Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inggris Tangkap Empat Pria, Diduga Mata-mata Iran

Inggris Tangkap Empat Pria, Diduga Mata-mata Iran
Ilustrasi Bendera Inggris (freepik.com/gpointstudio)
Intinya Sih
  • Kepolisian London menangkap empat pria diduga mata-mata Iran dalam operasi antiteror di tiga lokasi, berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional 2023 untuk melindungi keamanan nasional Inggris.
  • Penyelidikan mengungkap para tersangka memantau komunitas Yahudi di London, termasuk rumah ibadah dan pusat sosial, sebagai bagian dari kegiatan pengumpulan informasi yang dianggap ancaman serius oleh MI5.
  • Penangkapan ini terjadi di tengah ketegangan global akibat serangan militer terhadap Iran, dengan pemerintah Inggris menegaskan prioritas utama adalah menjaga keselamatan warga dan kedaulatan negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Metropolitan London menangkap empat orang pria pada Jumat (6/3/2026), karena diduga melakukan kegiatan mata-mata untuk kepentingan dinas intelijen Iran. Penangkapan ini dilakukan oleh unit antiterorisme sebagai langkah cepat untuk menjaga keamanan negara. Operasi tersebut merupakan hasil dari pemantauan jangka panjang yang dilakukan oleh pihak berwenang terhadap ancaman keamanan yang terdeteksi.

Fokus utama dari operasi ini adalah untuk melindungi warga serta tempat-tempat yang berkaitan dengan komunitas Yahudi di wilayah London dan sekitarnya. Pihak keamanan Inggris menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan adanya kegiatan berbahaya yang dilakukan oleh pihak asing di wilayah mereka.

1. Polisi London tangkap sepuluh pria terkait jaringan mata-mata Iran

Kepolisian Antiterorisme London melakukan operasi besar-besaran untuk menangkap empat tersangka utama di tiga lokasi berbeda. Penggerebekan yang berlangsung sekitar pukul 01.00 dini hari ini menyasar wilayah Barnet, Harrow, dan kota Watford di Hertfordshire. Para tersangka terdiri dari satu warga negara Iran dan tiga pria berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran, dengan rentang usia antara 22 hingga 55 tahun.

Operasi ini dijalankan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional 2023, khususnya terkait dugaan pemberian bantuan kepada layanan intelijen asing. Aturan hukum ini memberikan wewenang lebih luas bagi aparat untuk menindak aktivitas yang mengancam keamanan negara, termasuk tindakan pengintaian ilegal yang dilakukan oleh agen asing. Selain empat tersangka utama, polisi juga menahan enam pria tambahan di Harrow yang diduga membantu para pelaku kejahatan, bahkan salah satu dari mereka sempat menyerang petugas saat ditangkap.

Kepala Antiterorisme London, Commander Helen Flanagan, menegaskan bahwa langkah hukum ini merupakan hasil akhir dari penyelidikan yang sangat mendalam dan rahasia.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penggeledahan intensif di lokasi penangkapan serta sebuah properti di wilayah Wembley untuk mencari bukti tambahan. Fokus utama penyelidikan adalah untuk membongkar sarana komunikasi dan dukungan logistik yang digunakan oleh kelompok ini dalam menjalankan perintah dari intelijen Iran. Keamanan masyarakat di wilayah London Utara dan Barat menjadi perhatian utama, di mana risiko terhadap warga telah ditekan melalui kerja sama erat antara kepolisian dan badan intelijen MI5.

2. Mata-mata Iran targetkan komunitas Yahudi di London

Kegiatan mata-mata yang dilakukan oleh para tersangka berfokus pada pengumpulan informasi dan pemantauan lokasi penting milik komunitas Yahudi. Mereka mengawasi sejumlah orang serta tempat umum, seperti rumah ibadah dan pusat kegiatan sosial, yang menjadi pusat kehidupan warga Yahudi di London. Pihak keamanan menganggap aktivitas ilegal ini sebagai ancaman langsung terhadap keamanan warga, karena data yang dikumpulkan bisa digunakan untuk merencanakan tindakan kekerasan di masa depan.

Kepala badan intelijen MI5, Ken McCallum, sebelumnya sudah memperingatkan adanya peningkatan ancaman dari Iran di Inggris. Ia mengungkapkan bahwa pihak intelijen Iran sering menggunakan cara-cara kasar, termasuk ancaman pembunuhan dan penculikan terhadap pihak yang dianggap sebagai lawan politik. Laporan keamanan mencatat ada lebih dari 20 rencana serangan berbahaya yang didukung Iran berhasil digagalkan dalam setahun terakhir, yang sebagian besar menargetkan media serta tokoh penting dalam komunitas Yahudi.

Peningkatan ancaman ini sejalan dengan data yang mencatat adanya lonjakan tindakan kebencian terhadap warga Yahudi di Inggris. Sepanjang tahun 2025, terdapat 3.700 kasus kebencian yang dilaporkan, atau naik sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menanggapi situasi ini, Commander Helen Flanagan meminta masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap keadaan di sekitar mereka.

"Kami mengerti masyarakat merasa khawatir, terutama komunitas Yahudi. Saya meminta warga tetap waspada dan segera melapor jika melihat atau mendengar hal yang mencurigakan," ujar Flanagan, dilansir Time.

3. Inggris tangkap mata-mata Iran di tengah ketegangan militer global

Penangkapan para tersangka mata-mata ini terjadi di tengah situasi dunia yang sedang memanas, terutama karena adanya serangan militer AS dan Israel terhadap sasaran strategis di Iran. Serangan tersebut bertujuan untuk menghancurkan kekuatan nuklir dan senjata berat Iran, yang kemudian memicu kekhawatiran akan terjadinya perang yang lebih luas di wilayah tersebut.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Shabana Mahmood, juga menyatakan dukungannya terhadap tindakan tegas kepolisian dalam menjaga keselamatan warga dan kedaulatan negara. Pihak berwenang Inggris memang sudah lama mewaspadai taktik Iran yang sering menggunakan kelompok penjahat untuk melakukan serangan di Eropa, seperti kasus yang pernah dilaporkan terjadi di Denmark dan Jerman. Keberhasilan operasi ini menunjukkan bahwa sistem keamanan Inggris kini lebih efektif dalam mendeteksi kegiatan mata-mata asing sebelum serangan terjadi.

Meskipun langkah hukum ini berisiko memperburuk hubungan diplomatik antara Inggris dan Iran, pemerintah menegaskan bahwa perlindungan warga di dalam negeri adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More