Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rencanakan Pembunuhan, AS Dakwa 5 Agen Sindikat Intelijen Rusia

2 min read
Rencanakan Pembunuhan, AS Dakwa 5 Agen Sindikat Intelijen Rusia
Ilustrasi pengadilan (magnific.com/fabrikasimf)
  • Departemen Kehakiman AS mendakwa lima agen yang terafiliasi intelijen Rusia atas pendanaan terorisme lintas negara; seluruh terdakwa buron dan diduga berada di luar AS.
  • Yuri Khrameev, Kirill Khrameev, Yaidel Delgado Suarez, Angel Eduardo Castro, dan Oemis Romagoza Durruthy dituduh menjalankan pengintaian, perekrutan, serta rencana pembunuhan pembangkang Rusia.
  • Jaringan ini juga diduga merencanakan sabotase di Eropa, termasuk serangan bom molotov dan pembakaran fasilitas, dengan pendanaan kripto; FBI bersama mitra internasional menggagalkan aksi tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mendakwa lima agen yang terafiliasi dengan intelijen Rusia di Pengadilan Distrik New York. Sindikat ini dituduh melakukan pengintaian, rekrutmen, hingga merencanakan pembunuhan terhadap sejumlah tokoh pembangkang.

Seluruh terdakwa saat ini berstatus buron dan diyakini bersembunyi di luar wilayah AS. Penyelidikan lintas negara terus digencarkan untuk melacak keberadaan para pelaku demi menjamin keselamatan masyarakat.

  1. 1. Identitas dan dakwaan hukum terhadap lima terdakwa

    Terdakwa utama dalam kasus ini adalah mantan kolonel intelijen Rusia, Yuri Khrameev, dan putranya, Kirill Khrameev, yang merupakan perwira Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB). Tiga terdakwa lainnya terdiri dari dua warga negara Kuba, Oemis Romagoza Durruthy dan Yaidel Delgado Suarez, serta seorang warga negara Venezuela, Angel Eduardo Castro.

    Kelima pelaku dijerat dengan dakwaan pendanaan terorisme lintas negara dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Khusus untuk Yuri, Suarez, dan Castro, jaksa menambahkan dakwaan konspirasi pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman tambahan 10 tahun penjara.

    "Para terdakwa berkonspirasi memicu kekacauan di berbagai negara, termasuk di Amerika Serikat," kata Jaksa Federal Jamie McDonald, dikutip dari The Moscow Times.

  2. 2. Rencana pembunuhan pembangkang Rusia di Amerika Serikat

    Suarez dan Castro diketahui mendekati seorang warga Venezuela di Brooklyn, New York, untuk memata-matai tokoh pembangkang Rusia di Washington D.C. Informan tersebut ditawari imbalan awal 1.000 hingga 1.500 dolar AS (Rp17,81 juta-Rp26,71 juta) untuk memotret dan merekam video kediaman target.

    Setelah dokumentasi dikirimkan, pelaku menaikkan tawaran menjadi 40 ribu dolar AS (Rp712,52 juta) untuk mengeksekusi korban. Namun, informan tersebut menolak, sehingga komplotan ini mencari pembunuh bayaran lain dari Meksiko dan AS.

    "Jaringan pembunuhan ini berusaha merekrut warga lokal maupun asing untuk membunuh atas perintah Kremlin," ujar Asisten Jaksa Agung John A. Eisenberg, dilansir CBS News.

  3. 3. Misi sabotase dan penyerangan sekutu Ukraina di Eropa

    Jaringan Khrameev juga merencanakan serangkaian kejahatan terhadap para penentang rezim Moskow di Eropa. Yuri dan putranya sempat menawarkan 25 ribu dolar AS (Rp445,32 juta) kepada seorang warga AS di perbatasan Estonia untuk membunuh seorang pembangkang di Lithuania.

    Ketika rencana pembunuhan tersebut ditolak, para pelaku beralih ke taktik sabotase dengan melempar bom molotov ke fasilitas listrik dan gudang logistik. Sementara itu, Romagoza Durruthy bertugas mendanai aksi pembakaran armada bus dan stasiun radio di Praha serta Lithuania menggunakan mata uang kripto.

    "Dakwaan ini merupakan hasil kerja keras FBI dan mitra internasional untuk menggagalkan kekerasan oleh intelijen asing," kata Asisten Direktur FBI Darren B. Cox.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More