Denmark Salurkan Bantuan Militer Senilai Rp12 T ke Ukraina

- Denmark mengumumkan paket bantuan militer ke-30 senilai Rp12 triliun untuk memperkuat pertahanan dan kemampuan tempur jangka panjang Ukraina di medan perang.
- Sekitar Rp3,55 triliun dari total bantuan disalurkan melalui 'Model Denmark' guna mendukung produksi senjata lokal Ukraina seperti drone dan artileri secara mandiri.
- Total bantuan Denmark sejak 2022 mencapai Rp209,81 triliun, menjadikannya salah satu donor terbesar per kapita dan memperkuat posisi diplomatik Ukraina di kancah internasional.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Denmark resmi mengumumkan paket bantuan militer ke-30 untuk Ukraina senilai 4,4 miliar krona (Rp12 triliun), pada Selasa (30/6/2026). Bantuan ini diberikan untuk mendukung pertahanan militer Ukraina di medan perang.
Denmark menjadi salah satu sekutu yang aktif menyalurkan bantuan ke Kiev. Paket bantuan terbaru ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan tempur jangka panjang tentara Ukraina di kawasan Eropa.
1. Prioritas pengadaan amunisi artileri jarak jauh
Dana bantuan tersebut difokuskan untuk pengadaan persenjataan berat, amunisi taktis, dan peralatan tempur. Selain itu, Denmark juga membiayai perluasan program pelatihan militer bagi tentara Ukraina.
Sebagian besar anggaran dialokasikan untuk membeli amunisi artileri jarak jauh yang dibutuhkan di garis depan. Pasokan ini sangat penting untuk menjaga pertahanan pasukan dan mengisi kembali persediaan amunisi yang menipis.
"Pertahanan Eropa dimulai dari Ukraina. Karena itu, pemerintah berkomitmen membantu Ukraina agar berada dalam posisi yang kuat," ujar Menteri Pertahanan Denmark, Jeppe Bruus, dikutip dari Interfax Ukraine.
2. Investasi langsung di industri pertahanan Ukraina
Sekitar 1,3 miIiar krona (Rp3,55 triliun) dari total bantuan disalurkan melalui mekanisme khusus bernama "Model Denmark". Melalui skema ini, Denmark memberikan modal langsung kepada industri pertahanan di dalam negeri Ukraina.
Cara tersebut dinilai efektif mempercepat proses produksi karena lokasi pabrik senjata berada lebih dekat dengan area pertempuran. Langkah ini juga memangkas waktu pengiriman logistik jika dibandingkan dengan mengirim pasokan dari luar negeri.
Dengan modal ini, Ukraina bisa memproduksi drone dan artileri secara mandiri sesuai dengan situasi perang terkini. Di sisi lain, Denmark juga dapat mempelajari keahlian taktis langsung dari militer setempat.
"Pada saat yang sama, kami juga harus belajar dari warga Ukraina untuk memperkuat kemampuan tempur Denmark," kata Bruus.
3. Dampak bantuan terhadap posisi negosiasi Ukraina
Sejak tahun 2022, total bantuan militer Denmark untuk Ukraina telah mencapai 76,8 miIiar krona (Rp209,81 triliun). Jumlah ini menjadikan Denmark sebagai salah satu negara pemberi bantuan terbesar per kapita bagi Ukraina.
Sebelum bantuan ini diumumkan, pejabat pertahanan kedua negara telah bertemu di Kiev. Mereka berkoordinasi mengenai rencana produksi massal pesawat tanpa awak (drone) serta peningkatan sistem pertahanan rudal antibalistik.
Pasokan senjata yang memadai ini diharapkan dapat memperkuat posisi tawar diplomatik Ukraina dalam perundingan internasional di masa depan.
"Saat ini ada dinamika baru di medan perang. Kita tidak boleh bersantai, melainkan harus terus menekan Rusia agar posisi negosiasi Ukraina semakin kuat," ujar Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, dikutip dari Kyiv Independent.




















