Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Israel Klaim Pasukannya Kepung Kota Penting di Lebanon Selatan

Israel Klaim Pasukannya Kepung Kota Penting di Lebanon Selatan
operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)
Intinya Sih
  • Militer Israel mengumumkan pengepungan total kota Bint Jbeil di Lebanon selatan, menandai kemajuan besar dalam operasi darat melawan Hizbullah dan menewaskan lebih dari 100 pejuang dalam sepekan.
  • Bint Jbeil menjadi pusat pertempuran sengit karena nilai strategis dan simbolisnya, dengan Israel berupaya menciptakan zona keamanan di Lebanon selatan untuk mencegah serangan Hizbullah ke wilayah utara.
  • Pemimpin Hizbullah Naim Qassem mendesak pemerintah Lebanon membatalkan perundingan damai dengan Israel di Washington, menyebutnya upaya melucuti senjata kelompoknya di tengah meningkatnya korban sipil dan pengungsian massal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Militer Israel, pada Senin (13/4/2026), mengatakan bahwa pasukannya telah mengepung total Bint Jbeil, sebuah kota penting di Lebanon selatan. Pengumuman ini menandai kemajuan signifikan dalam invasi Israel yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

“Pasukan Divisi ke-98 telah menyelesaikan pengepungan kota Bint Jbeil dan telah memulai serangan terhadapnya,” kata juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee, di dalam pernyataan di media sosial X.

Ia juga mengklaim bahwa dalam sepekan terakhir, pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 100 pejuang Hizbullah di kota tersebut dalam pertempuran langsung maupun serangan udara.

1. Pertempuran di Lebanon selatan terkonsentrasi di Bint Jbeil

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (DedaSasha, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Dilansir dari Alarabiya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa pertempuran di Lebanon selatan telah terkonsentrasi di Bint Jbeil sejak Minggu (12/4/2026).

“Pertempuran terus berlanjut. Tidak berhenti – berlangsung setiap saat. Kemarin dan hari ini terpusat di Bint Jbeil,” kata Netanyahu dalam video yang dirilis oleh kantornya pada Senin.

Ia menambahkan bahwa pasukan Israel juga berhasil mendorong pejuang Hizbullah menjauh dari perbatasan serta menghancurkan desa-desa yang dianggap menjadi basis atau lokasi aktivitas militer sekutu Iran tersebut.

Sementara itu, Hizbullah juga berulang kali melaporkan telah menargetkan pasukan dan kendaraan Israel di Bint Jbeil. Kantor berita NNA menyebutkan bahwa bentrokan sengit terjadi di kota tersebut pada Minggu.

2. Bint Jbeil telah lama menjadi titik konflik antara Israel dan Hizbullah

dampak serangan Israel di Lebanon
dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)

Terletak 5 kilometer dari perbatasan Israel, Bint Jbeil telah lama menjadi titik konflik yang bersifat simbolis dan strategis dalam konfrontasi antara pasukan Israel dan Hizbullah. Beberapa pertempuran paling sengit terjadi di kota ini selama perang sebelumnya pada 2006.

Di stadion di Bint Jbeil, mantan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, menyampaikan pidato “Pembebasan” pada 2020, setelah penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan yang mengakhiri 22 tahun pendudukan.

“Kontrol operasi penuh di Bint Jbeil akan tercapai dalam beberapa hari. Pada tahap ini, Hizbullah terbatas di Bint Jbeil dan tidak bisa lagi melakukan serangan terhadap komunitas Israel utara dari wilayah ini," kata seorang pejabat militer Israel.

Para pejabat sebelumnya telah berulang kali menyampaikan bahwa Israel ingin membangun zona keamanan di Lebanon selatan untuk membantu mencegah serangan Hizbullah.

3. Pemimpin Hizbullah desak pemerintah Lebanon batalkan perundingan dengan Israel

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem (Sebastian Baryli from Wien, Österreich, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Pejabat Israel dan Lebanon dijadwalkan melakukan pembicaraan untuk mengakhiri perang di Washington, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (14/4/2026). Namun, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, mendesak pemerintah Lebanon untuk menarik diri dari perundingan tersebut, dengan menyebut upaya itu tidak berguna.

Dalam pidatonya yang disiarkan pada Senin, Qassem mengatakan bahwa perundingan tersebut merupakan taktik untuk menekan Hizbullah agar meletakkan senjatanya.

"Israel dengan jelas menyatakan bahwa tujuan perundingan ini adalah untuk melucuti senjata Hizbullah, seperti yang berulang kali dinyatakan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Jadi, bagaimana Anda bisa melakukan perundingan yang tujuannya sudah jelas?" kata Qassem, dikutip dari Al Jazeera.

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah setelah Hizbullah menembakkan roket ke Israel pada awal Maret 2026, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Israel membalas dengan melancarkan serangan besar-besaran dan invasi darat.

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 2.055 orang dan melukai lebih dari 6.500 lainnya. Sekitar 1,2 juta orang juga terpaksa mengungsi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More