Profil dan Rekam Jejak Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat dan politikus Gerindra, dikenal lewat gaya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat serta aktif di media sosial dengan jutaan pengikut.
Karier politiknya dimulai dari Partai Golkar hingga akhirnya pindah ke Gerindra pada 2023, lalu memenangkan Pilgub Jabar 2024 bersama Erwan Setiawan dengan perolehan suara 62 persen.
Sosoknya sering viral karena kebijakan kontroversial, keterlibatan dalam kasus Vina Cirebon, serta tragedi resepsi pernikahan putranya yang menewaskan tiga orang.
Jakarta, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kerap menjadi sorotan publik dengan kebijakannya sebagai kepala daerah dan aksi sosialnya, serta pelestarian budaya Sunda. Gaya komunikasi dan kerap turun ke masyarakat menjadi khas gaya kepemimpinan pria yang akrab disapa Demul itu.
Sebagai publik figur, Dedi Mulyadi tak lepas dari sorotan publik dan kontroversial. Beberapa kebijakan publik hingga masalah pribadi kerap mengisi ruang media sosial.
Di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, Dedi Mulyadi juga aktif membuat konten di chanel YouTube-nya. Tak kaleng-kaleng, YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel punya 9 juta pengikut.
Berikut profil dan rekam jejak Dedi Mulyadi yang merupakan Gubernur Jawa Barat sekaligus politikus Partai Gerindra yang kerap menjadi sorotan publik.
Table of Content
1. Profil dan rekam jejak Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi lahir pada 11 April 1971 di Kabupaten Subang, Jawa Barat, merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara.
Ayahnya seorang pensiunan Tentara Prajurit Kader yang berkiprah hingga usia 28 tahun, dan ibunya seorang aktivis Palang Merah Indonesia (PMI), Karsiti.
Dedi Mulyadi yang akrab disapa Demul menghabiskan masa kecilnya hingga menamatkan sekolahnya di jenjang SMA di kota kelahirannya, Subang, Jawa Barat.
Kemudian, Dedi melanjutkan pendidikan tingginya di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Purnawarman Purwakarta dengan gelar Sarjana Hukum (1999).
Dedi menikah dengan Sri Muliawati pada 1998, dan dikaruniai seorang anak bernama Maulana Akbar Ahmad Habibie. Namun, saat Maulana berusia tiga bulan, ibunya meninggal dunia.
Pada 2003, Dedi menikah dengan Anne Ratna Mustika, mantan Mojang Purwakarta dan juga keponakan dari Bunyamin Dudih, Bupati Purwakarta 1993-2003.
Dari pernikahannya itu dikaruniai dua anak, yaitu Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip dan Hyang Sukma Ayu. Namun keduanya bercerai pada 22 Februari 2023.
2. Pindah partai dari Golkar ke Gerindra

Sebelum bergabung dengan Partai Gerindra, Dedi Mulyadi merupakan politisi Partai Golkar. Ia bergabung dengan Golkar sejak 1999 melalui pencalonan dirinya sebagai anggota DPRD Purwakarta sekaligus menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Purwakarta 1999-2004.
Namun, pada 2003, ia mengundurkan diri dari tugasnya karena terpilih sebagai Wakil Bupati Purwakarta bersama Lily Hambali Hasan, Bupati Purwakarta 2003-2008.
Pada 2008, Dedi kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta bersama Dudung B Supardi, dan berhasil terpilih untuk masa jabatan 2008-2013.
Pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) berikutnya, Dedi kembali terpilih sebagai Bupati Purwakarta 2013-2018 bersama Dadan Koswara, Wakil Bupati Purwakarta.
Kariernya semakin cemerlang hingga pada 2016 ia terpilih sebagai ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat 2016-2020.
Dedi juga pernah menjadi calon gubernur Jabar berpasangan dengan Deddy Mizwar pada Pilkada 2018, namun kalah dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.
Karier politik Dedi di Golkar berakhir. Ia memilih keluar ke Partai Gerindra pada 2023. Di Gerindra, ia langsung ditunjuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Kepindahan Dedi ke Gerindra disebut-sebut karena perebutan tiket Pilgub Jabar 2024. Namun, Dedi membantah keras kabar tersebut.
Selama bergabung di partai berlambang pohon beringin tersebut, Dedi sempat menduduki berbagai posisi penting, di antaranya sebagai anggota hingga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (terpilih pada 2016) hingga Bupati Purwakarta dua periode.
Pada Pilgub Jabar 2024, Dedi berpasangan dengan Erwan Setiawan. Pasangan Dedi-Erwan diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PSI, PBB, Ummat, Hanura, Perindo, PKN, Prima, Garuda, Gelora, dan Buruh. Kala itu, Dedi menegaskan menolak politik identitas dan mengaku sebagai korban kampanye politik identitas.
“Saya tidak pernah menggunakan isu politik identitas, tapi saya menjadi korban dari kampanye politik identitas,” ucap Dedi Mulyadi, setelah menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Jabar.
Pasangan Dedi-Erwan pun menang Pilgub Jabar 2024, dengan memborong 62 persen suara sah. Setelah resmi jadi Gubernur Jabar, Dedi banyak membuat kebijakan yang kemudian viral di media sosial.
3. Kebijakan Dedi Mulyadi semasa menjabat Wakil Bupati dan Bupati Purwakarta 2 periode

Saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi pernah mengeluarkan kebijakan larangan berpacaran atau batas waktu kunjung pacar di atas jam 9 malam. Menurutnya pria dan wanita bukan muhrim jika berduaan pada malam hari, dan bagi yang ketahuan melanggar akan dinikahkan.
Menurut Dedi, kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga moralitas anak-anak, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Setiap perbatasan desa juga dipasang kamera pengintai atau SSCV, dengan tujuan agar kebijakan ini dapat berjalan optimal jika polisi tidak melewati setiap perbatasan desa.
Selain itu, kebijakan jam malam untuk pelajar bertujuan untuk mengisi waktu kosong anak-anak dengan kegiatan yang lebih positif, misalnya mengaji. Meski banyak yang menilai kebijakan tersebut tidak efektif, Dedi tetap menjalankan kebijakannya itu.
Selama menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Dedi juga banyak membangun patung-patung yang menurutnya sebagai estetika atau menambah keindahan Purwakarta.
Namun, pembangunan patung-patung ini banyak mendapat penolakan dari masyarakat. Masyarakat menilai adanya patung-patung ini sarat akan penyembahan berhala.
Dalam kanal YouTube Irfan Hakim, @deHakimStory, Dedi Mulyadi menyebut Indonesia masih kaku dalam menilai sebuah karya seni.
“Di Indonesia ini masih agak salah pemahaman deh, seni itu dianggap sesuatu yang terpisah dengan kehidupan. Padahal seni itu adalah bagian dari kehidupan,” ujar Dedi saat ditanya Irfan Hakim.
"Kalau agama itu kan hubungan personal/individual, antara manusia dengan Sang Maha Pencipta," lanjut pemerhati budaya itu.
Dedi menambahkan pembangunan patung-patung pahlawan ini diharapkan mampu membangun rasa cinta masyarakat pada tokoh-tokoh pewayangan. Hal ini dilakukan untuk mencegah masyarakat terlalu terpengaruh oleh budaya asing hingga melupakan warisan budaya sendiri.
4. Bandingkan harga beras dengan harga skincare

Pernyataan Dedi Mulyadi membandingkan harga beras, skincare, dan barang elektronik pernah menjadi sorotan publik. Menurut dia, ketika harga beras naik masyarakat ribut seakan mau kiamat, tetapi harga skincare naik masyarakat tidak ada yang protes.
“Kalau harga beras naik, ribut, dunia serasa mau kiamat. Tapi kalau harga skincare naik yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan, diam-diam saja,” ucap Dedi Mulyadi, dalam video yang beredar pada Februari 2024.
5. Perceraian Dedi Mulyadi dengan Anne Ratna Mustika setelah 19 tahun pernikahan

Retaknya hubungan pernikahan Dedi Mulyadi dengan Anne Ratna sempat menjadi sorotan publik. Anne yang merupakan bupati Purwakarta 2018-2023 itu memutuskan mengajukan gugatan cerai pada September 2022.
Anne mengaku mendapat perlakuan kekerasan secara psikologis oleh Dedi. Dia menyebut Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan Dedi sudah berlangsung lama hingga habis batas kesabarannya.
Sedangkan, menurut pengakuan Ojat Sudrajat, kuasa hukum Dedi Mulyadi, Dedi ingin berdamai dengan istrinya. Ojat menyebut Dedi sempat meminta dirinya mencari jalan tengah agar rumah tangganya bersama Anne tetap utuh kembali.
6. Mengajukan diri terlibat dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon

Dedi Mulyadi masuk dalam deretan pihak yang memperjuangkan kasus pembunuhan Vina Cirebon. Di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Dedi mengunggah sebuah postingan dirinya bersama Otto Hasibuan sedang mengunjungi para terpidana kasus Vina.
Sedangkan, dalam kanal YouTube pribadinya, @Kang Dedi Mulyadi Channel, ia menyebut alasan utama mau terlibat dalam kasus Vina Cirebon adalah untuk mempermudah pihak-pihak lain dalam menangani kasus ini lebih rinci.
“Saya adalah warga biasa yang secara kebetulan aktif di media sosial. Saya ingin mengumpulkan bukti-bukti ini sehingga bukti-bukti ini bisa dibaca oleh pak presiden, pak kapolri, pak kapolda, pak bareskrim,” ucapnya dalam kanal YouTube pribadinya.
Dedi Mulyadi juga turut mendatangi Bareskrim Polri bersama keluarga tujuh terpidana kasus Vina Cirebon pada, Rabu 10 Juli 2024. Dia meyakini ketujuh terpidana kasus Vina Cirebon tidak terlibat dalam pembunuhan dan pemerkosaan.
“Mereka tidak melakukan perbuatan pidana dengan tuduhan pembunuhan dan pemerkosaan dan mereka masuk ke penjara itu karena salah satunya ada kesaksian yang disampaikan oleh Aep dan Dede,” ujar Dedi di Bareskrim Polri.
7. Ditakuti anak-anak video nasihat hingga tragedi resepsi pernikahan putranya

Dedi juga pernah viral dengan video nasihat yang "menakut-nakuti" anak-anak yang kecanduan bermain HP. Dalam video yang banyak beredar, para orang tua menggunakan 'ancaman' Kang Dedi yang akan datang menjemput dan menjemput anak mereka ke barak, jika tidak mau berhenti main HP, mandi, atau belajar.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga sempat menjadi sorotan publik dalam tragedi maut resepsi pernikahan putra, Maula Akbar, yang menikah dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Kabupaten Garut, pada 18 Juli 2025. Acara makan gratis tersebut berubah menjadi petaka setelah ribuan warga berdesakan, mengakibatkan dua warga sipil dan satu anggota kepolisian meninggal dunia akibat terinjak dan kehabisan napas.
8. Dedi Mulyadi menjadi Pembicara di Indonesia Summit 2026 by IDN Times
Dedi Mulyadi akan menjadi salah satu pembicara dalam sesi HYPERLOCAL HYPER-GROWTH: THE RISE OF THE "SECOND TIER" di Indonesia Summit 2026 yang digelar pada Hari Rabu, Tanggal 17 Juni di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Indonesia Summit (IS) 2026 merupakan sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema “The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age,” konferensi ini bukan hanya membahas wacana teknologi abstrak, melainkan juga mengkaji dampak nyata kecerdasan buatan (AI) terhadap kerangka kelembagaan nasional. Dengan mempertemukan para arsitek kebijakan, penggerak ekonomi, dan konsumen inovasi, IS 2026 bertujuan untuk memahami bagaimana Indonesia dapat melompati tahapan-tahapan pembangunan dengan mengintegrasikan AI secara strategis ke dalam sektor publik dan swasta.
Kalau kamu tertarik untuk mendengar secara langsung insight dari para narasumber inspiratif di Indonesia Summit 2026, jangan lupa daftarkan diri kamu di bit.ly/IS_26. Siapa pun kamu, yuk, ikutan konferensinya!
FAQ seputar Profil dan Rekam Jejak Dedi Mulyadi
| Siapa Dedi Mulyadi dan apa jabatannya saat ini? | Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Demul, adalah Gubernur Jawa Barat sekaligus politikus dari Partai Gerindra. Ia dikenal luas oleh publik karena gaya kepemimpinannya yang dekat dengan masyarakat, aksi sosialnya, serta keaktifannya sebagai kreator konten di YouTube. |
| Bagaimana perjalanan karier politik Dedi Mulyadi sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat? | Dedi mengawali karier politiknya di Partai Golkar sejak tahun 1999, dimulai menjadi anggota DPRD Purwakarta, Wakil Bupati Purwakarta (2003–2008), hingga menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode (2008–2018). Ia juga sempat menjadi anggota DPR RI sebelum akhirnya pindah ke Partai Gerindra pada 2023 dan memenangkan Pilgub Jabar 2024. |
| Apa saja kebijakan viral atau kontroversial yang pernah dibuatnya saat memimpin Purwakarta? | Saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, ia pernah memberlakukan larangan berpacaran di atas jam 9 malam demi menjaga moralitas remaja. Selain itu, ia banyak membangun patung tokoh pewayangan sebagai nilai estetika dan pelestarian budaya Sunda, meskipun sempat mendapat penolakan dari sebagian kelompok masyarakat. |
| Apa keterlibatan Dedi Mulyadi dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon? | Dedi terlibat aktif dalam mengawal dan memperjuangkan keadilan bagi para terpidana kasus Vina Cirebon. Bersama pengacara Otto Hasibuan, ia mengumpulkan bukti-bukti baru dan mendatangi Bareskrim Polri karena meyakini bahwa tujuh terpidana dalam kasus tersebut tidak bersalah dan menjadi korban salah tangkap. |
| Kegiatan terbaru apa yang akan dihadiri oleh Dedi Mulyadi dalam waktu dekat? | Dedi Mulyadi dijadwalkan hadir sebagai salah satu pembicara dalam sesi "HYPERLOCAL HYPER-GROWTH: THE RISE OF THE SECOND TIER" di ajang Indonesia Summit 2026 yang diselenggarakan oleh IDN Times pada Rabu, 17 Juni 2026 di JKT. |


















