Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran dikabarkan telah mengajukan enam syarat keras kepada Amerika Serikat (AS) sebelum mereka bersedia membuka kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran internasional yang sangat vital bagi pasokan minyak global tersebut saat ini diblokade oleh militer Iran di tengah konflik bersenjata aktif antara Iran melawan AS dan Israel. Keputusan tegas ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, pada Sabtu (8/8/2026).
Langkah diplomasi sepihak ini diambil setelah perundingan damai antara Teheran dan Washington menemui jalan buntu akibat pelanggaran kesepakatan sebelumnya. Iran menegaskan bahwa jalur strategis tersebut tidak akan pernah dibuka jika AS tidak mengubah perilaku buruknya dan memenuhi semua tuntutan yang telah dirumuskan. Blokade ini juga memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah setelah beberapa kapal dagang dilaporkan terkena serangan rudal.
