Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Malaysia Kaji Dampak Putusan MA AS dan Tarif 10 Persen Trump

Malaysia Kaji Dampak Putusan MA AS dan Tarif 10 Persen Trump
Menara Petronas di Kuala Lumpur pada Desember 2019. (James Kerwin from Tbilisi, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Pemerintah Malaysia sedang mencermati tarif impor 10 persen yang diumumkan Presiden AS Donald Trump dan menunggu kejelasan resmi dari Washington sebelum menentukan langkah lanjutan.
  • Putrajaya juga memperhitungkan dampak putusan Mahkamah Agung AS yang membatasi kewenangan eksekutif dalam penerapan tarif global terhadap arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
  • Meski ada ketidakpastian, hubungan dagang Malaysia–AS tetap strategis dengan nilai perdagangan besar, sementara Malaysia menegaskan komitmen pada sistem perdagangan terbuka dan berbasis aturan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Malaysia tengah mencermati perkembangan terbaru di Amerika Serikat setelah pengumuman tarif impor 10 persen oleh Presiden AS serta putusan Mahkamah Agung yang membatasi kewenangan tarif eksekutif. Putrajaya menyatakan akan bertindak berdasarkan kepentingan nasional sembari menunggu kejelasan resmi dari Washington.

1. Malaysia tunggu kejelasan dari Washington

Menara Maybank. Cakrawala Kuala Lumpur, Malaysia.
Menara Maybank. Cakrawala Kuala Lumpur, Malaysia. (Vyacheslav Argenberg, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Kementerian Investasi, Perdagangan dan Industri (MITI) menyatakan sedang meminta penjelasan rinci terkait ruang lingkup dan pelaksanaan tarif 10 persen yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, melansir Malay Mail. Pemerintah ingin mengetahui bagaimana kebijakan tersebut diterapkan serta apakah ada perubahan lanjutan yang akan diberlakukan.

Sikap serupa juga ditegaskan bahwa Malaysia akan mengambil langkah yang dianggap paling menguntungkan bagi negara setelah menilai dampaknya secara menyeluruh, melansir Yahoo News Malaysia.

2. Dampak putusan Mahkamah Agung AS ikut diperhitungkan

Kuala Lumpur, Malaysia. Pemandangan panorama kota dari Menara Kuala Lumpur (KL Tower). (Vyacheslav Argenberg, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Kuala Lumpur, Malaysia. Pemandangan panorama kota dari Menara Kuala Lumpur (KL Tower). (Vyacheslav Argenberg, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Selain tarif baru, Malaysia turut mencermati putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sebagian kewenangan darurat terkait penerapan tarif global, melansir BERNAMA. Perkembangan hukum tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arah kebijakan perdagangan AS ke depan.

Malaysia juga masih meninjau implikasinya terhadap Agreement on Reciprocal Trade (RTA) yang telah ditandatangani namun belum diratifikasi, dilansir The Sun Malaysia. Pemerintah menilai dinamika kebijakan di Washington perlu dipahami sebelum menentukan langkah berikutnya.

3. Hubungan dagang Malaysia–AS tetap strategis

Bendera Malaysia di Gedung Pemerintah Negara Bagian. Tanggal 9 September 2006.
Bendera Malaysia di Gedung Pemerintah Negara Bagian. Tanggal 9 September 2006. (Haydn Blackey from Cardiff, Wales, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Di tengah ketidakpastian kebijakan tarif, Amerika Serikat tetap menjadi mitra dagang utama Malaysia. Nilai perdagangan bilateral pada 2025 mencapai sekitar RM367 miliar, dengan ekspor Malaysia sebesar RM233 miliar, melansir Malay Mail dan Yahoo News Malaysia.

Putrajaya juga menegaskan komitmennya terhadap perdagangan terbuka dan berbasis aturan internasional, sekaligus menjaga kepentingan eksportir, investor, pelaku usaha, serta tenaga kerja lokal, dilansir BERNAMA dan The Sun Malaysia.

Ke depan, pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan di Washington sambil memperkuat kerja sama regional dan multilateral agar ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika perdagangan global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
Siantita Novaya
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More