Kaesang Safari Ramadan ke Ponpes Minggir, Minta Nasihat Kiai

- Kaesang Pangarep melanjutkan Safari Ramadan PSI dengan berkunjung ke Pondok Pesantren Minggir, Sleman, dan mengikuti kegiatan ibadah bersama para santri serta pengurus pesantren.
- Dalam kunjungan itu, Kaesang dan Ahmad Ali menikmati kuliner khas Yogyakarta, sate klatak, yang disebut memiliki cita rasa unik dan menjadi tradisi wajib bagi tamu di Jogja.
- Rombongan PSI memanfaatkan momen silaturahmi ini untuk meminta nasihat para kiai mengenai peran pemuda serta mempererat hubungan partai dengan tokoh agama dan pesantren.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kaesang hadir bersama Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali. Mereka tiba menjelang waktu berbuka puasa dan langsung mengikuti shalat maghrib berjamaah bersama para santri dan pengurus pesantren.
Usai salat, pimpinan pondok pesantren KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq menyambut kedatangan rombongan dengan hidangan khas Yogyakarta, yakni sate klatak.
“Itu sate klatak yang tidak pakai bumbu, enak itu sate klatak,” ujar Gus Muwafiq.
1. Kaesang sebut makanan di Jogja tak ada yang tidak enak

Kaesang mengaku langsung tertarik dengan sajian sate klatak yang disuguhkan. Ia menyebut kuliner khas Yogyakarta tersebut memiliki cita rasa yang khas dan sulit ditolak.
Menurutnya, sate klatak yang menggunakan jeruji roda motor sebagai tusuk sate menjadi salah satu keunikan kuliner tersebut.
“Sate klatak yang pakai jeruji itu enak. Makanan Jogja nggak ada yang gak enak,” kata Kaesang.
2. Ahmad Ali: ke Jogja belum lengkap tanpa sate klatak

Ahmad Ali juga mengungkapkan hal serupa. Ia menilai kuliner sate klatak sudah menjadi bagian dari tradisi yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Yogyakarta.
Menurutnya, menikmati sate klatak menjadi pengalaman khas yang selalu dicari para tamu yang datang ke daerah tersebut.
“Ya itu tradisi itu. Kalau tidak makan sate datang ke sini, itu berarti kan belum nyampe itu,” ujar Ahmad Ali.
3. Minta nasihat kiai

Ahmad Ali menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Safari Ramadan yang dilakukan PSI. Melalui kegiatan ini, partai berupaya mempererat hubungan dengan para tokoh agama dan pesantren.
Ia mengatakan rombongan PSI juga memanfaatkan momentum tersebut untuk meminta nasihat dari para kiai terkait peran pemuda dan kehidupan berbangsa.
“Kunjungan kita hari ini ke Jogja ini merupakan rangkaian silaturahmi ke pondok dalam rangka Safari Ramadan, bertemu dan meminta nasehat para kiai,” ujar Ahmad Ali.


















