Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kebocoran Gas Bromin di Kampus Korsel, 17 Orang Dirawat

Kebocoran Gas Bromin di Kampus Korsel, 17 Orang Dirawat
Bendera Korea Selatan (unsplash.com/Paran Koo)
Intinya Sih
  • Kebocoran gas bromin terjadi di Universitas Nasional Chungbuk, Cheongju, setelah botol berisi cairan kimia pecah di laboratorium dan menyebabkan 17 orang harus dirawat.
  • Para korban mengalami gejala seperti sesak napas, mual, pusing, serta iritasi mata akibat paparan uap bromin, namun seluruhnya dilaporkan dalam kondisi stabil.
  • Pemerintah dan kepolisian Korea Selatan menyelidiki prosedur keselamatan laboratorium sambil memastikan area kampus benar-benar aman dari sisa gas beracun sebelum digunakan kembali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kebocoran gas bromin terjadi di Universitas Nasional Chungbuk, Cheongju, Korea Selatan, pada Kamis (28/5/2026). Peristiwa ini menyebabkan 17 orang dilarikan ke rumah sakit setelah terpapar uap dari bahan kimia tersebut.

Insiden ini bermula dari pecahnya botol cairan kimia di salah satu laboratorium. Petugas gabungan langsung mengosongkan gedung pusat riset untuk mencegah adanya korban tambahan, sementara pemerintah daerah setempat meminta warga menjauhi lokasi kejadian selama proses pembersihan berlangsung.

1. Botol bahan kimia jatuh dan pecah di laboratorium

Kebocoran bermula sekitar pukul 19.13 waktu setempat di lantai enam Pusat Riset Bio Lanjutan. Pihak kepolisian dan pemadam kebakaran menjelaskan kejadian ini berawal saat mahasiswa sedang membereskan laboratorium. Sebuah botol berisi 500 mililiter cairan bromin jatuh lalu pecah, dan cairannya dengan cepat menguap memenuhi ruangan.

"Saya sedang di asrama dan mau mencuci baju saat mendengar pengumuman ada botol bromin yang pecah. Semua orang di gedung pertanian diminta keluar, jadi saya langsung kembali ke kamar," kata Park Sung-woon, salah satu mahasiswa, dilansir Korea Herald.

2. Para korban alami sesak napas hingga mual

Akibat paparan uap gas tersebut, para korban yang berada di lokasi kejadian mengeluhkan sejumlah masalah kesehatan. Gejala yang dialami meliputi sesak napas, mual, pusing, dan mata perih. Uap bromin memang dikenal sangat mudah mengiritasi saluran pernapasan dan area mata jika terhirup.

"Ada korban yang merasa mual dan matanya perih. Beberapa orang juga mengeluh sedikit sesak napas," kata Jeong Young-cheol, petugas dari Pemadam Kebakaran Cheongju Barat.

Kondisi seluruh korban yang dirawat dilaporkan stabil dan tidak ada gejala berat yang membahayakan nyawa.

3. Polisi dan pemerintah selidiki prosedur keselamatan

Untuk menangani tumpahan kimia ini, petugas pemadam kebakaran mengerahkan 15 unit kendaraan dan 24 personel guna menetralisasi area. Di saat yang sama, pihak kepolisian langsung mengumpulkan keterangan untuk memeriksa apakah prosedur keselamatan kerja di laboratorium sudah dijalankan dengan benar.

"Saat kejadian, mahasiswa sedang melakukan percobaan mikrobiologi," ujar perwakilan kampus dalam keterangannya kepada polisi.

Pada Jumat (29/5/2026), Kementerian Sains dan instansi keselamatan kimia Korea Selatan terjun langsung memeriksa lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan sekaligus menjamin gedung sudah benar-benar aman dari sisa gas beracun sebelum digunakan kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More