Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bencana Salju dan Hujan Lebat Tewaskan 61 Orang di Afghanistan

Bendera Afghanistan (unsplash.com/Farid Ershad)
Bendera Afghanistan (unsplash.com/Farid Ershad)
Intinya sih...
  • Badai salju dan hujan lebat sebabkan 61 orang tewas dan ratusan rumah rusak
  • Salju tebal tutup jalan utama dan putuskan aliran listrik di belasan provinsi
  • Otoritas menghimbau warga agar menghindari perjalanan di tengah bencana salju
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Salju deras dan hujan lebat yang melanda Afghanistan dalam tiga hari terakhir menyebabkan 61 orang tewas, menurut laporan Otoritas Manajemen Bencana Nasional Afghanistan (ANDMA), pada Sabtu (24/1/2026). Bencana cuaca ekstrem ini juga menyebabkan terputusnya akses jalan utama dan jaringan listrik di sejumlah provinsi.

Korban jiwa dilaporkan berasal dari wilayah tengah dan utara Afghanistan, dengan kejadian berlangsung antara Rabu (21/1/2026) hingga Jumat (23/1/2026). ANDMA masih melakukan pendataan tambahan terhadap korban dan kerusakan infrastruktur, sementara tim penyelamat berupaya menyalurkan bantuan ke daerah yang terisolasi akibat salju tebal.

1. Badai salju dan hujan lebat sebabkan 61 orang tewas dan ratusan rumah rusak

ANDMA melaporkan bahwa 61 orang tewas dan 110 lainnya terluka akibat salju lebat dan hujan deras yang melanda negara itu dalam tiga hari terakhir. Bencana ini juga merusak sekitar 458 rumah, baik sebagian maupun seluruhnya, di 15 dari total 34 provinsi. Sekitar 360 keluarga dilaporkan terdampak langsung, sementara ribuan ternak mati akibat cuaca ekstrem.

Sebagian besar korban meninggal karena runtuhnya atap rumah, longsor salju, dan paparan suhu dingin ekstrem yang mencapai di bawah nol derajat Celsius. Di provinsi selatan Kandahar, otoritas darurat melaporkan enam anak meninggal dunia setelah atap rumah mereka ambruk akibat angin kencang dan hujan lebat.

Juru bicara ANDMA, Yousaf Hammad, mengatakan bahwa jumlah korban masih bersifat awal dan dapat berubah seiring proses survei dan penilaian lanjutan.

“Angka-angka ini bersifat sementara, tim kami masih melakukan penilaian di berbagai wilayah,” ujarnya, dilansir Le Monde.

2. Salju tebal tutup jalan utama dan putuskan aliran listrik di belasan provinsi

Salju tebal akibat badai musim dingin menutup Jalan Raya Salang, jalur utama yang menghubungkan wilayah utara dengan bagian tengah Afghanistan, menurut otoritas provinsi Parwan. Akibatnya, ratusan wisatawan dan pengendara terjebak di jalur pegunungan Bamyan, di mana otoritas setempat mulai menyalurkan bantuan makanan darurat.

Selain gangguan transportasi, badai juga merusak infrastruktur energi penting. Garis transmisi listrik dari Uzbekistan putus pada Kamis (22/1/2026), menyebabkan aliran listrik terhenti di hampir 12 provinsi.

Juru bicara perusahaan listrik nasional Afghanistan, Da Afghanistan Breshna Sherkat (DABS), Mohammad Sadiq, mengatakan bahwa tim perbaikan telah disiapkan, tetapi belum dapat mencapai lokasi karena jalur Salang tertutup salju tebal. Pemerintah daerah masih berupaya membuka akses jalan untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik.

3. Otoritas menghimbau warga agar menghindari perjalanan di tengah bencana salju

ANDMA mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak di wilayah bersalju setelah badai musim dingin memutus jalur utama dan menimbulkan ratusan korban. Peringatan tersebut disampaikan melalui pesan video resmi juru bicara lembaga tersebut.

Menurut ANDMA, sebagian besar korban meninggal akibat runtuhnya atap rumah, longsor salju, dan kedinginan ekstrem. Tim penilaian lapangan masih terus mengumpulkan data dari wilayah-wilayah terpencil yang sulit dijangkau karena infrastruktur rusak dan akses terputus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Badai Musim Dingin Lumpuhkan 2 Pertiga Wilayah Amerika Serikat

27 Jan 2026, 01:09 WIBNews