Kebakaran RS di Rumania, 4 Pasien COVID-19 Tewas

Bukares, IDN Times – Bagai terjatuh masih tertimpa tangga, itulah gambaran pasien COVID-19 di salah satu rumah sakit di Rumania. Rumah sakit tempat para pasien itu dirawat mengalami kebakaran dan menyebabkan setidaknya empat pasien infeksi COVID-19 meninggal dunia.
Kebakaran itu terjadi pada Jum’at pagi (29/1) dan membuat ratusan orang dievakuasi. Kebakaran juga menyebabkan puluhan orang luka-luka sebelum petugas pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api.
1. Korban meninggal dan terluka
Rumah sakit yang terbakar di Rumania bernama Matei Bals dan dibangun pada tahun 1953. Meskipun terhitung bangunan yang sudah tua, namun rumah sakit tersebut sepenuhnya telah direnovasi. Rumah sakit Matei Bals sejauh ini menjadi salah satu rumah sakit terbesar dan paling banyak digunakan untuk menampung pasien infeksi virus corona.
Melansir dari laman Associated Press, kebakaran terjadi pada pukul tiga dini hari. Api membakar bangunan lantai dasar rumah sakit. Pihak berwenang mengatakan empat pasien infeksi virus corona yang sedang dirawat menjadi korban yang meninggal dunia.
Selain itu, pihak berwenang juga telah melakukan evakuasi sebanyak 102 orang. Informasi mengenai orang-orang yang terluka akibat kebakaran tidak dirilis berapa jumlahnya. Beberapa jam setelah api membakar, salah satu balkon rumah sakit terlihat hangus.
2. Pasien dipindahkan ke rumah sakit lainnya

Dari laporan yang disampaikan oleh pejabat berwenang, selain mereka melakukan evakuasi terhadap para tim medis, sebanyak 120 pasien infeksi virus corona yang berada di bangsal yang sama, juga turut segera dievakuasi setelah diketahui Matei Bals mengalami kebakaran.
Raeed Arafat, wakil Menteri Dalam Negeri yang bertanggung jawab dalam situasi darurat mengatakan kepada kantor berita Reuters, “tidak ada pasien (yang dievakuasi) yang mengalami luka bakar,” jelasnya. Mereka yang dievakuasi dipindahkan ke rumah sakit yang lain atau di bangsal rumah sakit yang berbeda namun masih tetap di Matei Bals.
Sejauh ini penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Menteri Kesehatan Rumania, Vlad Voiculescu, mengatakan kepada wartawan bahwa “jelas ada masalah.” Dia membicarakan lembaga yang paling banyak dibiayai oleh negara namun Voiculescu tidak merinci masalahnya.
3. Sistem kesehatan yang bermasalah

Rumania adalah salah satu negara Uni Eropa yang layanan kesehatannya tidak berkembang dengan baik. Banyak sekali skandal korupsi, inefisiensi dan manajemen yang dipolitisasi. Krisis di Rumania khususnya dalam sistem kesehatan telah menyebabkan banyak tenaga medis melakukan emigrasi dari negara tersebut.
Melansir dari globaljournals, sejak tahun 2007 lalu, telah ada 10.000 dokter yang memilih untuk bekerja di Barat dan sekitar 400 dokter yang mengajukan emigrasi tiap bulannya. Buruknya manajemen sistem kesehatan adalah salah satu sebab utama banyaknya dokter yang memilih bekerja di luar negeri.
Pada bulan November 2020, rumah sakit Matei Bals yang juga disebut sebagai National Institute of Infectious Diseases menjadi berita utama di Rumania. Melansir dari laman Euro News, banyak sekali gambar yang dipublikasikan secara daring yang menunjukkan bagaimana penuhnya rumah sakit tersebut. Banyak sekali pasien yang dirawat di lorong-lorong dan koridor rumah sakit karena banjirnya pasien COVID-19.
4. Sebelumnya juga telah terjadi kebakaran rumah sakit

Pada pertengahan bulan November, musibah kebakaran juga sudah melanda salah satu rumah sakit di Rumania. Kebakaran itu terjadi di sebuah rumah sakit di Piatra Neamt, sekitar 320 kilometer sebelah barat ibukota Bukares.
Melansir dari laman BBC, kebakaran terjadi di ruang perawatan intensif (UGD) dan menyebabkan setidaknya 10 orang meninggal dunia. Semua korban juga sedang menjalani perawatan akibat infeksi virus corona. Seorang dokter yang mencoba menyelamatkan pasien dilaporkan mengalami luka bakar di hampir sekujur tubuh dan kondisinya kritis.
Rumania sampai saat ini telah mencatat memiliki total 721.513 orang yang terjangkit virus corona. Total penduduk yang meninggal karena infeksi virus corona, menurut data dari Johns Hopkins University, ada 18.105 orang. Kasus harian di negara Balkan itu mencapai hampir 3.000 kasus.
Program vaksinasi di Rumania, sama seperti negara-negara Eropa lainnya, juga sudah berjalan. Sampai saat ini tercatat ada lebih dari 600.000 orang yang sudah di vaksin. Tanggal 28 Januari, dalam satu hari pemerintah Rumania berhasil melakukan vaksinasi sebanyak 38.692 warganya.

















