Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dukung Iran, Spanyol Larang Jet Tempur AS Masuk Wilayah Udaranya

Dukung Iran, Spanyol Larang Jet Tempur AS Masuk Wilayah Udaranya
potret bendera Spanyol (pexels.com/Antonio Garcia Prats)
Intinya Sih
  • Pemerintah Spanyol melarang jet tempur AS yang terlibat dalam serangan ke Iran memasuki wilayah udaranya, menegaskan sikap menentang perang yang dianggap ilegal dan tidak adil.
  • Spanyol juga menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militernya di Rota dan Moron, memperkuat komitmen agar tidak ikut berpartisipasi dalam konflik tersebut.
  • Inggris mengizinkan penggunaan pangkalan militernya oleh AS namun menegaskan tidak akan terlibat langsung, serta mendorong penyelesaian damai antara AS dan Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Spanyol melarang jet-jet tempur milik Amerika Serikat yang terlibat dalam serangan ke Iran untuk masuk wilayah udaranya. Larangan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, pada Senin (30/3/2026).

Dalam pernyataannya, Robles mengatakan, langkah ini diambil untuk memperkuat posisi Spanyol sebagai negara yang menentang serangan AS dan Israel ke Iran. Ia juga menegaskan, spanyol tidak akan ikut campur membantu kedua negara tersebut untuk menyerang Iran dengan alasan apa pun. 

“Kami tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer maupun penggunaan wilayah udara untuk tindakan yang terkait dengan perang di Iran.  Saya pikir, semua orang tahu posisi Spanyol. Itu sangat jelas. Perang ini sangat ilegal dan sangat tidak adil,” ujar Robles, seperti dilansir The Guardian.

1. Hubungan Spanyol dengan AS makin renggang

Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
potret bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Tim Mossholder)

Sejumlah media menilai, larangan ini akan membuat hubungan Spanyol dengan AS makin renggang. Terlebih, hubungan antara kedua negara sebetulnya juga sudah mulai renggang sejak Donald Trump menjabat lagi sebagai presiden AS pada Januari 2025 lalu. 

Kendati begitu, Spanyol tetap kukuh pendirian. Mereka tetap akan melarang jet-jet tempur AS yang menyerang Iran untuk memasuki dan melewati wilayah udaranya.   

“Keputusan ini adalah bagian dari keputusan yang telah dibuat oleh pemerintah Spanyol untuk tidak berpartisipasi atau berkontribusi pada perang yang dimulai secara sepihak dan bertentangan dengan hukum internasional,” kata Menteri Perekonomian Spanyol, Carlos Cuerpo. 

2. Spanyol juga melarang AS untuk menggunakan pangkalan militernya

Pangkalan militer.
ilustrasi pangkalan militer (pexels.com/Thang Cao)

Sebelum ini, Spanyol juga sudah menolak permintaan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran. Padahal, AS sebetulnya sudah yakin Spanyol bakal memberi lampur hijau agar mereka menggunakan pangkalan militernya. Sebab, negara Eropa lainnya, Inggris, telah mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran. 

“Kami telah menolak penggunaan pangkalan (militer) di Rota dan Moron (de la Frontera) oleh AS dalam perang ilegal ini. Semua rencana penerbangan yang terkait dengan perang di Iran telah ditolak, termasuk penerbangan pengisian bahan bakar,” kata Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez.

3. Inggris menegaskan tidak akan terlibat langsung dalam serangan AS ke Iran

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, sedang berpidato.
potret Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (flickr.com/Simon Dawson via commons.wikimedia.org/Simon Dawson)

Meski telah mengizinkan AS untuk memakai pangkalan militernya, Inggris menegaskan tidak akan terlibat langsung dalam serangan ke Iran. Menurut keterangan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, Inggris hanya akan membantu dari balik layar.

Di sisi lain, Inggris tetap mendukung AS dan Iran untuk menyelesaikan perang dengan cara damai. Sebab, Inggris menilai cara tersebut akan lebih efektif untuk menyelesaikan konflik daripada menggunakan kekuatan militer. 

"Saya akan selalu membuat keputusan demi kepentingan nasional. Itulah mengapa kita tidak terseret ke dalam konflik Timur Tengah dan mengapa kita berjuang untuk melindungi standar hidup Anda," kata Starmer dalam unggahan di X pada Senin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More