Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Viral Korban Dugaan Pelecehan Seksual Owner Brand Lokal Speak Up

Ilustrasi kekerasan seksual (Foto: IDN Times)
Ilustrasi kekerasan seksual (Foto: IDN Times)
Intinya sih...
  • Photoshoot berakhir dengan kekerasan seksual
  • Korban ditinggal sendiri bersama owner brand lokal M
  • Memaksa memegang dan mencium korban, tidak peduli meski sudah menolak berkali-kali
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dugaan pelecehan seksual menimpa seorang perempuan. Lewat akun X @aarummanis, korban menceritakan kronologi kasus pelecehan yang diduga dilakukan owner brand lokal berinisial M. Peristiwa ini terjadi pada 2025 saat dia menjadi model foto untuk brand tersebut.

"Bulan Mei 2025, saya dapet job sebagai Talent untuk photoshoot/videoshoot untuk salah satu brand lokal terkenal dengan owner inisial M," kata akun itu dikutip Selasa (10/2/2026).

Dia mengaku, pada saat photoshoot tidak ada hal yang aneh dan semua berjalan lancar. Namun, semua menjadi mimpi buruk karena kekerasan seksual yang dialaminya.

1. Awalnya dari rencana makan setelah photoshoot

Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)

Dia menjelaskan agenda photoshoot dilakukan bersama dua photographer (termasuk owner M) dan satu talent scouternya menghubunginya. Setelah photoshoot selesai saya berencana pulang, kemudian M menanyakan apakah dia mau makan disuatu tempat, serta bagian masih ada talent scouter di sana.

"Saya yang lapar merasa hal ini merupakan friendly gesture mengiyakan ajakan tersebut. Saya mengira bahwa makan bersama akan dilakukan bertiga bersama Talent Scouter dan dilakukan di luar, talent scouter bilang kepada saya “Aku taruh ini (peralatan photoshoot) dulu ya"," kata dia.

2. Dia ditinggal sendiri bersama M

Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)

Pada akhirnya, dia ditinggal sendiri bersama M dan bingung karena berpikir semua orang di sana akan makan di luar. Tetapi, dia dibawa masuk lagi ke area photoshoot. Dia bingung dan merasa curiga bertanya apakah mereka akan makan di luar. Dia juga mencari talent scouter itu di mana namun tidak digubris. Dia di ajak masuk ke dalam dengan dalih memesan makanan online, dan kekerasan seksual mulai terjadi.

"Kemudian Owner M melancarkan aksinya dan mulai melecehkan saya. Saya dengan tegas mengatakan tidak, tetapi Owner M tetap tidak peduli," kata dia.

3. M memaksa memegang korban dan menciumnya

Ilustrasi kekerasan seksual. (Freepik)
Ilustrasi kekerasan seksual. (Freepik)

Dia menceritakan secara eksplisit bagaimana M memaksa memegangnya hingga menciumnya. Tak hanya diam, dia melawan M makin tetap saja aksi bengis itu tetap dilakukan.

"Bahkan naik ke atas saya. Saya kemudian sekuat tenaga mendorong, mencakar, dan memukul M," katanya.

"Kemudian Owner M semakin ganas dan jahat. Saya kemudian berpikir apabila saya melawan, Owner M akan semakin kasar kepada saya. Saya kemudian mencoba menenangkan diri dan berusaha terlihat baik kepada Owner M. Saya pada saat itu 90 (persen) yakin saya akan diperkosa," ujarnya.

4. Dia tidak tahu M sudah punya anak dan istri

Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times)
Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times)

Dia hanya berharap bisa keluar dengan selamat. Namun, dia menceritakan M tetap tidak peduli meski sudah menolak berkali-kali. Bahkan menahan tangannya, kemudian dia menunjukkan alat kelaminnya. Dia bahkan menangis dan memanggil ibunya tapi tetap tak digubris.

"Beliau bahkan menjilat telinga saya, leher saya, saya masih jijik dan masih trauma sampai sekarang. Saya hanya berharap semua berakhir dengan cepat dan saya bisa pulang," katanya.

Korban bahkan tak bisa melawan dan tetap berpikir bakal alami pemerkosaan. Hingga M berhenti dan dibiarkan pulang.

"Saat saya pulang menggunakan Taxi Online, saya bahkan pipis di dalam taxi karena saya takut sekali," kata dia.

Dia juga tak tahu kalau M sudah mempunyai anak dan istri. Dia mengalami trauma bahkan takut melihat wajah M di media.

"Saya menghubungi Talent Scouternya dan berbagi pengalaman saya, dia bilang tidak pernah ada kejadian seperti itu dan dia tidak bisa melakukan apapun karena dia hanya seorang employee," kayanya.

"Saya tidak meminta kalian mencari orang tersebut, atau saya tidak meminta ada keadilan karena saya sudah terlalu pesimis, saya tidak punya bukti. Saya hanya punya luka dan memori. Sampai saat ini, saya masih menyalahkan diri saya sendiri," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Sepekan Jelang Imlek, Warga Padati Glodok Buru Ornamen Perayaan

10 Feb 2026, 14:28 WIBNews