Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua Warga Jepang Ditusuk di Shanghai China

Dua Warga Jepang Ditusuk di Shanghai China
Ilustrasi pisau (pexels.com/MYKOLA OSMACHKO)
Intinya Sih
  • Dua warga Jepang dan satu warga China terluka akibat penusukan di restoran Jepang di Shanghai; pelaku berusia 59 tahun dengan riwayat gangguan kejiwaan telah ditangkap polisi.
  • Pemerintah Jepang meminta China mengusut tuntas kasus ini serta menjamin keamanan warganya, sementara Beijing menegaskan insiden tersebut murni tindakan kriminal tanpa motif politik.
  • Kedutaan Besar Jepang di Beijing mengimbau seluruh warganya di China untuk meningkatkan kewaspadaan dan bepergian secara berkelompok di tengah hubungan diplomatik kedua negara yang memanas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang secara resmi meminta pemerintah China untuk menjamin keamanan warganya usai insiden penusukan di sebuah restoran di Shanghai, pada Selasa (19/5/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan dua warga negara Jepang dan satu warga negara China terluka.

Insiden ini mendapat perhatian khusus karena terjadi di tengah kondisi hubungan diplomatik kedua negara yang sedang merenggang. Merespons kejadian tersebut, otoritas Jepang langsung meminta klarifikasi resmi serta mengambil langkah pencegahan untuk melindungi warganya yang berada di China.

1. Kronologi kejadian penusukan di restoran Shanghai

Peristiwa penusukan terjadi di sebuah restoran Jepang yang terletak di dalam gedung Shanghai World Financial Center, kawasan Pudong. Kepolisian Distrik Pudong menyatakan bahwa pelaku adalah seorang pria berusia 59 tahun bermarga Yang. Ia langsung ditangkap di lokasi kejadian sesaat setelah insiden berlangsung.

Berdasarkan keterangan polisi, pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan dilaporkan berbicara melantur serta bertingkah tidak wajar saat diamankan. Tiga korban terluka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Konsulat Jenderal Jepang di Shanghai mengonfirmasi bahwa kedua warganya yang menjadi korban kini dalam kondisi stabil dan nyawanya tidak terancam.

2. Jepang mengajukan permintaan resmi untuk mengusut tuntas kasus ini

Menindaklanjuti insiden yang menimpa warganya, Konsulat Jenderal Jepang di Shanghai telah mengajukan permintaan resmi kepada pemerintah China untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Pemerintah Jepang meminta China mencari tahu fakta sebenarnya, memberikan penjelasan yang jelas, serta menjaga keamanan dan keselamatan warga negara Jepang di sana," kata juru bicara Konsulat Jenderal Jepang, dilansir Taipei Times.

Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, memastikan bahwa Tokyo terus memantau perkembangan kasus ini dan menuntut penjelasan yang transparan dari Beijing.

"Pemerintah akan terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan memberikan semua dukungan yang bisa dilakukan untuk melindungi warga negara Jepang," ucap Kihara.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa insiden tersebut murni tindakan kriminal biasa dan tidak memiliki motif lain.

"Saya ingin menekankan bahwa media maupun masyarakat tidak boleh membuat spekulasi tanpa dasar atau mengaitkan kejadian ini dengan hal yang tidak masuk akal," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.

3. Seluruh warga negara Jepang di China diminta meningkatkan kewaspadaan

Kasus penusukan ini terjadi di tengah fase hubungan bilateral China dan Jepang yang tidak harmonis. Ketegangan bermula sejak 7 November 2025, ketika Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyebutkan bahwa penggunaan kekuatan militer China terhadap Taiwan bisa membahayakan keamanan Jepang.

Pernyataan Takaichi tersebut ditafsirkan sebagai sinyal bahwa Jepang bersiap mengerahkan Pasukan Bela Diri jika krisis pecah di Selat Taiwan. Beijing merespons keras sikap tersebut dengan sejumlah langkah balasan, seperti menghentikan impor produk hasil laut dari Jepang dan menunda pertemuan pejabat tinggi kedua negara.

Menyusul rentetan peristiwa diplomatik dan insiden di Shanghai, Kedutaan Besar Jepang di Beijing telah mengeluarkan peringatan resmi. Seluruh warga negara Jepang yang tinggal atau sedang bepergian di China diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan disarankan bepergian secara berkelompok guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More