Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dalai Lama Menangkan Grammy, China: Manipulasi Politik!

Pemimpin spiritual agama Buddha Tibet, Dalai Lama. (x.com/DalaiLama)
Pemimpin spiritual agama Buddha Tibet, Dalai Lama. (x.com/DalaiLama)
Intinya sih...
  • Dalai Lama memenangkan Grammy Awards untuk rekaman buku audio terbaik.
  • China menentang penghargaan tersebut dan menyebut Dalai Lama sebagai pengasingan politik.
  • China menuntut pengganti Dalai Lama ditentukan oleh pemerintah, menimbulkan ketegangan baru dengan Beijing.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemimpin spiritual Buddha Tibet yang diasingkan, Dalai Lama ke-14, telah memenangkan Grammy Awards untuk rekaman buku audio, narasi, dan penceritaan terbaik.

Penghargaan tersebut didapatnya atas pengakuan dalam buku audio berjudul 'Meditations: The Reflection of His Holiness The Dalai Lama'. Dalam karyanya itu, ia membahas 10 tema, termasuk harmoni dan perdamaian dalam bahasa Inggris, disertai musik latar.

Para pemenang penghargaan paling bergengsi di industri musik Amerika Serikat, diumumkan selama Grammy Awards ke-68 di Los Angeles pada 1 Februari 2026, dilansir NHK News pada Senin (2/2/2026).

1. Dalai lama menyebut penghargaan tersebut sebagai rasa syukur

Dalam sebuah pernyataan setelah kemenangannya, Dalai Lama mengatakan ia percaya bahwa perdamaian, kasih sayang, kepedulian terhadap lingkungan, dan pemahaman tentang kesatuan umat manusia sangat penting bagi setiap orang.

Peraih Nobel Perdamaian itu juga mengungkapkan rasa syukurnya bahwa pengakuan Grammy dapat membantu menyebarkan pesan tersebut.

"Saya tidak melihatnya sebagai sesuatu yang bersifat pribadi, melainkan sebagai pengkauan atas tanggung jawab universal kita bersama," kata Dalai Lama dalam sebuah pesan di media sosial.

Penghargaan itu diterima atas namanya oleh musisi Rufus Wainwright, yang merupakan salah satu artis yang tampil dalam buku audio tersebut.

2. China bereaksi terhadap kemenangan Dalai Lama

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian. (x.com/SpoxCHN_LinJian)
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian. (x.com/SpoxCHN_LinJian)

Terkait penghargaan Grammy yang dimenangkan oleh Dalai Lama, China bereaksi keras. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyebutnya sebagai seorang pengasingan politik yang terlibat dalam kegiatan separatis anti-China dengan kedok agama.

"Kami dengan tegas menentang pihak-pihak terkait yang menggunakan penghargaan seni sebagai alat manipulasi politik anti-China. Posisi ini konsisten dan jelas," ujar Lin dalam konferensi pers pada 2 Februari 2026, dikutip dari BBC.

Dalai Lama ke-14 telah hidup dalam pengasingan dari tanah kelahirannya di Tibet sejak 1959. Laki-laki berusia 90 tahun itu dikecam sebagai pemberontak dan separatis oleh Beijing.

Saat ini, ia tinggal di Dharamshala, India, karena takut akan keselamatannya setelah pasukan China menumpas pemberontakan. Ia telah berkampanye untuk otonomi yang lebih besar bagi Tibet. Namun, Beijing menganggap wilayah tersebut sebagai bagian integral dari China.

3. Menurut China, pengganti Dalai Lama harus ditentukan oleh pemerintah

Bendera Tiongkok. (Unsplash.com/Macau Photo Agency)
Bendera Tiongkok. (Unsplash.com/Macau Photo Agency)

Tahun lalu, Dalai Lama mengonfirmasi rencananya menunjuk penggantinya. Hal ini memicu ketegangan baru dengan Beijing.

Dalam tradisi Buddha Tibet, Dalai Lama bereinkarnasi setelah wafat berdasarkan adat spiritual, bukan otoritas politik. Ia sebelumnya menyatakan reinkarnasinya akan terjadi di dunia bebas di luar China. Namun, Beijing menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa pergantian harus sesuai hukum China, serta disetujui pemerintah.

Hal ini kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga TIbet di pengasingan bahwa Negeri Tirai Bambu akan menunjuk Dalai Lama versi sendiri. Langkah ini dianggap akan memperkuat kendali atas Tibet, yang didudukinya sejak 1950.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Perkuat Identitas, Bogor Menuju Kota Gastronomi Unesco

07 Feb 2026, 07:00 WIBNews