Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Makkah dan Madinah Bersiap Menyambut Jemaah Haji

Makkah dan Madinah Bersiap Menyambut Jemaah Haji
Suasana di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada Minggu (19/04/2026) (IDN Times/Yogie Fadila)
Intinya Sih
  • Otoritas Arab Saudi mulai masa transisi operasional haji 2026 dengan mensterilkan Masjidil Haram dan membatasi akses hanya bagi pemegang izin resmi.
  • Kota Madinah mulai dipadati jemaah dari berbagai negara, sementara petugas PPIH Indonesia mempersiapkan kedatangan kloter pertama pada 22 April 2026.
  • Kloter perdana embarkasi Jakarta-Garuda akan tiba melalui skema fast track, langsung menuju hotel di Madinah untuk menjalani ibadah Arbain selama sekitar sembilan hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makkah dan Madinah, IDN Times – Persiapan menyambut jemaah haji 2026 di Arab Saudi memasuki fase krusial. Jelang kedatangan jutaan jemaah haji pada musim ini, otoritas Arab Saudi telah memulai masa transisi operasional haji dengan mensterilkan kawasan Masjidil Haram dari peziarah umrah.

Berdasarkan pantauan langsung IDN Times di Makkah pada Minggu (19/4/2026), suasana Masjidil Haram tampak relatif lebih lengang. Peziarah umrah reguler sudah berkurang.

Selama masa transisi menuju puncak haji ini, otoritas setempat memberlakukan aturan ketat. Hanya tiga kategori yang diizinkan masuk ke Kota Makkah, yakni pemegang visa haji resmi, pemegang izin tinggal, serta pemilik tasreh (izin khusus).

Sebagai tanda dimulainya musim haji, bagian bawah kain Kiswah penutup Ka'bah juga telah diangkat setinggi 3 meter. Prosedur standar tahunan ini dilakukan untuk melindungi kain suci tersebut dari kerusakan atau tarikan jemaah saat kondisi sedang berdesakan.

1. Madinah juga akan dipadati jemaah lintas negara

Suasana selepas waktu subuh di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi
Suasana selepas waktu subuh di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi (20/04/2026)

Pemandangan berbeda terlihat di Madinah. Musim haji 2026 yang fase kedatangannya telah dibuka sejak 18 April 2026 membuat Kota Nabi ini mulai dipadati jemaah dari berbagai negara Asia, seperti Bangladesh dan Malaysia.

Mobilitas jemaah yang tinggi di kawasan Masjid Nabawi. Para peziarah tampak antre memasuki area Raudhah untuk melaksanakan salat dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Raudhah atau "taman surga" yang ditandai dengan karpet hijau ini merupakan area sakral nan mustajab yang letaknya berada di antara makam Rasulullah dan mimbar.

2. Persiapan sambut Jemaah Haji kloter pertama RI

Jemaah dari lintas negara mengerjakan umrah di awal musim haji 2026 (IDN Times/Yogie Fadila)
Jemaah dari lintas negara mengerjakan umrah di awal musim haji 2026 (IDN Times/Yogie Fadila)

Menyikapi pergerakan ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari Indonesia langsung merapatkan barisan. Sebanyak 682 petugas PPIH yang diberangkatkan dari Jakarta telah disebar ke Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara.

Kepala Bidang Transportasi PPIH 2026, Syarif Rahman, menegaskan bahwa waktu yang tersisa sebelum tanggal 22 April dioptimalkan untuk penguasaan medan.

"Jemaah kita yang kloter pertama itu akan tiba Insya Allah di Arab Saudi pada tanggal 22 April 2026. Tentu kita perlu persiapan yang matang. Petugas yang sudah hadir hari ini akan melakukan rapat koordinasi, pengecekan lapangan, hingga koordinasi dengan pengelola konsumsi, hotel, dan bus," urai Syarif.

Targetnya, seluruh petugas sudah benar-benar memahami lokasi dan fungsinya masing-masing saat kloter perdana menyentuh aspal Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.

3. Skema fast track

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Budi Agung Nugroho (Dok. Media Center Haji 2026)
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Budi Agung Nugroho (Dok. Media Center Haji 2026)

Kepala Staf Teknis Haji sekaligus Wakil Ketua PPIH Arab Saudi, Budi Agung N., memastikan seluruh lini sudah dalam posisi "siap tempur".

Kloter pertama yang berangkat dari embarkasi Jakarta-Garuda (JKG) dijadwalkan mendarat di Jeddah pada pukul 00.45 waktu setempat. Karena masuk dalam skema Fast Track (pemeriksaan keimigrasian di Tanah Air), jemaah tidak akan berlama-lama di bandara.

"Karena skema fast track, di bandara kami hanya menyambut sekilas. Sambutan resmi yang lebih besar akan dilakukan saat jemaah tiba di hotel di Madinah. Rencananya Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Konjen akan turun langsung menyambut kedatangan perdana ini," jelas Budi.

Untuk mencegah jemaah terpisah, PPIH menggandeng Nusuk Marhaban dan Syarikah Duyuf Al-Bait untuk mengunci alur pergerakan. Pergeseran dari bandara menuju bus akan diatur ketat per regu dan per rombongan. Sementara urusan bagasi akan ditangani sepenuhnya oleh syarikah SBS agar jemaah tidak kerepotan.

Dari bandara, jemaah akan langsung diberangkatkan menuju hotel di Madinah tanpa transit, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 6 jam (tiba pukul 06.50 pagi).

Selama 8 hingga 9 hari berada di Madinah untuk menunaikan ibadah Arbain (salat 40 waktu tanpa putus), nutrisi jemaah akan dijamin penuh. "Jemaah akan mendapatkan layanan konsumsi maksimal sebanyak 27 kali selama di Madinah. Setelah hari kesembilan, barulah mereka akan digeser menuju Makkah untuk persiapan puncak haji," pungkas Budi.

Rincian Perjalanan Kloter Perdana (JKG):

  • Waktu Mendarat: 22 April 2026, pukul 00.45 WS (Bandara Jeddah)
  • Estimasi Tiba di Hotel: 06.50 WS (Madinah)
  • Syarikah Layanan: Duyuf Al-Bait
  • Durasi di Madinah: 8–9 Hari (Ibadah Arbain)
  • Jatah Konsumsi: Maksimal 27 kali

Share
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Latest in News

See More