"Waktunya telah tiba. Sudah menjadi kewajiban saya untuk berdiri bersama rakyat saya. Kita perlu bersama, saling merangkul, menangis dan berduka bersama, tetapi juga saling memberi kekuatan di masa-masa sulit ini,” kata Machado dalam sebuah video yang diunggah di media sosial X, Senin (29/6/2026), seperti dikutip Anadolu Agency.
Pemimpin Oposisi Venezuela Segera Pulang buat Bantu Korban Gempa

- Maria Corina Machado, pemimpin oposisi Venezuela dan peraih Nobel Perdamaian 2025, berencana pulang dari Panama untuk membantu korban gempa meski dilarang pemerintah.
- Machado menuduh Pejabat Presiden Delcy Rodriguez menghalangi masuknya bantuan internasional dan relawan yang ingin menolong korban bencana di Venezuela.
- Gempa di Venezuela menewaskan 1.719 orang, melukai lebih dari 5.000, serta membuat puluhan ribu hilang; bantuan internasional mulai berdatangan termasuk dari Amerika Serikat.
Jakarta, IDN Times - Pemimpin oposisi Venezuela sekaligus pemenang hadiah nobel perdamaian 2025, Maria Corina Machado, dikabarkan akan segera pulang dari Panama ke negaranya untuk membantu korban gempa. Namun, Machado tidak menjelaskan kapan dirinya akan pulang ke Venezuela.
1. Machado dilarang pulang ke Venezuela

Saat ini, Machado sedang berada di Panama. Machado tidak boleh kembali ke Venezuela oleh Pejabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, karena dinilai terlalu berseberangan dengan pemerintah. Namun, Machado menegaskan dirinya akan segera pulang ke Venezuela untuk membantu korban gempa. Machado menambahkan, perbedaan pandangan politik tidak akan membuat dirinya gagal melakukan bantuan kemanusiaan untuk warganya sendiri.
“Saudara-saudari Venezuela yang terkasih, saya berada di Kota Panama, dari mana saya berencana untuk melakukan perjalanan ke Venezuela. Rezim tersebut menutup wilayah udara negara kami untuk mencoba mencegah saya masuk,” jelas Machado.
2. Machado menyebut Rodriguez menghalangi bantuan internasional

Dalam pernyataannya, Machado juga menyebut Rodriguez telah menghalangi bantuan internasional untuk korban gempa di Venezuela. Sebab, menurutnya, Rodriguez telah memberlakukan aturan yang membuat relawan dan bantuan internasional sulit masuk ke Venezuela.
“Rezim tersebut ingin menghalangi ribuan warga negara yang ingin pergi dan membantu Venezuela. Sama seperti mereka telah mencoba menghalangi kerja keras ribuan warga yang mendistribusikan makanan dan obat-obatan di seluruh negeri dan sama seperti mereka telah menghalangi perjalanan tim penyelamat internasional yang terdampar di bandara,” lanjut Machado.
3. Korban tewas imbas gempa Venezuela sudah tembus 1.719 orang

Saat ini, korban tewas imbas gempa di Venezuela sudah tembus 1.719 orang. Sementara itu, 5.034 orang lainnya dilaporkan luka-luka. Di sisi lain, sekitar 68.000 orang kini masih dinyatakan hilang. Mereka diduga tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur akibat gempa.
Saat ini, bantuan internasional dari sejumlah negara untuk korban gempa di Venezuela mulai berdatangan. Pemerintah Venezuela juga sudah membuka kembali Pelabuhan La Guaira untuk mempermudah akses masuk bantuan dari sejumlah negara. Awalnya, pelabuhan itu ditutup karena sedang dalam perbaikan. Namun, kini perbaikan sudah rampung.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga sudah mengirim kapal, helikopter, dan sejumlah pesawat untuk membantu mengirim bantuan dan mencari korban gempa di Venezuela. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus membantu Venezuela sampai semuanya selesai.
















