Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Seorang Tentara AS yang Hilang di Maroko Ditemukan Tewas

Seorang Tentara AS yang Hilang di Maroko Ditemukan Tewas
ilustrasi tentara (unsplash.com/israel_palacio)
Intinya Sih
  • Militer AS mengonfirmasi Letnan Satu Kendrick Lamont Key Jr. ditemukan tewas di pantai Maroko setelah hilang saat latihan gabungan African Lion 26.
  • Key, perwira muda asal Virginia, dikenal berdedikasi tinggi dan pernah menerima Medali Pencapaian Angkatan Darat sebelum insiden tragis tersebut.
  • Latihan African Lion 26 melibatkan lebih dari tujuh ribu personel dari 30 negara untuk memperkuat kerja sama militer antara AS, sekutu NATO, dan mitra Afrika.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Militer Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi penemuan jenazah Letnan Satu Kendrick Lamont Key Jr. di lepas pantai Samudra Atlantik pada Minggu (10/5/2026). Prajurit berusia 27 tahun itu sebelumnya dilaporkan hilang bersama satu rekannya saat mengikuti latihan militer gabungan di Maroko.

Tim pencari dari militer Maroko menemukan jasad Key di tepi pantai pada pukul 08.55 waktu setempat. Lokasi penemuan jenazah berjarak sekitar 1,6 kilometer dari titik awal hilangnya korban.

1. Hilang saat rekreasi mendaki bukit

ilustrasi bukit
ilustrasi bukit (unsplash.com/Robert Haverly)

Insiden nahas ini bermula ketika Key dan rekannya sedang mendaki bukit untuk melihat matahari terbenam di luar jam dinas. Salah satu dari mereka yang diketahui tidak bisa berenang kemudian terpeleset dan jatuh ke dalam laut.

Para prajurit lain di lokasi sempat mencoba menolong dengan membuat rantai manusia dari sabuk celana, tetapi upaya tersebut gagal. Rekan lainnya yang nekat ikut melompat ke laut untuk menyelamatkan korban langsung terhempas oleh ombak besar.

Militer AS dan Maroko masih terus mencari keberadaan satu prajurit lain yang identitasnya belum diungkapkan ke publik. Operasi pencarian mengandalkan kapal fregat, helikopter, dan pantauan pesawat nirawak (drone).

Lebih dari seribu personel dari kalangan sipil maupun militer telah dikerahkan ke lapangan dalam misi pencarian ini. Mereka fokus menyisir berbagai area di sekitar pusat latihan Cap Draa yang didominasi oleh medan pegunungan dan gurun.

2. Profil Letnan Satu Kendrick Lamont Key Jr

ilustrasi tentara AS
ilustrasi tentara AS (unsplash.com/Daniel)

Key yang berasal dari Richmond, Virginia, memulai perjalanan karier kemiliterannya pada 2023. Ia kemudian meraih pangkat perwira melalui pendidikan di Sekolah Kandidat Perwira setahun setelahnya.

Key memegang peranan sebagai seorang komandan pleton artileri pertahanan udara sejak 2025. Ia mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk bertugas di Batalyon ke-5, Resimen Artileri Pertahanan Udara ke-4.

Selama masa tugasnya, prajurit muda ini telah dianugerahi berbagai penghargaan termasuk Medali Pencapaian Angkatan Darat. Komandannya mengenang Key sebagai sosok pemimpin inspirasional yang selalu menunjukkan kepedulian terhadap para bawahannya.

"Keluarga besar Komando Pertahanan Udara dan Rudal Angkatan Darat ke-10 sedang berduka, dan kami akan terus saling mendukung dalam masa sulit ini. Hati kami selalu bersama keluarga, teman, rekan satu timnya, dan semua orang yang mengenal serta bertugas bersamanya," ujar Brigjen Curtis King, dilansir BBC.

3. AS gelar latihan militer African Lion di Maroko

bendera Maroko
bendera Maroko (unsplash.com/Afker Moiz)

Kedua prajurit AS yang hilang sebenarnya sedang berpartisipasi dalam agenda tahunan African Lion 26. Acara ini merupakan program latihan militer gabungan pimpinan AS yang paling besar di benua Afrika.

Lebih dari tujuh ribu personel keamanan telah bergabung dalam pelaksanaan operasi latihan tahun ini. Seluruh peserta datang dari 30 negara berbeda yang ditempatkan di wilayah Maroko, Tunisia, Ghana, dan Senegal.

"Tuan rumah Maroko telah menyediakan setiap aset yang kami minta dan keahlian luar biasa, mulai dari tim pendaki gunung dan penyelam hingga aset maritim. Kami sangat berterima kasih atas upaya yang terus mereka curahkan saat kami mencari satu prajurit kami yang tersisa," tutur komandan USAREUR-AF, Jenderal Christopher Donahue, dilansir USA Today.

Kegiatan utama dari latihan di Maroko telah berlangsung sejak tanggal 27 April lalu. Program ini bertujuan untuk memperkuat sistem kerja sama antara pasukan AS, sekutu NATO, dan berbagai mitra di Afrika.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More