Dilansir France24, Prancis telah memperhatikan permintaan para pemberontak yang melakukan kudeta. Mereka menolak untuk pergi karena kelompok kudeta dianggap bukan otoritas yang sah di Niger.
"Para pelaku kudeta tidak mempunyai kewenangan untuk mengajukan permintaan ini, persetujuan duta besar hanya datang dari otoritas terpilih yang sah di Niger," kata Kementerian Luar Negeri Prancis.
"Kami terus mengevaluasi kondisi keamanan dan operasional kedutaan kami," tambah kementerian itu.






















