Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Flu Burung Meluas ke Kathmandu, Nepal Musnahkan Ratusan Ribu Unggas

Flu Burung Meluas ke Kathmandu, Nepal Musnahkan Ratusan Ribu Unggas
Ilustrasi unggas (Unsplash.com/Levi Meir Clancy)
Intinya Sih
  • Pemerintah Nepal menetapkan karantina dan memusnahkan lebih dari 650 ribu ayam, satu juta telur, serta ratusan ton pakan untuk menghentikan penyebaran flu burung di Kathmandu.
  • Kebun binatang utama di Kathmandu ditutup total setelah puluhan satwa, termasuk burung pemangsa dan seekor macan tutul, mati akibat paparan virus flu burung.
  • Otoritas mengonfirmasi penyebaran ke 11 distrik tanpa kasus pada manusia, dengan burung gagak liar diidentifikasi sebagai faktor utama penularan antarwilayah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Nepal mengambil langkah cepat untuk menangani wabah flu burung yang telah mencapai ibu kota Kathmandu. Otoritas setempat mengonfirmasi perluasan penularan virus ini pada Rabu (1/7/2026).

Sebagai tindakan darurat, karantina dan pemusnahan massal segera dilakukan di berbagai peternakan yang terdampak. Langkah tersebut diambil untuk memutus rantai penularan dan menjaga keamanan pangan masyarakat.

1. Pemusnahan massal unggas terdampak wabah

Otoritas Nepal telah memusnahkan 658.313 ekor ayam di berbagai peternakan komersial. Petugas juga menghancurkan lebih dari satu juta butir telur dan sekitar 222 ton pakan ternak yang terindikasi terpapar virus.

Pemerintah juga memperketat pengawasan di sepanjang perbatasan dengan India untuk mencegah penyelundupan. Langkah ini penting karena Nepal secara resmi tidak mengimpor daging unggas dari luar negeri.

Dampak ekonomi akibat wabah ini terus meningkat, terutama di kawasan padat penduduk seperti Lembah Kathmandu.

"Wabah ini sudah bisa dikendalikan di wilayah lain, kecuali di Lembah Kathmandu yang kondisinya cukup parah," ujar juru bicara Departemen Layanan Peternakan, Mukul Upadhyaya.

2. Penutupan total kebun binatang di Kathmandu

Satu-satunya kebun binatang di Nepal yang berada di kota Kathmandu ditutup total sejak 19 Juni 2026. Penutupan dilakukan setelah hasil laboratorium memastikan adanya paparan virus flu burung di area tersebut.

Sedikitnya 40 ekor satwa dilaporkan mati akibat virus ini. Hewan yang terdampak didominasi oleh burung pemangsa dan mamalia karnivora, seperti burung hering, burung hantu, bebek, kucing kuwuk, hingga seekor macan tutul.

Saat ini, petugas kesehatan hewan terus mengisolasi kandang dan merawat satwa yang bergejala hingga kondisi lingkungan kembali steril.

"Sejumlah burung dan hewan telah tertular, sehingga kebun binatang ini ditutup sampai virus benar-benar terkendali," kata juru bicara Central Zoo, Ganesh Koirala, dilansir The Star.

3. Burung gagak liar jadi faktor penyebaran

Kasus flu burung pertama di Nepal pada tahun ini terdeteksi pada pertengahan Maret dan kini telah meluas ke 11 dari 77 distrik. Meski demikian, otoritas medis memastikan belum ada kasus penularan dari unggas ke manusia.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak langsung dengan unggas yang sakit. Di sisi lain, para ahli mengidentifikasi burung gagak liar sebagai faktor utama yang mempercepat penyebaran virus.

Bangkai burung gagak yang terinfeksi ditemukan di beberapa lokasi. Kotoran burung liar ini diduga telah mencemari pakan dan air unggas domestik, termasuk di area kebun binatang.

"Kami khawatir karena banyak burung gagak mati akibat virus ini. Mengendalikan penyebarannya sulit karena burung gagak bebas terbang di alam liar," tutur Direktur Jenderal Departemen Layanan Peternakan, Umesh Dahal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More