Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Lampaui 500 Orang, 7 Hanyut ke India

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Lampaui 500 Orang, 7 Hanyut ke India
Foto udara pemukiman yang terdampak banjir bandang di Devighat, Bidur Municipality, distrik Nuwakot, Nepal pada 27 August 2026 (AFP/ (AFP/PRABIN RANABHAT)
  • Banjir bandang menewaskan 579 orang di Nepal dan tujuh di Tibet, China; hampir 2.500 orang hilang, termasuk lebih dari 700 warga asing.
  • Sedikitnya tujuh jenazah diduga terbawa arus dari Nepal ke Uttar Pradesh, India, sementara identifikasi korban masih dilakukan oleh pihak berwenang.
  • Hujan deras, longsor, medan terjal, jalan rusak, dan gangguan komunikasi menghambat evakuasi; Uni Eropa menjanjikan bantuan 2,3 miliar dolar AS meski Nepal belum meminta bantuan pencarian asing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarata, IDN Times - Jenazah korban banjir bandang di Nepal terseret arus hingga lebih dari 100 kilometer (km) dari lokasi bencana. Pihak berwenang India, pada Jumat (28/8/2026), melaporkan sedikitnya tujuh jenazah ditemukan di sungai-sungai di negara tersebut.

Jenazah-jenazah itu ditemukan mengapung di sungai di distrik Maharajganj dan Kushinagar, negara bagian Uttar Pradesh, yang berbatasan dengan wilayah Chitwan di Nepal selatan yang terdampak banjir.

"Empat jenazah tak dikenal ditemukan di distrik tersebut pada Kamis. Kami menduga jenazah-jenazah itu terbawa arus dari Nepal ke India akibat banjir bandang yang terjadi di sana," kata pejabat administratif distrik Maharajganj, Gaurav Singh Sogarwal, dikutip The Straits Times.

Sementara itu, tiga jenazah lainnya ditemukan di distrik Kushinagar, sekitar 70 kilometer ke arah hilir dari perbatasan. Pihak berwenang masih berupaya mengidentifikasi jenazah-jenazah tersebut.

  1. 1. Lebih dari 500 orang tewas dan 2 ribu lainnya hilang

    Foto udara pemukiman yang terdampak banjir bandang dan longsor Nepal pada 27 Agustus 2026 (AFP/PRABIN RANABHAT)
    Foto udara pemukiman yang terdampak banjir bandang dan longsor Nepal pada 27 Agustus 2026 (AFP/PRABIN RANABHAT)

    Sejauh ini, korban tewas akibat banjir bandang telah bertambah menjadi 579 orang di Nepal dan 7 orang di Tibet, China. Hampir 2.500 lainnya dilaporkan hilang di kedua negara, dengan lebih dari 700 di antaranya merupakan warga negara asing.

    Korban hilang termasuk wisatawan yang melakukan perjalanan ziarah ke Gunung Kailash di Tibet. Dilansir France24, Sivaranjani Muthunathan sedang bepergian dengan bus bersama 56 orang lainnya menuju perbatasan China saat mereka terjebak dalam situasi yang awalnya mereka kira sebagai kemacetan lalu lintas.

    "Lalu ada kabut, asap, sesuatu yang seolah tiba-tiba menelan kami," kata Muthunathan, sembari memperlihatkan video yang direkamnya menggunakan ponsel.

    Dalam video tersebut, arus deras terlihat menerjang ke arahnya. Kendaraan-kendaraan di sekitarnya pun terseret arus atau tertimbun lumpur. Muthunathan menambahkan bahwa semua orang keluar dari bus melalui pintu pengemudi lalu bergegas naik ke bukit.

  2. 2. Hujan terus-menerus hambat upaya penyelamatan

    AFP__20260828__C6QR8WF__v1__HighRes__NepalDisasterFlood.jpg
    Personel Angkatan Darat Nepal membawa jenazah para korban tewas banjir bandang (Prabin Ranabhat / AFP

    Dilansir BBC, angkatan bersenjata China menyatakan, hujan deras selama akhir pekan dapat mempersulit upaya penyelamatan. Hal ini bisa menyebabkan tanah longsor terjadi di beberapa wilayah.

    Dalam unggahan di X, pihaknya mengatakan bahwa upaya penyelamatan tengah berlangsung di dekat Pelabuhan Gyirong, yang merupakan titik penyeberangan darat terbesar antara Tibet dan Nepal.

    “Medan yang terjal dan lembah yang sempit membuat operasi penyelamatan sangat sulit," tulis angkatan bersenjata China. Mereka menambahkan bahwa hujan di wilayah tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga Minggu (30/8/2026)

    Pihak militer mengatakan bahwa tantangan utama yang mereka hadapi meliputi kondisi medan yang tidak stabil, jalan yang rusak, cuaca buruk dan gangguan komunikasi.

  3. 3. Eropa janjikan bantuan senilai Rp40,8 triliun

    bendera Uni Eropa (pexels.com/Dušan Cvetanović)
    bendera Uni Eropa (pexels.com/Dušan Cvetanović)

    Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, telah berjanji akan memberikan bantuan kemanusiaan segera senilai 2,3 miliar dolar AS (sekitar Rp40,8 triliun) bagi masyarakat terdampak bencana di Nepal. Amerika Serikat (AS), Kanada, Selandia Baru dan India juga mengumumkan langkah serupa.

    Sebelumnya, pemerintah Nepal menyatakan, negaranya belum membutuhkan bantuan asing untuk mencari dan mengevakuasi korban banjir. Pasalnya, mereka menilai sumber daya yang tersedia saat ini masih mencukupi.

    "Tawaran bantuan itu wajar. Namun, badan keamanan kami sedang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Untuk saat ini, kami tidak membutuhkan bantuan seperti itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal, Lok Bahadur Chhetri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More