Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Afghanistan, Delapan Warga Kabul Tewas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Afghanistan, Delapan Warga Kabul Tewas
Gempa Bumi (unsplash.com/Jens Aber)
Intinya Sih
  • Gempa bermagnitudo 5,9 mengguncang Afghanistan pada Jumat malam, menewaskan delapan anggota keluarga di Kabul dan melukai satu anak akibat rumah roboh.
  • Pusat gempa berada di pegunungan Hindu Kush dengan kedalaman 177 kilometer, getarannya terasa hingga India dan Pakistan tanpa laporan kerusakan besar di negara tetangga.
  • Banyak korban jiwa disebabkan bangunan tidak kokoh dari batu bata lumpur dan kayu, sementara pemerintah menyiagakan tenaga medis serta berencana memperkuat sistem peringatan dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,9 mengguncang wilayah Afghanistan pada Jumat (3/4/2026). Pusat gempa berada di kawasan pegunungan dan getarannya terasa sangat luas hingga ke beberapa negara tetangga.

Pihak berwenang segera memantau kerusakan dan jumlah korban. Laporan awal menyebutkan adanya korban jiwa yang membutuhkan pertolongan medis dan evakuasi darurat dengan segera.

1. Delapan anggota keluarga tewas akibat rumah roboh

ilustrasi Afghanistan (pexels.com/Suliman Sallehi)
ilustrasi Afghanistan (pexels.com/Suliman Sallehi)

Gempa yang terjadi pada malam hari tersebut menyebabkan sebuah rumah di pinggiran ibu kota Kabul roboh seketika. Peristiwa tragis ini menewaskan delapan orang penghuninya dan melukai seorang anak karena tertimbun bangunan. Juru Bicara Gubernur Kabul, Hafizullah Basharat, membenarkan identitas para korban.

"Ada delapan orang meninggal dunia dan satu anak luka-luka setelah sebuah rumah roboh di pinggiran ibu kota. Semua korban adalah anggota keluarga yang sama," kata Hafizullah Basharat, dilansir Hindustan Times.

Juru Bicara Otoritas Manajemen Bencana Nasional (NDMA) Afghanistan, Mohammad Yousuf Hammad, juga menyatakan bahwa gempa bumi inilah yang memicu ambruknya rumah tersebut.

Warga sekitar bersama petugas darurat langsung melakukan evakuasi di tengah tumpukan puing bangunan yang sulit dibersihkan. Anak yang selamat kini sedang dirawat secara intensif di rumah sakit terdekat. Saat ini, petugas masih memeriksa lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun. Pemerintah Provinsi Kabul berjanji akan memberikan bantuan darurat dan memeriksa kekuatan bangunan-bangunan lain di sekitar lokasi.

2. Getaran gempa di Pegunungan Hindu Kush terasa sampai India dan Pakistan

Grafik seismografi yang menunjukan aktifitas gempa bumi yang sering terjadi di wilaya bengkulu
ilustrasi gempa bumi

Pusat Penelitian Jerman untuk Ilmu Kebumian (GFZ) mencatat bahwa gempa ini berasal dari kedalaman 177 kilometer. Titik pusatnya berada di pegunungan Hindu Kush, wilayah yang memang sering mengalami gempa di Asia Tengah. Sementara itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan posisi pusat gempa berada sekitar 150 kilometer di sebelah timur Kota Kunduz.

Karena pusat gempa berada sangat dalam di bawah tanah, getarannya merambat sangat jauh hingga ke Islamabad (Pakistan) dan New Delhi (India). Warga yang tinggal di gedung-gedung tinggi di wilayah New Delhi sempat panik saat merasakan guncangan.

"Saat gempa terjadi, saya sedang duduk di kamar dan merasakan tempat tidur bergoyang. Ketika saya melihat ke atas, kipas angin juga ikut berayun," kata seorang saksi mata di New Delhi.

Para ahli menjelaskan bahwa gempa yang pusatnya cukup dalam seperti ini memang memiliki daya jangkau getaran yang luas, meski risiko kerusakan langsung di permukaan tanah biasanya lebih kecil dibanding gempa dangkal. Namun, bangunan yang sudah tua atau rapuh tetap tidak kuat menahan getaran tersebut. Aktivitas gempa di kawasan Hindu Kush disebabkan oleh pergerakan Lempeng India dan Lempeng Eurasia.

Pemerintah Pakistan melaporkan getaran terasa di Kota Peshawar, Chitral, Swat, dan Shangla. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan besar di Pakistan, namun pemerintah setempat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

3. Bangunan yang tidak kokoh jadi alasan banyaknya korban jiwa

ilustrasi gempa
ilustrasi gempa (pexels.com/Ahmed akacha)

Afghanistan adalah salah satu wilayah yang paling sering dilanda bencana alam. Gempa bumi menjadi bencana paling mematikan di negara ini, dengan rata-rata korban mencapai 560 orang setiap tahunnya. Menanggapi musibah ini, Kementerian Kesehatan Afghanistan langsung menyiagakan tenaga medis di berbagai daerah.

"Semua petugas kesehatan di Kabul dan provinsi lainnya sudah dalam posisi siaga tinggi," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Sharafat Zaman, dilansir Associated Press.

Penyebab utama banyaknya korban meninggal saat gempa di Afghanistan adalah bahan bangunan yang kurang kuat, seperti penggunaan batu bata lumpur dan kayu yang tidak mengikuti standar keamanan. Banyak rumah di pinggiran kota dan desa yang mudah roboh saat diguncang. Selain itu, kondisi tanah yang becek akibat hujan lebat beberapa hari terakhir diduga membuat fondasi bangunan di wilayah Kabul menjadi semakin lemah.

Pihak NDMA saat ini berusaha mencapai lokasi pusat gempa di pegunungan Hindu Kush untuk menolong warga, meski terkendala masalah komunikasi dan jalan yang sulit dilewati. Ke depannya, pemerintah merasa perlu memperbaiki sistem peringatan dini dan mendidik warga tentang cara menyelamatkan diri saat gempa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More