Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pidato Perdana, Mojtaba Khamenei Pastikan Balas Dendam ke AS-Israel

Pidato Perdana, Mojtaba Khamenei Pastikan Balas Dendam ke AS-Israel
Hojjat-ol-Islam Sayyed Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Republik Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei ( Tasnim News Agency, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Mojtaba Khamenei dalam pidato perdananya menegaskan Iran akan membalas serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan ayahnya serta pejabat tinggi Iran.
  • Ia memastikan Selat Hormuz tetap ditutup sebagai tekanan terhadap musuh, sambil menyerukan penutupan pangkalan militer AS di Timur Tengah namun menjaga hubungan dengan negara Arab.
  • Penunjukan Mojtaba terjadi setelah serangan 28 Februari yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, memicu eskalasi konflik dan operasi balasan Iran terhadap AS serta Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei untuk pertama kalinya tampil di hadapan publik sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pernyataan perdananya, ia bersumpah akan membalas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi sebelumnya.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3/2026), Mojtaba menegaskan, Teheran akan menuntut balas atas kematian para tokoh Iran yang gugur dalam serangan tersebut.

“Kami akan membalas darah para martir kami,” kata Mojtaba, dikutip dari Al Jazeera.

Ia menegaskan, pembalasan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab menjadi prioritas utama bagi pemerintah Iran saat ini.

“Pembalasan adalah prioritas, sampai sepenuhnya tercapai,” ujarnya.

Selain itu, Mojtaba juga menegaskan Iran akan terus menggempur pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

1. Selat Hormuz akan tetap ditutup

Pidato Perdana, Mojtaba Khamenei Pastikan Balas Dendam ke AS-Israel
Tampilan satelit Selat Hormuz. (commons.wikimedia.org/Envisat satellite/ESA)

Dalam pidato yang sama, Mojtaba juga menegaskan, Iran akan terus menutup Selat Hormuz sebagai bagian dari tekanan terhadap negara-negara yang dianggap memusuhi Iran.

“Selat Hormuz akan terus ditutup untuk menekan musuh-musuh Iran,” kata Mojtaba.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk.

Mojtaba juga mendesak Amerika Serikat untuk menutup pangkalan militernya di kawasan Timur Tengah. Meski menyampaikan sikap keras terhadap Washington dan Tel Aviv, ia menegaskan, Iran tetap menjaga hubungan persahabatan dengan negara-negara Arab di kawasan tersebut.

2. Penampilan perdana usai ditunjuk

Pidato Perdana, Mojtaba Khamenei Pastikan Balas Dendam ke AS-Israel
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sedang berjalan menggandeng kedua anaknya. (commons.wikimedia.org/Hamed Malekpour)

Pidato tersebut menjadi penampilan publik pertama Mojtaba sejak ia resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Senin (9/3/2026). Ia dipilih Majelis Ahli, lembaga beranggotakan 88 ulama yang memiliki kewenangan untuk memilih pemimpin tertinggi Iran.

Penunjukan Mojtaba dilakukan sekitar sepekan setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut memicu eskalasi konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah.

Mojtaba sendiri merupakan ulama tingkat menengah yang selama ini dikenal memiliki pengaruh kuat di kalangan pasukan keamanan Iran serta jaringan bisnis yang berkembang pada masa kepemimpinan ayahnya.

3. Konflik memanas sejak serangan 28 Februari

Pidato Perdana, Mojtaba Khamenei Pastikan Balas Dendam ke AS-Israel
potret warga Iran (pexels.com/Elif Ozlem Aydeniz)

Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu, menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat tinggi keamanan negara itu.

Beberapa anggota keluarga Khamenei juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut, termasuk istri Mojtaba yang merupakan menantu dari pemimpin tertinggi Iran sebelumnya. Serangan tersebut memicu operasi balasan Iran terhadap Israel dan berbagai aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Di tengah serangan balasan yang terus berlangsung, pemerintah Iran bergerak cepat mempersiapkan kepemimpinan baru. Majelis Ahli kemudian memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran pada awal pekan ini.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel menyatakan operasi militer mereka bertujuan menghancurkan program nuklir dan rudal balistik Iran serta mengganti rezim di negara tersebut. Namun, kepemimpinan ulama di Iran selama ini dinilai memiliki akar yang kuat sehingga sulit digoyahkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More