Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Krisis Guru, Israel Gandeng AI Bantu Siswa Belajar Bahasa Inggris

Krisis Guru, Israel Gandeng AI Bantu Siswa Belajar Bahasa Inggris
ilustrasi belajar bahasa Inggris (pexels.com/This And No Internet 25)
Intinya Sih
  • Pemerintah Israel meluncurkan Project 720, program pembelajaran bahasa Inggris berbasis AI untuk mengatasi krisis guru dan menyesuaikan proses belajar dengan kemampuan tiap siswa.
  • Mulai tahun ajaran 2026, seluruh siswa sekolah menengah di Israel akan belajar bahasa Inggris menggunakan AI setelah melalui uji coba di 28 sekolah, termasuk Dekel Vilnai Middle School.
  • Kementerian Pendidikan Israel berencana menerapkan kebijakan ini di 180 sekolah menengah dan memperluasnya ke mata pelajaran lain seperti Matematika serta Sains guna menghadapi kekurangan tenaga pengajar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu siswa sekolah menengah belajar bahasa Inggris. Langkah ini diambil karena Israel sedang mengalami krisis guru ekstrem, terutama guru bahasa Inggris. 

“Ini adalah salah satu revolusi paling signifikan dan ambisius yang pernah dilakukan dalam sistem pendidikan. Ini akan memungkinkan setiap siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan, kecepatan, kemajuan, dan kebutuhan pribadi mereka sendiri,” kata Menteri Pendidikan Israel, Yoav Kisch, dikutip Times of Israel, Minggu (21/2/2026).

1. Kebijakan pembelajaran bahasa Inggris pakai AI disebut Project 720

Kecerdasan buatan.
ilustrasi AI (unsplash.com/Igor Omilaev)

Kisch menjelaskan, kebijakan pembelajaran bahasa Inggris menggunakan AI ini bernama Project 720. Nama ini diambil dengan merujuk pada mekanisme kegiatan belajar mengajar di Israel, di mana 360 derajat fokus di sekitar siswa dan 360 derajat lainnya fokus di sekitar pengajar.

“Langkah ini menempatkan Israel di garis terdepan di antara negara-negara terkemuka dunia dalam mengintegrasikan AI ke dalam pendidikan. Ini merupakan lompatan nasional ke depan dalam mempersiapkan generasi mendatang untuk dunia yang terus berubah,” lanjut Kisch. 

2. Siswa Israel akan belajar bahasa Inggris pakai AI mulai tahun ajaran baru

Belajar bahasa Inggris.
ilustrasi belajar bahasa Inggris (pexels.com/Ivan S)

Kich menambahkan, semua siswa sekolah menengah di Israel akan mulai belajar bahasa Inggris bersama AI pada tahun ajaran baru 2026. Oleh karena itu, Pemerintah Israel sudah gencar melakukan uji coba kebijakan ini di sejumlah sekolah yang ada di wilayahnya. Langkah ini dilakukan agar implementasi kebijakan berjalan lancar.

Saat ini, ada 28 sekolah menengah di Israel yang sudah menjalani proses uji coba pembelajaran bahasa Inggris dengan AI. Salah satunya adalah Dekel Vilnai Middle School yang berlokasi di wilayah Ma’ale Adumim. Pada 11 Juni lalu, Kitsch dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sudah datang ke sekolah tersebut untuk meninjau proses uji coba pembelajaran bahasa Inggris menggunakan AI.

3. Kebijakan akan diterapkan di 180 sekolah menengah

Sekolah menengah.
ilustrasi bangunan sekolah menengah (pexels.com/John Cheathem)

Menurut Kementerian Pendidikan Israel, pembelajaran bahasa Inggris menggunakan AI akan diimplementasikan di 180 sekolah menengah. Namun, nantinya, kebijakan ini juga akan dikembangkan untuk mata pelajaran lain, khususnya Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Sebagai informasi, krisis guru di Israel kini memang kian akut. Berdasarkan laporan Jerusalem Post, Israel bahkan sampai mengimpor guru dari Sri Lanka untuk mengatasi kekurangan guru taman kanak-kanak (TK). 

Krisis guru di Israel ini terjadi bukan tanpa sebab. Masalah ini muncul karena sejumlah faktor, seperti gaji guru yang rendah, tingkat pengunduran diri guru yang tinggi, dan tuntutan kerja guru yang ekstrem. Hal inilah yang membuat krisis guru di Israel kian parah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More