Iran Tangkap Delapan Terduga Mata-mata Mossad

- IRGC menangkap delapan tersangka mata-mata Mossad di provinsi Razavi Khorasan.
- Para tersangka akan diadili dengan hukuman tegas sebagai contoh bagi yang lain.
- Serangan udara Israel pada Juni 2025 memicu gelombang spionase dan sabotase di Iran.
Jakarta, IDN Times - Iran mengumumkan penangkapan delapan orang yang diduga terlibat dalam kegiatan mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad pada Sabtu (30/8/2025). Penangkapan dilakukan oleh Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) terkait dugaan pengiriman informasi penting tentang situs sensitif dan tokoh militer senior kepada Mossad.
Kejadian ini menjadi bagian dari upaya Iran memperketat keamanan setelah serangan udara Israel pada Juni 2025 yang menargetkan fasilitas nuklir serta tokoh militer tinggi Iran. Penangkapan tersebut menunjukkan eskalasi tindakan keamanan Iran dalam menghadapi ancaman spionase asing.
1. Penangkapan delapan tersangka oleh IRGC
IRGC menyatakan bahwa delapan tersangka ditangkap di provinsi Razavi Khorasan. Menurut pernyataan resmi IRGC, para tersangka berusaha memberikan koordinat situs rahasia dan data penting militer ke Mossad selama serangan udara Israel di Iran pada Juni 2025.
"Kami berhasil menggagalkan rencana yang secara serius mengancam keamanan nasional," ujar juru bicara IRGC, dilansir The Jerusalem Post.
Barang bukti berupa bahan peledak dan perangkat militer turut disita dari operasi tersebut. Penangkapan ini menunjukkan tingkat infiltrasi yang dalam dari Mossad ke wilayah Iran, serta betapa seriusnya ancaman spionase ini.
"Iran sedang menghadapi serangan terbesar dari dalam dan luar, dengan jaringan mata-mata yang semakin kompleks," ujar seorang analis.
2. Para tersangka akan diadili
Juru bicara pengadilan Iran, Asghar Jahangiri, mengatakan bahwa para tersangka akan diadili dengan hukuman yang tegas.
"Kami akan memberikan contoh yang keras agar tidak ada yang berani mengkhianati negara," katanya dalam konferensi pers, dilansir Al Jazeera.
Hal ini menunjukkan sikap keras Iran dalam memberantas mata-mata yang bekerja untuk musuh negara. Sikap tegas Iran ini juga merespon serangkaian eksekusi yang sudah dijalankan terhadap pelaku spionase sebelumnya. Pada Rabu (6/8/2025), seorang ilmuwan nuklir yang dinyatakan bersalah terkait Mossad dieksekusi.
"Iran tidak akan mentolerir ancaman terhadap keamanan nasional, termasuk spionase," kata seorang pejabat keamanan.
3. Serangan Israel picu gelombang spionase dan sabotase
Serangan udara Israel pada Juni 2025 menargetkan makam fasilitas nuklir Iran dan tokoh militer tinggi, menewaskan sejumlah komandan senior serta warga sipil. Israel mengklaim hal itu untuk mencegah ancaman nuklir dari Iran, namun Iran menilai serangan tersebut sebagai agresi yang belum pernah terjadi sejak perang Iran-Irak.
"Serangan tersebut memicu gelombang spionase dan sabotase yang kami hadapi hingga sekarang," ujar seorang pejabat IRGC.
Iran kini meningkatkan pengawasan dan menindak tegas jika ditemukan adanya agen asing yang beroperasi di dalam negerinya.