TAUD Endus Pola Lokalisir Hanya 4 Pelaku Lapangan Penyiraman Air Keras

- TAUD menilai pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, cenderung dilokalisir hanya pada empat pelaku lapangan.
- Hasil investigasi TAUD menunjukkan ada 16 pelaku terlibat, termasuk koordinator dan perwira yang diduga memberi perintah di lapangan.
- TAUD menemukan bukti komunikasi, kode instruksi, serta lokasi pos kumpul para pelaku berdasarkan rekaman CCTV yang mereka kumpulkan.
Jakarta, IDN Times - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengendus pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus bakal dilokalisir hanya sampai pada empat pelaku lapangan.
Hal itu diungkap perwakilan TAUD, Muhamad Isnur dalam program Ngobrol Seru by IDN Times pada Jumat (3/4/2026).
“Kami sudah melihat auranya, pola-pola. Ini nampaknya akan dilokalisir hanya empat orang saja,” kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu.
1. TAUD menemukan 16 pelaku penyiraman air keras

Padahal, berdasarkan hasil investigasi TAUD, pelaku diduga berjumlah 16 orang. Belasan pelaku itu tidak hanya pelaku lapangan.
“Jadi ini bukan hanya empat, bukan hanya yang membuntuti dan menyerang, tapi di lapangan tuh ada semacam koordinator lapangannya, ada semacam komandan lapangannya yang memerintahkan, yang instruksi, yang tarik, yang mundur, yang apapun itu semuanya ada,” kata Isnur.
“Dan kami meyakini juga ketika para pelakunya ini di lapangan adalah perwira ya, level Kapten ya, pasti ini ada yang memerintah, pasti ada yang mengomando. Pasti ditarik harusnya ke perwira menengahnya, ke perwira tingginya, siapa Jenderal yang memerintahkannya,” lanjutnya.
2. TAUD menaruh curiga dengan penegakan hukum terhadap pelaku

Oleh karena itu, TAUD juga menaruh curiga terhadap empat orang anggota BAIS yang kini ditahan. Sebab, hingga kini, tak ada penjelasan terkait dengan dua pelaku yang ditangani Polda Metro.
“Kami pun juga kan curiga, empat orang ini yang mana? Apakah sama dengan yang disebut oleh polisi? Apakah masuk dalam frame 16 orang yang kami temukan di lapangan? Kami juga belum bisa melihat karena belum ada ekspos, seperti penyidikan biasa. Kalau penyidikan biasa kan polisi ketika menangkap, menahan, itu ada ekspos kan? Minimal ditampilkan, 'ini loh wajahnya'. Ini kan enggak ada, kita belum melihat itu,” lanjutnya.
3. TAUD menemukan komunikasi, kode hingga pos kumpul pelaku

TAUD mengklaim mengidentifikasi belasan pelaku itu melalui rekaman video CCTV yang mereka kumpulkan. Namun demikian, TAUD belum bisa memastikan apakah seluruh pelaku merupakan prajurit TNI atau ada sipil.
“Itu 16 orang yang kami yakini secara terhubung dan wajah-wajahnya pun tercapture oleh kamera-kamera kami,” ujar Isnur.
Selain itu, masih berdasarkan hasil investigasi, TAUD menemukan komunikasi, perintah hingga sebuah tempat yang diduga menjadi pos kumpul para pelaku penyiraman air keras.
“Jadi kami menemukan ada komunikasi yang terkoordinasi, ada perintah-perintah kode-kode, ada ruang-ruang pertemuan, ada pos tempat kumpulnya juga di sekitar Menteng,” kata Isnur.


















