Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Daftar Perusahaan Pelayaran yang Ubah Rute Hindari Laut Merah

Ini Daftar Perusahaan Pelayaran yang Ubah Rute Hindari Laut Merah
Ilustrasi kapal kontainer. (Unsplash.com/Ian Taylor)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan pelayaran Jepang mengubah rute kapal mereka guna menghindari Laut Merah, tempat kelompok Houthi menyerang kapal-kapal yang lewat. Kekhawatiran juga meningkat karena pengalihan rute kapal komersial dapat mengakibatkan tertundanya pengiriman kargo dan biaya transportasi yang lebih tinggi.

Laut merah merupakan jalur perairan penting bagi perdagangan global yang digunakan untuk mengangkut minyak, bahan bakar, dan barang-barang lainnya yang menghubungkan antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez. Rute tersebut menghemat waktu dan biaya dengan menghindari keharusan melakukan perjalanan keliling seluruh benua Afrika.

1. Perusahaan pelayaran Jepang memutar rute ke Tanjung Harapan Afrika

Bendera Jepang. (Unsplash.com/ Roméo A.)
Bendera Jepang. (Unsplash.com/ Roméo A.)

Perusahaan Jepang, Nippon Yusen atau yang dikenal sebagai NYK Line, serta Mitsui OSK Lines untuk sementara mengubah arah kapal mereka ke dan dari Eropa guna menghindari Laut Merah.

Sebab, kemungkinan kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel menjadi sasaran Houthi. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan pelayaran tersebut mengirim kapal mereka mengelilingi Tanjung Harapan di Afrika Selatan, dilansir NHK News.

Tindakan yang sama juga dilakukan oleh perusahaan Kawasaki Kisen Kaisha (K Line). Pihaknya untuk sementara mengubah rute kapalnya di sekitar Tanjung Harapan dan beralih ke rute melalui Amerika Utara.

Ocean Network Express, pengangkut peti kemas yang dioperasikan bersama oleh ketiga pengirim barang, juga menghindari transit melalui Laut Merah dan beralih ke rute lain, termasuk rute di sekitar Tanjung Harapan. 

2. Daftar perusahaan global yang menghindari berlayar di Laut Merah

Ilustrasi kapal tanker minyak. (unsplash.com/Marcus Dall Col)
Ilustrasi kapal tanker minyak. (unsplash.com/Marcus Dall Col)

Rentetan serangan Houthi terhadap kapal di Laut Merah telah mendorong perusahaan-perusahaan pelayaran mengalihkan rute perjalanan kapal mereka. Otoritas maritim dan perhubungan dari beberapa negara juga telah memperingatkan agar tidak berlayar di wilayah tesebut.

Dilansir Reuters, berikut daftar perusahaan yang memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman melalui Laut Merah, yakni:

  • Grup logistik Amerika Serikat (AS): C.H. Robinson,
  • Kelompok pelayaran Prancis: CMA CGM,
  • Perusahaan tanker minyak Belgia: Euronav,
  • Perusahaan pelayaran peti kemas Taiwan: Evergreen dan Taiwan Yang Ming Marine Transport,
  • Kelompok kapal tanker minyak Norwegia: Frontline,
  • Perusahaan pelayaran Norwegia: Gram Car Carriers, Hoegh Autoliners dan Wallenius Wilhelmsen,
  • Perusahaan pelayaran kontainer Jerman: Hapag-Lloyd,
  • Pengirim kontainer Korea Selatan: HMM,
  • Grup pelayaran Denmark: Maersk,
  • Perusahaan pelayaran Italia-Swiss: Mediterranean Shipping Company (MSC), 
  • Kelompok kontainer yang bermarkas di Hong Kong: OOCL.

3. AS membentuk inisiatif keamanan multinasional sebagai respons terhadap Houthi

Ilustrasi pasukan militer. (pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi pasukan militer. (pexels.com/Pixabay)

Houthi yang didukung Iran telah mengintensifkan serangannya terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Tindakan tersebut dilakukan Houthi sebagai solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina di Jalur Gaza, setelah militer Israel menyerang wilayah kantong tersebut.

Sebagai respons terhadap serangan pasukan Houthi, AS membentuk pasukan multinasional (Operation Prosperity Guardian/OPG) guna mengamankan lalu lintas maritim dan melindungi perdagangan di Laut Merah. Negara yang tergabung dalam operasi tersebut termasuk Bahrain, Kanada, Prancis, Italia, dan Inggris, dikutip dari Al Jazeera.

Dilansir Anadolu Agency, Komando Pusat AS, CENTCOM, melaporkan bahwa USS Laboon yang sedang berpatroli di selatan Laut Merah sebagai bagian dari OPG, menembak jatuh empat drone udara tak berawak yang berasal dari daerah yang dikuasai Houthi di Yaman. Pihaknya mengatakan tidak ada korban luka atau kerusakan dalam insiden tersebut.

Houthi baru-baru ini menyerang kapal tanker minyak berbendera Norwegia dan India. CENTCOM mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan serangan ke-14 dan ke-15 terhadap pelayaran komersial yang dilakukan Houthi sejak 17 Oktober.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Vanny El Rahman
EditorVanny El Rahman
Follow Us

Latest in News

See More

Korban Kebakaran SPBE Bekasi Bertambah Jadi 18 Orang

03 Apr 2026, 17:23 WIBNews