Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hutan Ukraina Dilalap Api, 18 Ribu Hektar Lahan Terbakar

Hutan Ukraina Dilalap Api, 18 Ribu Hektar Lahan Terbakar
Kebakaran melanda hutan bagian Ukraina Timur dan menewaskan setidaknya sembilan orang. Ilustrasi (unsplash.com/Museum Victoria)

Kiev, IDN TimesKebakaran hutan terjadi di Ukraina bagian timur, di wilayah Luhansk. Kebakaran tersebut meluas hingga mencapai 18 ribu hektar dan mengancam permukiman penduduk sekitar. Usaha untuk memadamkan api masih berlangsung hingga kini.

Api berlari dengan cepat karena angin yang kencang. Setidaknya ada 146 titik api yang diketahui oleh otoritas setempat. Melansir dari kantor berita Reuters, kebakaran menyebabkan ratusan orang harus dievakuasi (1/10).

Sebelumnya, Ukraina juga sudah menderita kebakaran hutan pada bulan April di dekat pusat nuklir Chernobyl yang sudah ditinggalkan. Api yang melalap hutan tersebut dapat dipadamkan. Akan tetapi, puluhan orang meninggal dalam peristiwa kebakaran tersebut.

1. Kebakaran terjadi di wilayah konflik dan merenggut nyawa sembilan orang

Hutan yang terbakar di Ukraina masuk wilayah konflik antara pemerintah dengan kelompok separatis. Ilustrasi (twitter.com/24 News HD)
Hutan yang terbakar di Ukraina masuk wilayah konflik antara pemerintah dengan kelompok separatis. Ilustrasi (twitter.com/24 News HD)

Kebakaran hutan di wilayah Luhansk itu adalah wilayah sengketa di negara Ukraina. Wilayah tersebut dikuasai oleh kelompok separatis yang pernah memerdekakan diri setelah revolusi Ukraina tahun 2014 dan menjadi LPR (Luhansk Peoples Republic). Konflik antara militer Ukraina dan kelompok separatis telah menyebabkan belasan ribu orang kehilangan nyawa. Kelompok separatis tersebut didukung oleh Rusia.

Kebakaran saat ini telah mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia. 14 orang dilaporkan terluka dan dilarikan ke rumah sakit. 31 permukiman terancam dan ratusan orang dievakuasi. Ratusan petugas kebakaran diturunkan untuk memadamkan api yang melalap hutan dengan cepat.

Penyebab kebakaran masih terus diselidiki. Kantor kepresidenan Ukraina meminta penegak hukum untuk menemukan penyebabnya. Melansir dari The Guardian, “alasan penyebaran api dalam skala besar harus jelas,” katanya pada Kamis (1/10).

2. Kemungkinan kebakaran hutan tersebut disengaja

Pejabat Ukraina menduga kebakaran disengaja oleh kelompok separatis. Ilustrasi (twitter.com/Ukraine)
Pejabat Ukraina menduga kebakaran disengaja oleh kelompok separatis. Ilustrasi (twitter.com/Ukraine)

Ada kecurigaan yang muncul dari pejabat Ukraina tentang penyebab kebakaran. Kebakaran yang meluas di bagian selatan dan timur Ukraina itu, menurut laman berita Euro News, sebagian besar titik api berada di wilayah yang dikuasai oleh kelompok separatis. Karena itu, ada kemungkinan bahwa kebakaran dilakukan dengan sengaja (1/10).

“Kami juga mempertimbangkan informasi tentang penembakan provokatif yang dilakukan di wilayah yang diduduki sementara, dan dapat menyebabkan setidaknya sebagian dari kebakaran ini,”kata pejabat Ukraina yang tak menyebutkan namanya, seperti dilansir dari laman berita The Guardian (1/10).

Pemerintah Ukraina menuduh kelompok separatis melanggar gencatan senjata yang sudah disepakati sejak tahun 2015. Meskipun perjanjian damai sudah dibuat di Minsk, Belarusia, akan tetapi letupan-letupan kecil yang sporadis antara pihak separatis dan pemerintah sering terjadi di beberapa tempat.

3. Siapa itu kelompok separatis Ukraina?

LPR atau Lugansk atau Lugansk People's Republic memisahkan diri dari Ukraina namun tidak diakui oleh kelompok Internasional (twitter.com/UNIAN)
LPR atau Lugansk atau Lugansk People's Republic memisahkan diri dari Ukraina namun tidak diakui oleh kelompok Internasional (twitter.com/UNIAN)

Kelompok separatis Ukraina yang mendirikan Luhansk atau Lugansk Peoples Republic (LPR) adalah kelompok yang disebut teroris oleh pemerintah Ukraina. Kelompok tersebut berhasil menjatuhkan presiden Ukraina Viktor Yanukovich pada tahun 2014. Mereka adalah kelompok pro-Rusia dan dituduh bahwa mereka didukung oleh Rusia. Akan tetapi Rusia menolak tuduhan tersebut.

Pada 12 Mei, mereka menyatakan kemerdekaannya dan pada 24 Mei 2014 membentuk negara konfederasi dengan Republik Rakyat Donetsk. Gabungan itu menjadikan mereka sebagai Negara Federal Novorossiya. Negara baru ini tidak pernah diakui oleh kelompok intenasional, bahkan juga oleh Rusia. Hanya Ossetia Selatan yang mengakuinya.

Gejolak di Ukraina yang mengakibatkan pemisahan diri tersebut, telah mengakibatkan setidaknya 13 ribu orang meninggal sejak tahun 2014. Menurut kantor berita Antara, bulan lalu kelompok separatis pro-Rusia itu telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan pasukan pemerintah yang dibuat sejak tahun 2015 (1/10).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in News

See More

DPRD Dorong Pemkot Bekasi Tutup SPBE yang Kebakaran Disertai Ledakan

04 Apr 2026, 15:42 WIBNews