Israel Ungkap Ambisi Kembangkan Senjata Laser di Luar Angkasa

- Israel berencana mengembangkan senjata laser tempur di orbit Bumi untuk memperluas kemampuan militernya dan menjaga posisi unggul dalam teknologi pertahanan luar angkasa.
- Pemerintah Israel menargetkan perlindungan aset antariksa, termasuk satelit nasional, dari potensi sabotase serta memastikan sistem pengawasan orbit tetap aman dan berfungsi optimal.
- Rusia dan China tercatat telah melakukan uji coba anti-satelit, sementara sejumlah negara mulai mengadopsi teknologi non-kinetik seperti laser guna meminimalkan risiko sampah antariksa.
Jakarta, IDN Times – Israel mulai menyiapkan pengembangan teknologi laser tempur di orbit Bumi sebagai bagian dari agenda memperluas kemampuan militernya. Rencana tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam pengarahan bersama jurnalis militer pada Senin (29/6/2026).
Katz mengatakan dirinya bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah menetapkan perekrutan ilmuwan terbaik sebagai prioritas untuk mempertahankan posisi Israel di garis terdepan sektor tersebut. Ia juga menyebut Tel Aviv menilai belum ada negara yang memiliki kemampuan melancarkan serangan militer dari luar angkasa.
“Jika kita mencapainya, hal itu akan menjamin keunggulan deterensi, kemampuan menyerang, menghancurkan, dan hal-hal lainnya terhadap musuh-musuh kita yang memiliki sumber daya besar,” ujar Katz, dikutip Jerusalem Post.
1. Israel memperluas kapabilitas senjata laser

Pernyataan Katz menjadi penjelasan pertama dari pejabat tinggi Tel Aviv mengenai proyek senjata yang ditempatkan di orbit. Penjelasan itu juga melengkapi pernyataannya sebelumnya mengenai perluasan kemampuan tempur Israel hingga ke luar atmosfer.
Di bidang teknologi laser, Israel selama ini telah mengembangkan Iron Beam sebagai sistem pertahanan laser berbasis darat. Negara itu juga menjalankan proyek jangka panjang untuk memasang senjata laser pada armada jet tempur generasi mendatang.
2. Israel memfokuskan perlindungan aset antariksa

Arah pernyataan Katz disebut berkaitan dengan Iran. Selama perang yang melibatkan kedua negara tahun ini, militer Israel telah menyerang sejumlah fasilitas strategis Teheran yang berhubungan dengan perang antariksa, termasuk pusat pengembangan teknologi anti-satelit.
Penguasaan ruang angkasa dipandang penting bagi Tel Aviv untuk melindungi satelit dalam negeri dari aksi sabotase. Kemampuan tersebut juga ditujukan agar sistem pengawasan orbit militer tetap beroperasi tanpa gangguan.
3. Negara besar mengembangkan teknologi anti-satelit

Meski Katz menyatakan belum ada negara yang menguasai ruang luar angkasa, catatan global menunjukkan Rusia dan China telah beberapa kali melakukan operasi anti-satelit dengan menghancurkan target uji coba milik mereka sendiri di orbit, dilansir Roya News.
Sejumlah negara kini beralih ke metode non-kinetik, seperti distorsi sinyal, penarikan objek, dan penggunaan laser, untuk mengurangi penumpukan sampah antariksa akibat ledakan kinetik. Laporan asing juga menyebut teknologi laser canggih berpotensi merusak satelit lawan sekaligus membakar puing yang dihasilkan.


















