir menjabat hingga 2014.
- Canberra ingin memperkuat diplomasi negara berkekuatan menengah serta mendorong respons atas keamanan internasional, krisis iklim, AI, keamanan siber, dan ketahanan kawasan Pasifik.
- Pemungutan suara rahasia dijadwalkan pertengahan 2028; Australia bersaing dengan Finlandia dan membutuhkan dua pertiga suara Majelis Umum PBB, atau 129 suara jika seluruh anggota memilih.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Australia resmi meluncurkan kampanye untuk mendapatkan kursi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029-2030. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan pencalonan tersebut di New York, Amerika Serikat, saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, pada Minggu (20/9/2026).
Australia membidik salah satu dari dua kursi yang dialokasikan bagi kelompok regional Eropa Barat dan Lainnya (WEOG). Jika terpilih, Australia akan kembali menjadi anggota tidak tetap DK PBB setelah masa jabatan terakhirnya berakhir pada 2014.
1. Upaya Australia memperkuat peran diplomasi di kancah global
Keikutsertaan Australia di DK PBB ditujukan untuk memberikan kontribusi dalam merumuskan respons terhadap berbagai persoalan keamanan dan perdamaian internasional. Pemerintah Australia juga menilai posisi tersebut dapat memperkuat peran negara-negara berkekuatan menengah dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Australia menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai salah satu landasan pencalonan untuk periode 2029-2030. Pemerintah menyatakan kehadiran di DK PBB akan memberi ruang bagi Australia untuk terlibat dalam pembahasan isu keamanan internasional dan persoalan yang berdampak pada kawasan.
2. Fokus penanganan krisis iklim dan tata kelola teknologi
Perubahan iklim dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi sejumlah isu yang ingin diangkat Australia dalam kampanye pencalonannya. Canberra juga menyoroti keamanan siber serta ketahanan kawasan Pasifik sebagai bagian dari agenda yang ingin diperjuangkan melalui keterlibatan internasional.
Pemerintah Australia menilai berbagai persoalan global dapat berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat di dalam negeri. Karena itu, Canberra menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam kerja sama internasional untuk menangani isu keamanan, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi.
“Keterlibatan dengan dunia internasional sangat penting karena memberi dampak nyata terhadap biaya hidup dan cara hidup masyarakat Australia,” kata Perdana Menteri Anthony Albanese, dilansir The Guardian.
3. Syarat kemenangan pemilu
Australia bersaing di kelompok WEOG untuk memperebutkan salah satu dari dua kursi anggota tidak tetap DK PBB. Sejauh ini, Finlandia menjadi satu-satunya negara lain dalam kelompok tersebut yang telah mengajukan pencalonan untuk periode 2029-2030.
Pemilihan dijadwalkan berlangsung melalui pemungutan suara rahasia pada pertengahan 2028. Untuk terpilih, sebuah negara harus memperoleh sedikitnya dua pertiga suara negara anggota Majelis Umum PBB yang memberikan suara. Jika seluruh 193 negara anggota memberikan suara, ambang batasnya adalah 129 suara.
“Saya mengharapkan dukungan yang sangat kuat dari negara-negara kepulauan Pasifik dan Asia Tenggara,” kata Albanese.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















