Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jepang Evakuasi 107 Warganya dari Timur Tengah

Jepang Evakuasi 107 Warganya dari Timur Tengah
Ilustrasi maskapai Ethiopian Airlines. (unsplash.com/Fabian N.)
Intinya Sih
  • Pemerintah Jepang mengevakuasi 107 warganya dari Timur Tengah akibat konflik bersenjata, dengan pesawat sewaan Ethiopian Airlines yang mendarat di Bandara Narita pada 8 Maret 2026.
  • Kementerian Luar Negeri Jepang membentuk satuan tugas khusus dan mengerahkan misi diplomatik untuk membantu ekspatriat serta wisatawan di Kuwait, Bahrain, Qatar, UEA, dan Oman.
  • Eskalasi perang AS-Israel terhadap Iran menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan memicu terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengevakuasi seluruh warga negara Jepang di Timur Tengah. Ini menyusul memanasnya konflik bersenjata di kawasan tersebut.

Dalam rapat Komite Anggaran DPR pada Senin (9/3/2026), Motegi menyatakan bahwa Tokyo tengah mengatur repatriasi atau pemulangan bagi warga yang ingin meninggalkan zona konflik sejak dimulainya operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran.

"Kami melakukan upaya maksimal demi keselamatan warga negara Jepang. Pengaturan evakuasi bagi mereka yang ingin pulang sedang berjalan," kata Motegi, dilansir NHK News.

1. Jepang maksimalkan misi diplomatiknya yang berada di kawasan Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi. (x.com/MOFA of Japan)
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi. (x.com/MOFA of Japan)

Motegi juga menjelaskan bahwa seluruh misi diplomatik Jepang di Timur Tengah beroperasi maksimal, guna menyediakan informasi keselamatan secara real-time. Pemerintah memprioritaskan bantuan kepulangan bagi ekspatriat dan wisatawan yang terjebak di Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Satuan tugas khusus telah dibentuk untuk merespons kebutuhan informasi terkait situasi keamanan yang terus berubah.

Sebuah pesawat yang disewa oleh pemerintah Jepang, Ethiopian Airlines, untuk mengevakuasi wisatawan Jepang dan mereka yang terjebak di Timur Tengah telah mendarat di Bandara Narita, dekat Tokyo. Penerbangan tersebut membawa 107 penumpang dan tiba sekitar pukul 19:30 waktu setempat pada Minggu (8/3/2026) dari Muscat, Oman.

Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa para penumpang tersebut terjebak di UEA dan Oman.

2. Para penumpang yang tiba di Jepang berbagi pengalamannya selama konflik Timur Tengah

Potret Bandara Narita di Jepang. (unsplash.com/Fatima Garcia)
Potret Bandara Narita di Jepang. (unsplash.com/Fatima Garcia)

Pada 8 Maret, sebanyak 83 warga negara Jepang dan satu anggota keluarga asing melarikan diri dari Kuwait dan memasuki Arab Saudi. Mereka menunggu penerbangan sewaan pemerintah yang dijadwalkan berangkat paling cepat pada 9 Maret 2026.

Selain itu, 13 warga negara Jepang, termasuk staf di Kedutaan Besar Jepang di Iran, dan satu anggota keluarga asing dilaporkan melarikan diri melalui jalur darat dari Iran ke negara tetangga Azerbaijan.

Beberapa penumpang yang telah tiba di Jepang berbagi pengalaman mereka. Seorang laki-laki yang berada di Oman untuk perjalanan bisnis mengatakan ia ingin pulang sesegera mungkin dan merasa lega. Ia menambahkan bahwa ia khawatir tentang rekan-rekannya yang masih berada di sana.

Sementara, seorang perempuan yang tinggal di Abu Dhabi tiba di Jepang bersama orang tuanya, yang sedang berkunjung. Ia mengatakan bahwa ia takut mendengar ledakan di dekatnya dan khawatir tentang suaminya yang harus tinggal di sana karena pekerjaannya.

Penumpang lainnya adalah Mitsuaki Nishimura, yang menjalankan perusahaan penyelenggara acara dan tinggal di Kyoto. Ia mengatakan terdengar suara ledakan keras yang kedengarannya seperti kembang api atau guntur. Insiden itu terjadi saat ia menginap di sebuah hotel di Dubai, UEA, dalam perjalanan bisnis pada 1 Maret 2026.

"Sebuah rudal yang tampaknya berasal dari Iran menghantam Dubai, dan peringatan darurat muncul di handphone tak lama kemudian. Sejak hari itu, serangan rudal terus berlanjut hampir setiap hari. Serangan tersebut semakin intensif terutama pada malam hari," kata Nishimura, dikutip dari Asahi Shimbun.

3. Meletusnya perang AS-Israel terhadap Teheran dan diangkatnya pemimpin tertinggi Iran yang baru

Bendera Iran. (Unsplash.com/sina drakhshani)
Bendera Iran. (Unsplash.com/sina drakhshani)

Pemerintah mengatakan jumlah orang yang ingin dievakuasi lebih besar dari yang diperkirakan semula dan mungkin melebihi kapasitas pesawat. Alhasil, para pejabat sedang mempersiapkan penerbangan tambahan.

Baru-baru ini, Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan sebuah pesawat Pasukan Bela Diri Jepang tetap siaga di Maladewa, guna membantu pengangkutan warga Jepang. Pesawat angkut dan pengisian bahan bakar udara KC-767 tersebut dikerahkan setelah Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi memerintahkan agar pesawat itu disiagakan di sana untuk evakuasi.

Upaya evakuasi warga negara Jepang semakin intensif di negara-negara Teluk sejak eskalasi konflik setelah serangan AS-Israel terhadap Iran, yang menewaskan pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei. Akibat konflik itu juga telah menyebabkan pembatalan penerbangan secara luas.

Kepemimpinan ulama Iran telah memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara itu. Terpilihnya putra kedua Khamenei ini dikabarkan memiliki hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, serta milisi sukarelawan Basij.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More