Menaker Kenya Dituding Terlibat Penipuan Rekrutmen Tentara Rusia

- Menteri Tenaga Kerja Kenya, Alfred Mutua dituduh terlibat dalam penipuan rekrutmen tentara Rusia, namun ia menolak memberikan keterangan dan keterlibatannya belum terbukti.
- Mutua sebelumnya pernah mempromosikan program kerja ke luar negeri ke Rusia dan memiliki hubungan diplomatik dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov saat menjabat sebagai Menlu Kenya.
- Pemerintah Kenya melaporkan 19 warganya tewas dan puluhan hilang di Ukraina setelah tertipu tawaran kerja yang ternyata mengarah pada perekrutan militer Rusia.
Jakarta, IDN Times - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Kenya, Alfred Mutua dituduh terlibat dalam rekrutmen ratusan tentara Rusia, pada Senin (22/6/2026). Tuduhan ini menyusul keterangan dari tiga pejabat Kenya yang menyebut Mutua ikut andil dalam kasus penipuan.
Dilansir France24, Mutua menolak untuk memberikan keterangan soal tuduhan tersebut. Namun, perihal kebenaran Mutua terlibat dalam kasus penipuan berkedok bekerja ke luar negeri yang menyasar warga Kenya masih belum diketahui secara pasti.
1. Mutua pernah membagikan foto dengan puluhan korban

Pada 2025, Mutua pernah membagikan fotonya dengan seorang korban bernama Mundia (38), serta 20 orang lainnya. Foto itu dibagikan sebagai dokumentasi pengiriman tenaga kerja dari Kenya ke Rusia untuk bekerja di pabrik pengolahan makanan.
Mutua bahkan sempat menyebut bahwa mereka akan menerima bayaran sebesar 115 ribu shilling Kenya (Rp15,8 juta) per bulan. Menaker Kenya tersebut mengatakan bahwa puluhan orang tersebut akan dapat mengubah nasibnya usai merantau ke Rusia.
Organisasi penegak hak asasi manusia (HAM) Kenya, VOCAL Africa menduga seluruh pekerja dalam foto tersebut sudah tewas dalam perang di Ukraina. Sementara, Mundia tewas pada Januari dan nasib lainnya masih belum diketahui secara pasti.
2. Mutua punya kedekatan dengan Lavrov

Sebelum menjadi Menaker Kenya, Mutua sempat menduduki jabatan sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Kenya pada 2022. Ia menerima jabatan tersebut saat Presiden Kenya, William Ruto menjabat untuk pertama kalinya.
Pada 2023, ia sempat menjamu Menlu Rusia, Sergei Lavrov usai Rusia melancarkan serangan ke Ukraina. Sementara, Kenya juga mendekati Rusia untuk mendiversifikasi perdagangannya meskipun memiliki kedekatan dengan negara-negara Barat.
Setelah dipindah menjadi Menaker Kenya pada Agustus 2024, Mutua membuka program kerja ke luar negeri bagi warga Kenya. Dengan program itu, Mutua sudah mengirimkan lebih dari 400 ribu warga Kenya ke luar negeri.
3. Sebanyak 19 warga Kenya tewas di Ukraina

Pada Mei, Kementerian Luar Negeri Kenya mengatakan bahwa sebanyak 19 warganya tewas dalam perang untuk membela Rusia di Ukraina. Selain itu, sebanyak 32 orang lainnya hilang dan belum diketahui keberadaannya.
Dilansir Africa News, Menlu Kenya, Musalia Mudavadi menyebut bahwa jumlah warga Kenya yang diterjunkan Rusia ke medan perang sudah mencapai 291 orang. Namun, intelijen menyebut jumlah tersebut kemungkinan jauh lebih banyak dari yang tercatat.
Diperkirakan sudah ada lebih dari 1.000 warga Kenya yang direkrut untuk bergabung dalam militer Rusia. Mereka tertipu oleh tawaran menarik untuk bekerja di Rusia dan ternyata justru diterjunkan dalam perang di Ukraina.














