Bangunan Runtuh di Maroko, 15 Orang Tewas

- Bangunan empat lantai di Kota Fez runtuh pada 20 Mei 2026, menewaskan 15 orang dan melukai lima lainnya saat sebagian besar penghuni berada di dalam gedung.
- Penyelidikan menunjukkan bangunan tersebut berdiri tanpa izin resmi, memicu perhatian terhadap banyaknya bangunan tua tidak aman di kota besar seperti Fez dan Casablanca.
- Pemerintah mengosongkan gedung sekitar lokasi untuk mencegah korban tambahan, sementara CNDH mendesak aturan lebih ketat soal pengawasan kualitas bangunan di Maroko.
Jakarta, IDN Times - Sebuah bangunan tempat tinggal empat lantai di Kota Fez, Maroko, runtuh pada Rabu malam (20/5/2026) waktu setempat. Insiden ini mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka.
Bangunan yang berlokasi sekitar 200 kilometer di sebelah timur Ibu Kota Rabat tersebut runtuh saat sebagian besar penghuninya sedang berada di dalam. Tim penyelamat gabungan dari berbagai instansi bersiaga dan melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian.
1. Proses pencarian dan evakuasi korban
Pada awal kejadian di distrik Ain Naqbi, media setempat sempat melaporkan adanya empat korban jiwa. Namun, angka tersebut terus bertambah seiring berjalannya proses pembongkaran puing-puing di lapangan. Warga sekitar turut membantu tim penyelamat dengan peralatan sederhana untuk mencari penghuni yang mungkin masih tertimbun.
Seluruh korban luka telah dievakuasi ke Rumah Sakit Universitas Hassan II di Fez untuk mendapatkan perawatan medis, dengan beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
"Jumlah korban meninggal akibat bangunan runtuh di kota ini bertambah menjadi 15 orang dan korban luka menjadi lima orang," kata Pejabat Pemerintah Kota Fez, dilansir Arab News.
2. Penyelidikan hukum dan temuan bangunan tanpa izin
Kejaksaan Fez telah memulai penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti runtuhnya bangunan tersebut. Jaksa Penuntut Umum menegaskan bahwa pihaknya akan mencari dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti bersalah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Menteri Perumahan Maroko, Adib Benbrahim, mengungkapkan bahwa bangunan nahas tersebut didirikan tanpa izin resmi. Ia menyebut insiden ini menyoroti masalah banyaknya bangunan tua yang tidak aman di kota-kota besar seperti Fez dan Casablanca. Meski pemerintah telah mendata dan berupaya memperbaiki bangunan tidak layak huni sejak tahun 2010, Benbrahim mengakui masih banyak bangunan berbahaya yang belum masuk ke pendataan resmi.
3. Pemerintah mengosongkan gedung-gedung yang berada di sekitar lokasi kejadian
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah langsung mengosongkan gedung-gedung yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah jatuhnya korban tambahan. Tim pemadam kebakaran dan petugas perlindungan sipil juga dikerahkan secara penuh untuk mengamankan area.
Merespons kejadian ini, Dewan Nasional Hak Asasi Manusia (CNDH) Maroko mendesak pemerintah untuk menerapkan aturan nasional yang lebih ketat terkait pengawasan kualitas bangunan. CNDH menyarankan pembentukan tim khusus yang bisa bertindak cepat setiap kali ada laporan mengenai bangunan retak atau rusak.
Kejadian bangunan runtuh ini tercatat bukan yang pertama kali di kota Fez. Sebelumnya pada Desember 2025, insiden serupa menimpa dua bangunan tempat tinggal dan mengakibatkan 22 orang meninggal dunia akibat penambahan lantai secara ilegal dan kualitas bahan bangunan yang di bawah standar keamanan.

















