Kesal Penampilan Bad Bunny, Trump Unggah Gambar Perluas Wilayah AS

- Trump kesal akan penampilan Bad BunnySekitar 30 menit setelah penampilan Bad Bunny selesai, Trump menyampaikan kecamannya melalui media sosial Truth Social.
- Ambisi Trump memperluas wilayah Amerika SerikatTrump kemudian memperkuat kritiknya dengan membagikan ulang gambar buatan kecerdasan buatan yang menggambarkan ambisinya terhadap perluasan wilayah Amerika Serikat.
- Polemik Greenland berisiko muncul kembaliTrump sebelumnya bersikeras Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat demi alasan keamanan nasional.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons pesan persatuan Amerika yang disampaikan Bad Bunny di panggung Super Bowl dengan pernyataan keras yang menyinggung ambisi ekspansionisnya.
Menjelang akhir penampilan halftime show pada akhir pekan lalu, penyanyi asal Puerto Rico itu menerima sebuah bola bertuliskan “Together, we are America”.
Penampilan tersebut secara luas dimaknai sebagai kritik terhadap kebijakan keras anti-imigrasi Trump, yang selama ini secara terbuka ditentang oleh Bad Bunny.
Tak lama setelah pertunjukan berakhir, Trump meluapkan ketidaksenangannya dan menyebut penampilan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap Amerika Serikat.
1. Trump kesal akan penampilan Bad Bunny

Sekitar 30 menit setelah penampilan Bad Bunny selesai, Trump menyampaikan kecamannya melalui media sosial Truth Social.
“Pertunjukan Halftime Show Super Bowl benar-benar mengerikan, salah satu yang terburuk! Sama sekali tidak masuk akal,” tulis Trump, dikutip dari The Independent, Selasa (10/2/2026).
Ia juga menyebut penampilan tersebut sebagai sebuah penghinaan terhadap Kehebatan Amerika Serikat.
Unggahan tersebut langsung memicu perhatian publik, mengingat penampilan Bad Bunny dianggap membawa pesan persatuan dan inklusivitas di tengah kebijakan imigrasi yang ketat. Kritik Trump tersebut menegaskan ketegangan yang telah lama ada antara sang presiden dan musisi Puerto Rico itu terkait isu imigrasi dan identitas Amerika.
2. Ambisi Trump memperluas wilayah Amerika Serikat

Trump kemudian memperkuat kritiknya dengan membagikan ulang gambar buatan kecerdasan buatan yang menggambarkan ambisinya terhadap perluasan wilayah Amerika Serikat. Dalam gambar tersebut terlihat peta Benua Amerika, termasuk Greenland, Kanada, dan Venezuela, yang seluruhnya ditutupi bendera Amerika Serikat.
Gambar itu pertama kali diunggah pada Januari lalu, di tengah sengketa internasional mengenai masa depan Greenland.
Ilustrasi tersebut menampilkan Trump di Ruang Oval bersama sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Pembagian ulang gambar tersebut berisiko kembali memicu polemik soal Greenland, wilayah semi-otonom yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark.
3. Polemik Greenland berisiko muncul kembali

Trump sebelumnya bersikeras Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat demi alasan keamanan nasional. Pernyataan tersebut disampaikan meski Amerika Serikat dan Denmark telah memiliki perjanjian yang memberikan AS akses militer penuh ke wilayah itu.
Trump bahkan sempat menolak untuk mengesampingkan kemungkinan pengerahan kekuatan bersenjata, sebelum kemudian melunakkan pernyataannya dalam forum Davos di Swiss pada Januari.
Beberapa minggu lalu, Trump juga membagikan gambar AI lain yang menunjukkan dirinya menancapkan bendera Amerika Serikat di Greenland bersama Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dengan tulisan: “GREENLAND – US TERRITORY EST. 2026.”
Isu Greenland ini turut menimbulkan kekhawatiran di Kanada, yang berbatasan laut sepanjang 1.864 mil dengan wilayah tersebut.
Ketegangan antara AS dan Kanada juga meningkat setelah Trump mengancam tarif 100 persen atas barang impor Kanada dan berulang kali menyindir negara tetangganya itu agar menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat.
.png)

















