Ukraina Minta Maaf karena Dronenya Masuk Finlandia

- Ukraina meminta maaf kepada Finlandia atas insiden drone yang tanpa sengaja melintasi wilayahnya dan menegaskan tidak ada niat menyerang.
- Pemerintah Finlandia memastikan dua drone Ukraina masuk ke wilayahnya namun menilai tidak ada ancaman langsung bagi keamanan nasional.
- Presiden Finlandia menyebut upaya dialog damai Rusia-Ukraina mengalami kebuntuan akibat persoalan teritori dan minimnya komitmen Rusia untuk berdamai.
Jakarta, IDN Times - Ukraina menyatakan permintaan maaf kepada Finlandia atas masuknya drone dari negaranya. Pihaknya menyebut drone tersebut tidak bermaksud untuk menyasar teritori Finlandia.
“Kami sudah berkomunikasi dengan rekan di Finlandia mengenai insiden ini. Ukraina sudah menjelaskan seluruh informasi untuk mengklarifikasi situasi,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Herhii Tykhyi, dikutip dari Kyiv Post, Selasa (31/3/2026).
Pekan lalu, drone Ukraina juga masuk ke dalam teritori Latvia dan Estonia. Salah satu drone bahkan mengenai cerobong asap dari pembangkit listrik di Auvere, Estonia.
1. Tuduh sistem senjata perang Rusia yang sebabkan perubahan arah drone
Tykhiy mengatakan bahwa Ukraina tidak pernah mengarahkan drone ke Finlandia. Namun, terdapat dugaan bahwa insiden ini disebabkan oleh deviasi arah drone imbas sistem peralatan perang milik Rusia.
“Kami sudah membagikan pandangan soal asal muasal insiden ini serta meningkatkan tantangan di kawasan, Kami juga setuju bahwa agresi Rusia ke Ukraina yang menyebabkan ini semua,” terangnya.
Sementara, Angkatan Udara Finlandia berhasil mengidentifikasi bahwa objek tersebut adalah drone buatan Ukraina tipe AN196. Drone tersebut melintas 40-50 km dari teritori Rusia, tapi tidak menembakkan peluru.
2. PM Finlandia sebut perang semakin dekat
Perdana Menteri Finlandia, Petteri Orpo memastikan memang ada dua drone yang masuk ke Finlandia pada Minggu (29/3/2026). Menurutnya, tidak ada ancaman langsung bagi Finlandia atas inkursi drone ini.
“Tidak ada indikasi bahwa drone dikirimkan secara sengaja ke Finlandia. Tidak ada ancaman militer untuk Finlandia dan seluruh warga dapat tidur dengan tenang. Insiden ini menunjukkan perang sudah semakin dekat di negara kita,” katanya, dilansir dari YLE.
3. Finlandia sebut dialog damai Rusia-Ukraina berada di jalan buntu
Presiden Finlandia, Alexander Stubb memperingatkan bahwa dialog damai antara Rusia dan Ukraina yang dimediasi Amerika Serikat (AS) berada di jalan buntu. Situasi ini karena masalah teritori dan kurangnya keinginan Rusia untuk berdamai.
“Mungkin perang di Iran yang mengalihkan perhatian dari Ukraina. Namun, mungkin juga negosiasi berada di jalan buntu karena belum ada lagi progres lanjutan untuk mengakhiri perang,” jelasnya.





.png)












