Daftar Kecelakaan Pesawat ATR di Berbagai Negara, dari AS sampai Brasil

- American Eagle Flight 4184 (AS, 1994) ATR 72 jatuh di Roselawn, Indiana karena pembentukan es pada sayap.
- Tuninter Flight 1153 (Italia-Tunisia, 2005) kehabisan bahan bakar akibat kesalahan pemasangan indikator.
- TransAsia Airways Flight 235 (Taiwan, 2015) jatuh karena pilot keliru mematikan mesin yang masih berfungsi.
Pesawat turboprop ATR banyak diandalkan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah, terutama di wilayah dengan bandara terbatas dan medan sulit. Pesawat ATR adalah pesawat turboprop regional yang digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah, terutama ke bandara kecil atau daerah terpencil.
Namun, dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah kecelakaan serius melibatkan pesawat ini pernah terjadi dan menjadi perhatian global. Setiap insiden memunculkan evaluasi baru soal keselamatan, pelatihan kru, serta batas operasional di kondisi ekstrem.
Table of Content
1. American Eagle Flight 4184 (AS, 1994)

ATR 72 milik American Eagle jatuh di Roselawn, Indiana, saat terbang dari Chicago menuju Indianapolis. Seluruh 68 orang di dalam pesawat meninggal dunia. Melansir National Transportation Safety Board (NTSB), kecelakaan dipicu pembentukan es pada sayap yang menyebabkan hilangnya kendali pesawat. Laporan ini juga dikutip luas oleh The New York Times dan Aviation Safety Network sebagai kasus penting dalam sejarah keselamatan penerbangan AS.
2. Tuninter Flight 1153 (Italia-Tunisia, 2005)

Pesawat ATR 72 rute Bari–Djerba jatuh ke Laut Mediterania dekat Palermo setelah kehabisan bahan bakar. Sebanyak 16 orang tewas. Menurut laporan investigasi yang dikutip BBC, kecelakaan terjadi akibat kesalahan pemasangan indikator bahan bakar yang tidak sesuai dengan tipe pesawat. Insiden ini sering dijadikan rujukan soal lemahnya kontrol perawatan teknis maskapai.
3. TransAsia Airways Flight 235 (Taiwan, 2015)

ATR 72-600 jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Songshan, Taipei, dan menewaskan 43 orang. Melansir Taiwan Transportation Safety Board, pilot secara keliru mematikan mesin yang masih berfungsi saat menangani kegagalan mesin lain. Kasus ini menyorot serius persoalan pelatihan kru dan manajemen situasi darurat.
4. Iran Aseman Airlines Flight 3704 (Iran, 2018)

Pesawat ATR 72 jatuh di Pegunungan Zagros ketika hendak mendarat di Bandara Yasuj, menewaskan seluruh 66 penumpang dan awak. Menurut pernyataan Iran Civil Aviation Organization yang dikutip Al Jazeera, pesawat terbang di bawah ketinggian aman dalam kondisi cuaca buruk. Faktor medan pegunungan dan jarak pandang rendah menjadi sorotan utama.
5. Yeti Airlines Flight 691 (Nepal, 2023)

ATR 72-500 jatuh saat pendekatan ke Bandara Pokhara dan menewaskan 72 orang. Melansir laporan resmi pemerintah Nepal yang dikutip Anadolu Agency, investigasi menemukan kesalahan konfigurasi tuas mesin yang menyebabkan kedua mesin kehilangan daya. Tragedi ini tercatat sebagai kecelakaan ATR paling mematikan hingga saat ini.
6. Voepass Flight 2283 (Brasil, 9 Agustus 2024)

ATR 72-500 milik Voepass Linhas Aéreas jatuh di dekat Vinhedo, São Paulo, dan menewaskan 62 orang. Melansir AeroTime, pesawat terlihat berputar sebelum jatuh menukik ke permukiman. Otoritas Brasil melalui CENIPA menyelidiki kemungkinan icing dan hilangnya kontrol saat penerbangan.
7. Trigana Air ATR 42-500 (Indonesia, 9 September 2024)

ATR 42-500 Trigana Air Service tergelincir saat lepas landas dari Bandara Stevanus Rumbewas, Serui, Papua. Tidak ada korban jiwa. Melansir Bureau of Enquiry and Analysis for Civil Aviation Safety (BEA) dan pemberitaan Aviation Herald, insiden ini diklasifikasikan sebagai kecelakaan serius akibat runway excursion dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Deretan kecelakaan ATR di berbagai negara menunjukkan pola yang konsisten: cuaca ekstrem, kesalahan manusia, dan kelemahan prosedur sering menjadi faktor utama. Meski demikian, para regulator dan produsen terus melakukan pembaruan standar keselamatan. Dalam konteks penerbangan regional, kepatuhan pada prosedur dan kualitas pelatihan kru tetap menjadi penentu utama keselamatan.


















