Trump Bakal Terbang ke China untuk Bertemu Xi Jinping, Ada Apa?

- Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengunjungi China pada 31 Maret–2 April 2026 untuk bertemu Presiden Xi Jinping dan membahas kebijakan tarif dagang antara kedua negara.
- Kunjungan ini dilakukan setelah Mahkamah Agung AS mengumumkan pembatalan tarif impor global, menyusul ketegangan akibat tarif 130 persen yang diberlakukan Trump terhadap produk China sejak Oktober 2025.
- Pertemuan mendatang menjadi kunjungan pertama Trump ke China sejak 2017, dengan tujuan memperbaiki hubungan dagang serta meredakan perang ekonomi antara Washington dan Beijing.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan akan terbang ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Informasi tersebut dikabarkan oleh Mahkamah Agung AS sebelum mengumumkan pembatalan tarif impor global Trump pada Jumat (20/2/2026).
Menurut keterangan Mahkamah Agung AS, Trump dijadwalkan terbang ke China pada 31 Maret–2 April 2026 mendatang. Di China, Trump akan mendiskusikan penerapan tarif dagang dengan Xi. Menurut Gedung Putih, pembicaraan tersebut dilakukan untuk mengurangi perang dan memperbaiki hubungan dagang di antara kedua negara.
1. Trump memberikan tarif 130 persen untuk China pada 2025

Sejak Trump menjabat lagi sebagai Presiden pada Januari 2025, hubungan dagang antara China dan AS memang memanas. Hal ini karena Trump tidak mau China menyaingi AS dalam aspek perdagangan di kancah internasional. Oleh karena itu, Trump menerapkan tarif besar-besaran untuk China pada Oktober 2025 lalu. Dilansir CNN, langkah ini dilakukan untuk melindungi ekonomi sekaligus membatasi jumlah produk impor yang dijual China di AS.
Saat itu, Trump mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 130 persen untuk seluruh produk impor yang datang dari China. Tarif tersebut lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya 30 persen. Penerapan tarif tersebut membuat hubungan AS dan China, terutama dalam hal perdagangan, kian memanas.
2. Trump sudah memberi kabar dirinya bakal pergi ke China

Trump sendiri sebetulnya sudah memberi kabar bahwa dirinya akan pergi ke China untuk membahas tarif dagang. Dalam pernyataannya, ia mengatakan kunjungan tersebut akan bersifat menantang.
Trump sebetulnya tidak mengatakan secara detail bahwa kunjungannya ke China bertujuan untuk mendiskusikan tarif dagang. Sebab, ia hanya mengatakan akan bertemu Presiden Xi untuk membicarakan hal krusial bagi kedua negara.
“Itu akan menjadi kunjungan yang luar biasa. Kita harus menampilkan pertunjukan terbesar yang pernah ada dalam sejarah China,” ujar Trump dalam pidatonya di pertemuan perdana Dewan Perdamaian (BoP) Gaza pada Kamis (19/2/2026) lalu.
3. Trump terakhir kali berkunjung ke China pada 2017

Kunjungan pada Maret mendatang akan menjadi kunjungan perdana Trump ke China sejak November 2017 lalu. Sebab, itu merupakan kali terakhir Trump berkunjung ke China usai resmi menjadi Presiden AS menggantikan Barack Obama. Itu merupakan kunjungan Presiden AS pertama ke China sejak 1949.
Saat itu, Trump datang ke China untuk memperkuat hubungan antara kedua negara. Selain itu, kedatangan Trump ke China ketika itu juga bertujuan untuk membahas kerja sama ekonomi, pertahanan, dan keamanan. Selain membahas kerja sama, Trump juga membahas program nuklir Korea Utara. Sebab, program nuklir Korut saat itu memang sedang menjadi buah bibir karena dianggap mengancaman keamanan di Kawasan Asia Timur.

















