Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mahasiswa RI di AS Bangun Nusantara AI, Tembus 1.000 User!

Mahasiswa RI di AS Bangun Nusantara AI, Tembus 1.000 User!
Mahasiswa Indonesia di AS garap Nusantara AI. (Dok. Nusantara AI Institute)
Intinya Sih
  • Sejumlah mahasiswa Indonesia di AS mendirikan Nusantara AI Institute, platform pembelajaran kecerdasan buatan gratis untuk memperluas akses literasi AI bagi masyarakat Indonesia.
  • Nusantara AI menawarkan lebih dari 20 kursus gratis seputar dasar hingga penerapan AI di bisnis dan teknik, dengan pengguna telah melampaui 1.000 orang mayoritas dari Indonesia.
  • Peluncuran platform ini didukung tokoh diaspora dan pejabat seperti Sandiaga Uno serta Robert Blake, yang menilai literasi AI penting bagi masa depan pendidikan dan ekonomi Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sejumlah mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Amerika Serikat (AS) membangun sebuah platform pembelajaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) gratis bernama Nusantara AI Institute. Platform ini dibuat untuk memperluas akses pendidikan AI bagi masyarakat Indonesia secara lebih inklusif.

Inisiatif tersebut muncul di tengah perkembangan teknologi AI yang semakin pesat dan mulai memengaruhi berbagai sektor kehidupan. Para pendiri Nusantara AI Institute menilai literasi AI akan menjadi kemampuan penting di masa depan sehingga akses pembelajarannya perlu dibuka seluas mungkin.

Melalui platform berbasis website, para mahasiswa Indonesia ini menyediakan berbagai kursus AI gratis yang dapat diakses siapa saja selama memiliki koneksi internet. Mereka menargetkan pelajar, profesional, pendidik, hingga masyarakat umum agar bisa memahami dan memanfaatkan teknologi AI secara bertanggung jawab.

Oliver Tedja, mahasiswa Indonesia di Boston University, bersama Johannes Simanjuntak dan sejumlah rekannya menjadi bagian dari tim yang mengembangkan platform tersebut. Mereka ingin membangun ekosistem talenta digital Indonesia yang lebih siap menghadapi transformasi teknologi global.

1. Berawal dari kegelisahan Diaspora Indonesia

Nusantara AI Institute lahir dari inisiatif diaspora Indonesia di Amerika Serikat yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di Tanah Air. Oliver Tedja mengatakan, platform ini dirancang untuk membantu masyarakat Indonesia memahami teknologi AI tanpa terbentur biaya maupun keterbatasan akses pendidikan.

“Melalui pengembangan dan penyelenggaraan program edukasi yang praktis, relevan, dan mudah diakses, Nusantara AI berupaya memberdayakan pelajar, profesional, pendidik, serta masyarakat umum agar mampu memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan teknologi AI secara bertanggung jawab,” kata Oliver, dikutip dari siaran pers Nusantara Institute yang diterima IDN Times, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, Nusantara AI juga ingin mendorong lahirnya inovasi lokal berbasis teknologi kecerdasan buatan di Indonesia.

“Nusantara AI bertujuan menciptakan ekosistem talenta digital yang kompeten, mendorong inovasi lokal, serta memastikan transformasi teknologi di Indonesia berlangsung secara inklusif dan memberikan manfaat yang luas bagi kemajuan ekonomi dan sosial bangsa,” ujarnya.

Platform tersebut resmi diluncurkan pada 27 Maret lalu melalui acara dialog di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York.

2. Tawarkan lebih dari 20 kursus AI gratis

bd52df3d-612e-42e7-989c-01ae93f0c904.jpeg
Pendiri Nusantara AI Institute. (Dok. Nusantara AI Institute)

Nusantara AI Institute saat ini menawarkan lebih dari 20 kursus tentang kecerdasan buatan yang dapat diakses secara gratis melalui situs naii.co.

Materi yang tersedia mencakup pengenalan AI dasar hingga penerapan teknologi tersebut untuk kebutuhan bisnis dan teknik. Program ‘Literasi AI’ misalnya, dirancang bagi pemula yang belum memiliki banyak pengetahuan tentang AI.

Sementara program ‘AI untuk Bisnis’ fokus pada pemanfaatan AI untuk otomatisasi kerja dan efisiensi operasional perusahaan.

Di sisi lain, program ‘AI Teknik’ membahas pembelajaran mesin dan ilmu rekayasa cepat untuk membantu peserta memahami sistem di balik teknologi AI. Hingga saat ini, jumlah pengguna platform tersebut dilaporkan telah melampaui 1.000 pengguna, dengan mayoritas berasal dari Indonesia.

3. Didukung Diaspora dan tokoh teknologi

Peluncuran Nusantara AI Institute turut mendapat dukungan dari berbagai tokoh dan organisasi. Acara peluncuran di New York dihadiri Konsul Jenderal Indonesia di New York Winanto Adi, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Presiden USINDO Society David Merrill, serta mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake.

Platform ini juga didukung Aether AI, perusahaan gabungan studio ventura dan modal ventura yang bergerak di bidang pengembangan produk kecerdasan buatan dan startup teknologi.

Dalam kesempatan peluncuran, Sandiaga Uno menilai kemampuan memahami AI akan menjadi keterampilan mendasar di masa depan.

“Ini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan. Di masa depan, literasi AI akan menjadi keterampilan mendasar yang sama pentingnya dengan membaca atau menulis, membuka peluang karir baru di setiap sektor,” kata Sandiaga.

Sementara itu, Robert Blake menyoroti besarnya potensi AI di Indonesia, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan. Ia mengatakan pemanfaatan AI dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pengembangan riset dan pembelajaran.

Menurut Blake, teknologi AI juga berpotensi memperluas akses pendidikan di Indonesia melalui aplikasi pembelajaran yang bisa diterjemahkan ke berbagai bahasa daerah di seluruh kepulauan Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More