Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Azerbaijan Tolak Sumbang 7 Miliar Dolar AS untuk Gaza

Azerbaijan Tolak Sumbang 7 Miliar Dolar AS untuk Gaza
Penasihat Presiden Azerbaijan, Hikmat Hajiyev (commons.wikimedia.org/Tapdıq Fərhadoglu)
Intinya Sih
  • Pemerintah Azerbaijan menolak klaim Donald Trump yang menyebut negaranya menyumbang 7 miliar dolar AS untuk Gaza, dan menegaskan tidak ikut dalam inisiatif keuangan tersebut.
  • Azerbaijan sebelumnya juga menolak mengirim pasukan perdamaian ke Gaza karena alasan keamanan dan kebijakan non-intervensi terhadap konflik di luar wilayahnya.
  • Meski menolak bantuan finansial, Azerbaijan tetap mendukung perdamaian di Gaza serta menyerukan agar Israel menghentikan invasi yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Azerbaijan menolak memberi donasi 7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp118,3 triliun untuk membangun kembali Gaza. Pernyataan itu disampaikan oleh Penasihat Presiden Azerbaijan, Hikmet Hajiyev, usai menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian (BoP) Gaza di Washington DC, AS, pada Kamis (19/2/2026).

Meski begitu, Hajiyev menegaskan, Azerbaijan tetap akan mempertimbangkan investasi di Gaza pada masa yang akan datang. Ini merupakan salah satu komitmen Azerbaijan sebagai salah satu negara founding member BoP untuk mendukung pembangunan kembali Gaza yang hancur karena diserang Israel. Hanya saja, investasi tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Namun, saya ingin mengklarifikasi satu poin. Azerbaijan tidak berencana untuk berpartisipasi dalam inisiatif keuangan senilai 7 miliar dolar AS (Rp118,3 triliun) terkait Gaza yang diumumkan selama pertemuan Dewan Perdamaian Gaza di Washington,” tulis Hajiyev lewat unggahan di X, seperti dilansir Anadolu Agency.

1. Trump mengklaim Azerbaijan menyumbang lebih dari 7 miliar dolar AS untuk Gaza

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menghadiri pertemuan.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Penolakan ini merupakan respons Azerbaijan atas klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang dilontarkan dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian Gaza pada Kamis lalu. Saat itu, Trump mengklaim bahwa sembilan negara, termasuk Azerbaijan, telah menyumbang lebih dari 7 miliar dolar AS atau Rp118,3 triliun untuk membangun kembali Gaza.

"Sebagai penutup, hari ini, aku dengan senang hati mengumumkan bahwa Kazakhstan, Azerbaijan, UEA, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait semuanya telah menyumbang lebih dari 7 miliar dolar AS untuk paket bantuan ke Gaza. Setiap dolar yang dibelanjakan adalah investasi untuk stabilitas," kata Trump dilansir BBC.

Dalam pernyataannya, Trump menambahkan bahwa PBB juga akan menyumbangkan 2 miliar dolar AS atau Rp33,8 triliun untuk bantuan kemanusiaan di Gaza. Sementara itu, badan sepak bola FIFA menyumbang 75 juta dolar AS atau Rp1,2 triliun untuk kepentingan olahraga sepak bola di sana.

2. Azerbaizan memang kerap menolak memberi bantuan untuk Gaza

Gaza diserang Israel.
potret Gaza yang diserang Israel (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Azerbaijan sendiri memang kerap menolak terlibat langsung untuk membantu Gaza yang terus diserang pasukan Israel. Pada awal Januari 2026 lalu, misalnya, negara yang kaya sumber daya minyak tersebut menolak mengirim pasukan perdamaian ke sana.

Langkah ini dilakukan karena Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, tidak mau pasukannya berada dalam bahaya. Selain itu, ia juga enggan ikut campur dalam sebuah masalah yang berada di luar wilayah negaranya.

"Kami telah menyiapkan kuesioner yang berisi lebih dari 20 pertanyaan dan memberikannya kepada pihak Amerika (Serikat). Tidak ada partisipasi (Azerbaijan) dalam pasukan penjaga perdamaian yang direncanakan (AS di Gaza)," kata Aliyev dilansir Jerusalem Post.

3. Azerbaijan tetap mendukung perdamaian di Gaza

Orang-orang sedang berdemo menyerukan perdamaian di Gaza.
ilustrasi seruan perdamaian di Gaza (pexels.com/Efrem Efre)

Meski begitu, Azerbaijan sebetulnya tetap mendukung perdamaian di Gaza. Mereka juga mendesak Israel untuk segera mengakhiri invasinya ke wilayah tersebut. Sebab, sudah banyak korban yang berjatuhan sejak Israel menginvasi Gaza pada Oktober 2023.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Hamas, sejauh ini, sudah ada lebih dari 72 ribu orang yang tewas imbas serangan Israel di Gaza. Meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata, Israel saat ini masih melakukan serangan ke wilayah tersebut.

Serangan terbaru Israel ke Gaza terjadi pada Minggu (15/2/2026) pekan lalu. Serangan yang dilakukan pada pagi hari tersebut dilaporkan menewaskan 11 orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More